Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 27. Dungeon Master Android, Nami



^^^Dungeon 27. Dungeon Master Android, Nami^^^


Ditengah tidurnya Shinji mendengar sebuah pesan masuk dari Dungeon Master Android membuatnya terbangun.


[Hai, maaf. Ganggu.]


Chat dari Dungeon Master .


[Tidak, ada apa?]


Balas chat Shinji.


Setelah itu Shinji dan Dungeon Master pun saling berbincang di Chating. Pembicaraan mereka berubah menjadi serius saat Dungeon Master Android mengatakan ingin bergabung dengan Shinji. Dungeon Master Android juga tidak sukarela mau bergabung melainkan ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh Shinji yaitu Dungeon Master Android meminta untuk dibangunkan Hotel bintang 5 berlian dan Cabaret Club.


Disaat Shinji mendengar pembangunan Cabaret Club hal itu membuatnya tertarik dengan penawarannya.


[Sungguh menarik! Berapa budget untuk membuat itu?]


Chat tanya Shinji.


[15 juta Dungeon poin dan seluruh pegawainya Aku yang akan membuatnya. Bagaimana bisa?]


Balas chat Dungeon Master .


[Baik, aku terima tawaranmu.]


Chat Shinji.


[Ahh … serius?!]


Balas chat Dungeon Master .


[Kenapa tidak?! dari pada aku sendiri mengatur dungeon bukankah lebih baik bersama-sama.]


Chat Shinji.


[Kamu serius punya poin sebesar itu?!]


Chat Dungeon Master .


[Bagaimana aku bisa membuktikan bahwa aku memiliki poin segitu.]


Chat tanya Shinji.


[Simpel! Unduh menu [peringkat] dan daftarkan dirimu dalam Dungeon Master League. Menu itu ada di Dungeon Shop, Kamu hanya perlu membelinya.h]


Chat Dungeon Master .


[Baiklah. Tunggu sebentar!]


Balas chat Shinji.


Setelah itu Shinji pun menutup sementara chat nya dan mengunduh menu [peringkat] seharga 300 DP setelah itu, Shinji mendaftarkan dirinya beserta dungeonnya dengan biaya pendaftaran 2.000 DP.


Seusai mengisi data tersebut, Shinji terkejut saat melihat posisinya masuk ke dalam 10 besar dari 150 Dungeon yang terdaftar.


Peringkat-peringkat yang diraih oleh Shinji adalah peringkat pertama dungeon terkaya; Peringkat kedua unit terkuat;


Dan, beberapa peringkat lainnya yang terhitung masih rendah.


“Wow, serius! Aku dungeon terkaya?!” ucap kaget Shinji.


Shinji menyadari bahwa dirinya adalah Dungeon Master terkaya meskipun dalam peringkat jumlah kekayaan poin tidak disebutkan.


Setelah itu, Shinji pun kembali kedalam chat nya kepada Dungeon Master Android.


[Wow, aku tidak menyangka berada di peringkat pertama dalam kekayaan dungeon.] Chat Shinji.


[Baik, Dungeon Master Azure. Aku percaya kepadamu karena seperti yang kamu lihat. Aku berada di peringkat 25 dalam jumlah kekayaan.]


Chat Dungeon Master Android.


[Keputusan tetap aku serahkan kepadamu!] Chat Shinji.


[Oke … oke. Aku akan bergabung denganmu dan aku akan menjual dungeonku khusus kepadamu.]


Chat Dungeon Master .


[Terima kasih, Dungeon Master Android dan mohon kerja samanya!]


Balas chat Shinji.


[Kebanggaan ku! Bisa memiliki Master sebaik dirimu.]


Chat Dungeon Master .


Setelah itu di dungeon yang berbeda yang merupakan Dungeon Master Android sedang menutup chat nya. Dia adalah sosok wanita muda dengan rambut hitam panjang yang duduk diantara banyak layar monitor dihadapannya.


"Kena, kau Dungeon Master Shinji! Tapi aku tidak menyangka dia memiliki kekayaan yang berlimpah dan Dunia Dungeon akan menjadi menarik!" gumam Dungeon Master Android yang memutarkan kursinya dan tersenyum senang.


Setelah itu Dungeon Master Android chat seseorang dengan wajah yang senang serta mengajukan penjualan Dungeon miliknya.


Kling!


Suara pesan masuk dari menu pesan Shinji.


Setelah mendengar itu, Shinji membuka menu pesan nya dan terbuka pesan penawaran pembelian terhadap Android Dungeon seharga 8.000.000 poin. Shinji pun tidak keberatan dengan harga penawarannya dan dia pun membelinya.


“Oke, selesai. Sekarang waktunya aku bertemu dengan Dungeon Master ,” ucap Shinji.


Malam itu juga Shinji pergi ke ruangan elevator dan menempatkan Android Dungeon pada lantai 11. Lalu, seusai penempatan dungeon, Shinji pun masuk kedalam dungeon tersebut.


Setibanya didalam Shinji melewati lorong dan pintu-pintu besi seperti film-film luar angkasa dengan tembok dan lantai baja ringan. Pada setiap pintunya terdapat tulisan neon dan cara membukanya secara otomatis adapun beberapa ruangan mengunakan sekuriti di sisi pintunya.


“Halo! Halo! Master Shinji. Terima kasih telah mau menerimaku dan aku tunggu di ruang santai yang terletak di lantai 3,” suara wanita dari ruangan.


“Lantai 3?” gumam bingung Shinji.


Ding!


[Master, silahkan ikut panah saya!” suara robot wanita memberikan pengarahan kepada Shinji.


“Suaramu berbeda, siapa kamu?” tanya Shinji pada ruangan.


Ding!


[Saya House, Master! Smart Dungeon yang mengatur Android Dungeon ini.]


Mendengar itu, Shinji jadi teringat akan sosok Navigator.


“Aku mengerti,” jawab Shinji.


Setelah itu, Shinji berjalan ke ruangan yang ditunjuk oleh House dan tibalah di sebuah ruangan yang gelap dan dipenuhi dengan layar monitor didepannya juga di depan terdapat layar sangat besar di tengahnya dan disana ada kursi yang diduduki oleh seorang wanita cantik berbadan ramping dengan rambut hitam yang panjang dengan badannya yang kecil tapi bukanlah anak kecil.


“Master Shinji!” seru Dungeon Master Android.


Wanita itu pun berjalan kehadapan Shinji dan berlutut satu kaki didepannya.


“Terima kasih, Master telah mau menjadikan saya unit milik anda,” ucap Dungeon Master Android.


“Terima kasih juga Dungeon Master Android dan sekarang berdirilah!” jawab Shinji.


“Baik, Master!” jawab Dungeon Master Android yang berdiri dan tersenyum kepada Shinji.


Keesokan harinya, Shinji mengumpulkan kembali Albert, Helen dan Ailin di ruangan pertemuan untuk memperkenalkan Dungeon Master Android yang merupakan unit master ke lima.


“Baik, sekarang perkenalkan lah dirimu!” seru Shinji kepada Dungeon Master Android.


“Baik!” jawab Dungeon Master .


Nama asli Dungeon Master Android adalah Nami, umur 20 tahun saat dirinya terpanggil, pekerjaan Nami ialah sebagai pemain game professional dalam permainan FPS atau peperangan dan pengalaman Nami menjadi Dungeon Master Android sudah 250 tahun.


“250 tahun?!” kaget Shinji yang mendengar pengalaman Nami di dunia lain.


Para unit Master pun terkejut saat Shinji belum mengetahui pengetahuan dasar dari Dungeon.


“Master, apakah anda belum mengetahui sistem umur di dungeon?” tanya Helen yang berada disamping Shinji.


“Sistem umur?! Apa itu?” Balas tanya Shinji.


Helen pun menjelaskan bahwa Dungeon Master memiliki ras tersendiri dari ras lainnya. Mereka bukanlah Monster, Manusia, dan Makhluk Lainnya melainkan ras tepat dibawah para Dewa. Akan tetapi kelemahan dari Dungeon Master, diri mereka tidak di kasih karunia apapun kecuali setelah mengabdikan diri kepada Master melalui kontrak.


“Aku mengerti. Tapi, aku sudah berumur 118 tahun. Tapi, aku 100 tahun mengurung diri dan tidak membuka Dungeon. Hehehe ..."


Mendengar komentar dari Shinji, Helen dan lainnya tertawa kecil. Lalu, Shinji menoleh kearah Nami. “Terima kasih, Nami."


“Nami?! Apakah Master tetap memberikan nama saya Nami?” tanya Nami.


“Iya, kenapa tidak?!” jawab santai Shinji.


Nami pun menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang.


“Master, aku tidak tahu apakah anda terlalu baik atau naif,” ucap Nami.


Nami berkomentar seperti itu lantaran nama yang sama dari sebelumnya, Maka Master Dungeon yang baru tidak akan mendapatkan kemampuan tambahan dari unit yang baru dibelinya.


“Hehe … begitu ya," ucap tawa Shinji.


“Memang seperti itu lah yang aku suka dari Master,” ucap Helena yang tertawa kecil.


Tidak lama kemudian, Nami pun menjelaskan kehidupan dulunya yang meninggal karena dirinya yang bermain game dengan streaming selama 7 hari 7 malam. Pada saat dia mengantuk dan tidur, tiba-tiba dirinya berada di kantor Dewi.


Setelah itu, Nami pun menyelesaikan ceritanya dengan tepuk tangan dan senyuman.


“Baiklah, sekarang kita akan memulai projects hotel yang aku rencanakan,” ucap Shinji yang tersenyum kepada Nami dan Nami pun tersenyum kepada Shinji.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...


Nami