
...Dungeon 17. Petualang Leanne Part I...
Di Dunia Eorza terdapat kota besar yang bernama Prontera. Disana terlihat seorang wanita cantik berambut pirang dengan gaun Priest dan membawa tongkat. Lalu, dia pun berdiri di depan pintu salah satu gedung besar seraya melihat plakat bertuliskan;
Asosiasi Petualang.
“Akhirnya!” gumam lega wanita tersebut.
Wanita itu pun masuk kedalam dan melihat banyak orang disana dengan memakai jirah dan memegang senjata masing-masing sesuai keahlian mereka yang sedang mengerumuni papan besar di sisi samping ruangan.
“Ramainya ...” ucap wanita tersebut.
Wanita itu pun mengabaikan orang-orang disana dan berjalan menuju ke meja besar di tengah ruangan dan disana terlihat seorang wanita berseragam dengan rambut pirang.
“Selamat datang, Nona! Saya resepsionis Mimi 32, ada yang bisa saya bantu?” tanya Mimi 32.
“Mimi 32?” gumam bingung wanita tersebut.
“Benar, saya adalah Doppleganger series M nol. 32,” jawab Mimi 32 dengan tersenyum.
“Aku benar-benar tidak mengerti, tapi aku kesini untuk mendaftarkan diri sebagai petualang,” ucap wanita tersebut.
“Baik, saya untuk biaya pendaftaran dikenakan 4 koin perak Libra dan jika anda memiliki koin dari kerajaan lain, kami tetap terima,” jawab Mimi 32.
Wanita itu pun mengambil koin dari sakunya dan memberikan kepadanya.
“Ini,” ucap wanita itu kepada Mimi 32.
“Baik, saya terima dan ini formulir anda. Silahkan diisi!” ucap Mimi 32 yang mengambil koin dan memberikan kertas formulir kepada wanita tersebut.
“Iya,” jawab wanita itu dan dia mengambil kertas tersebut.
Saat dia sudah menerimanya, dia pun mengisi kertas itu dengan pulpen yang sudah menempel di atas meja.
Nama wanita itu Leanne Harvard, umur 23 tahun dan keahliannya adalah Priest. Seusai Leanne mengisi semua datanya dia memberikan kertas itu kepada resepsionis.
“Ini, Kak,” ucap Leanne yang memberikan kertas tersebut.
“Baik, saya terima,” jawab Mimi 32.
Setelah itu, dia mengetikan data dari Leanne di komputer yang berada disampingnya dan seusai itu, Mimi 32 memberikan tanda pengenal yang berbahan besi.
“Nona Leanne, ini tanda pengenal anda!” ucap Mimi 32 yang memberikan tanda pengenalnya.
“Terima kasih, kak,” jawab Leanne yang menerima tanda pengenalnya besi.
“Nona Leanne untuk pekerjaan anda harap memeriksa papan besar di samping sana dan anda harus mengambil pekerjaan sesuai dengan tanda pengenal anda atau jika anda menjalankan pekerjaan secara berkelompok maka anda bisa menjalankan pekerjaan satu tingkat diatas anda,” ucap Mimi 32.
“Baik, saya mengerti,” jawab Leanne.
“Ada yang bisa saya bantu lagi?” tanya Mimi 32.
“Tidak, terima kasih,” jawab Leanne.
“Sama-sama, terima kasih dan selamat bergabung petualang Leanne,” ucap Mimi 32 yang berdiri dan membungkukkan badannya.
“Iya,” balas Leanne yang membungkukkan badannya juga.
Setelah itu, Leanne pergi ke papan pekerjaan dan misi. Disana Leanne harus melewati kerumunan para petualang yang lain tapi, Leanne yang berbadan kecil dengan mudah menyusup dan tiba di depan papan.
“Pekerjaan tingkat besi …” gumam Leanne yang mencari pekerjaan di papan.
Leanne pun menoleh kearah sapaan itu dan dia melihat seorang pria seumurannya menyapanya.
“Aku?!” tanya Leanne yang menunjuk kearah dirinya sendiri.
“Apa kamu seorang penyembuh?” tanya pria tersebut.
“Hmm …” jawab Leanne yang menganggukan kepalanya.
“Bisa ikut denganku sebentar?” ajak pria tersebut.
Leanne pun melihat penampilan yang terlihat baik kepada pria itu maka, Leanne pun menerima ajakannya.
“Baik, Ayo!” jawab Leanne.
Leanne dan pria itu pun meninggalkan papan pekerjaan dan menemui beberapa rekannya disana yang sedang duduk disalah satu kursi disana.
“Semua! kita telah mendapatkan penyembuhnya,” ucap pria itu terhadap rekannya.
“Benarkah!” ucap salah satu rekan wanita.
Leanne pun menundukan kepala dan memperkenalkan dirinya.
“Namaku Leanne, seperti yang kalian lihat. Aku petualang baru,” ucap Leanne dan dia menegakan badannya serta tersenyum kepada mereka.
“Tenang saja! Kami juga baru dan hanya satu tingkat diatas mu dan Aku Siska seorang thief,” ucap Siska.
“Aku Hyna seorang penyihir,” ujar rekan wanita yang lainnya.
“Dan aku Andre seorang ahli pedang,” ucap pria yang membawa Leanne.
“Kami adalah satu kelompok tapi kami kesulitan dalam menjalani pekerjaan jika tidak ada seorang penyembuh,” ucap Siska.
“Memang kalian ingin menjalani misi apa?” tanya Leanne.
“Kamu tahu bahwa Assosiasi Petualang telah mendapatkan kabar bahwa adanya dungeon baru didalam gua. Akan tetapi, gua itu dihuni oleh para goblin sehingga para petualang belum bisa memasuki dungeon tersebut,” ucap Andre.
“Bagaimana kamu ikut?” tanya Hyna.
“Hmm … aku ikut karena aku juga bingung karena belum mendapatkan pekerjaan,” jawab Leanne.
Hyna dan lainnya merasa lega dan senang.
Setelah itu mereka pun meninggalkan gedung guild menuju parkiran gerbang kota dan Leanne disana saat melihat kendaraan besi beroda empat terparkir disana.
“Kalian memiliki mobil?!” tanya Leanne.
“Hehe … tidak kami menyewanya selama 3 jam,” jawab Andre dengan tawa kecil.
Bersambung ...
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...
Leanne Harvard.
Party Leanne.