
...Dungeon 26. Lantai Kimia, Ailin dan Fashion, Helena....
Shinji untuk mengisi waktu dia menempatkan salah satu dungeon yang baru dibelinya di pelelangan, Kimia Dungeon. Yang ditempatkan pada lantai 8.
Pada saat kesana Shinji seorang diri dan setibanya didalam, Shinji mencium aroma obat dimana-mana dan lorong yang rapih seperti layaknya laboratorium.
“Bau obat ini,” keluh Shinji yang menutup hidup dengan sisi tangannya.
Shinji pun terus menelusuri laboratorium dungeon itu bahkan dia pun nyasar dibeberapa ruangan dungeon tersebut.
Sampai, tibalah Shinji disalah satu ruangan dan terlihat disana, seorang wanita berambut biru pendek sedang memeriksa ramuan obat.
“Hei,” sapa Shinji.
Saat Shinji menegurnya, wanita itu pun menghentikan aktifitasnya dan berjalan menghampiri Shinji.
“Selamat datang, Master!” ucap wanita berambut biru dengan membungkukan badannya.
“Apa kamu Master sebelumnya?” tanya Shinji.
“Bukan, Master! Saya adalah Humanoid Smart Assistant,” jawab wanita berambut Biru.
“Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, antarkan aku kepada master terdahulu!”
“Dipahami! Silahkan Master ikut dengan saya!” ucap wanita berambut biru.
Shinji pun diantarkan ke sebuah ruangan yang merupakan tempat tinggal dari Master sebelumnya dan setibanya disana, terlihat seorang wanita berambut panjang berwarna hitam sedang rebahan dan melamun disana karena pengaruh obat-obatan.
“Kamu Master sebelumnya?” tanya Shinji kepada wanita yang rebahan.
Wanita itu pun dengan tatapan kosong melihat Shinji.
“Master baru kah,” gumam wanita berambut hitam yang memaksakan untuk bangun.
Shinji yang melihat dia kesulitan untuk bangun maka, Shinji pun membantunya untuk duduk di atas kasur.
“Terima kasih, Master!” ucap wanita berambut hitam.
Saat Shinji mengambil kursi kecil dan hendak duduk disamping wanita itu, Shinji terkejut saat melihat sebuah serbuk di meja dekat tempat tidurnya.
“Mungkin kah? Kamu berhasil membuat narkoba di dunia ini,” ujar kaget Shinji.
“Hehe …” tawa mabuk dari wanita berambut hitam.
“Ahuffuu, dasar kamu ini!” seru Shinji yang menghela nafas panjang.
Shinji yang melihat obat di meja membuat dirinya kesal kepada wanita yang berada didepannya tersebut.
“Kamu bersihkan ini semua dan buang semua!” ucap kesal Shinji dan memberikan perintah kepada pria rambut biru.
“Baik, aku laksanakan,” jawab wanita berambut biru.
Wanita itu pun langsung menjalankan perintah dari Shinji untuk membersihkan obat-obatan pada meja tersebut.
“Ni, hentikan!” ucap wanita berambut coklat.
“Aku juga perintahkan kamu untuk diam!” seru Shinji kepada wanita berambut coklat.
“Iya, Master,” jawab wanita yang berambut hitam dan juga menundukan kepalanya dengan wajah yang kecewa.
Tapi wanita berambut biru tidak mempedulikannya dan membersihkan seluruh ruangan tersebut.
“Oiya, satu lagi. Berikan obat untuk menyadarkan wanita ini!” sambung perintah Shinji.
“Baik, Master!” jawab wanita berambut biru.
Kondisi wanita berambut hitam itu pun masih dalam setengah sadar lalu, beberapa saat kemudian. Wanita berambut biru itu memberikan suntikan kepadanya yang berlahan dia tersadar.
“Maste-,” ucap wanita berambut coklat itu yang ingin muntah tapi dia menahan dengan tangannya dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Wueeee! Wueee!
Suara muntahan dari wanita berambut coklat
Setelah itu, wanita berambut coklat itu keluar dari kamar mandi dan bergegas dia kehadapan Shinji lalu, berlutut satu kaki.
“Master, maafkan saya karena memberikan anda pandangan yang tidak pantas,” ucap wanita berambut hitam.
“Aku mengerti. Sekarang bersihkan dirimu dan temui aku di ruang tamu Istana!” seru Shinji.
“Istana?! Master memiliki istana?” ucap senang wanita berambut coklat.
“Yup … sekarang aku akan membangun dungeon dahulu! Nanti Rose akan menuntun mu,” ucap Shinji yang berdiri lalu meninggalkannya.
“Rose? Siapa itu?” tanya wanita berambut hitam yang memiringkan kepalanya.
Shinji pun kembali ke ruangan berikut nya.
“Baiklah, sekarang waktunya aku menempatkan dungeon pakaian,” ucap Shinji.
Shinji pun mengeluarkan DMP nya dan menempatkan Cover Fashion Dungeon pada lantai 9.
Grubbbb! Krakk!!
Suara gemuruh dari penyatuan dungeon.
Seusai penyatuan selesai, Shinji pun masuk kedalam lantai tersebut. Disaat masuk, Shinji hanya melihat pakaian yang pamerkan seperti layak mall yang menjual pakaiannya dengan beberapa boneka manusia yang menjadi karyawannya. Seluruh boneka itu pun menundukan kepalanya saat kehadiran Shinji.
“Tidak perlu, aku sudah disini,” suara dari arah samping Shinji.
Saat Shinji melihat ke arah suara itu, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut biru pendek dengan mengenakan pakaian yang fashionable.
“Kenapa melamun, Master? Terpesona kah,” ucap ledek wanita berambut biru tersebut.
“Tentu saja, aku terpesona saat melihat wanita secantik kamu,” ucap Shinji dengan tersenyum.
“Dasar Master! Bisa saja,” balas wanita berambut biru yang menghampiri Shinji lalu, berlutut satu kaki.
“Master, seperti yang disyaratkan dalam pelelangan. Dikarenakan saya sudah menjadi unit Master maka, hutang saya kepada Kredit Dungeon menjadi tanggungan anda,” ucap wanita tersebut.
Shinji pun jongkok dihadapan wanita itu untuk menyamakan wanita pirang tersebut.
“Nona, siapa nama kamu?” tanya Shinji.
“Helena, Master!” jawab wanita pirang.
“Baik, mulai hari ini nama kamu Helena,” ucap Shinji.
“Ehh …” kaget Helena.
Shinji pun berdiri dan mengambil DMP nya setelah itu, memberikan 1.000.000 poin kepada Helena.
Kling!
Suara pesan masuk dari DMP dari Helena.
Shinji pun melihat Helena kembali dengan tersenyum kepadanya.
“Helena, sekarang periksa jumlah dungeon poin mu!” ucap Shinji.
“Permisi, Master!” ucap Helena yang berdiri lalu, mengambil DMP nya untuk memeriksa poinnya.
Saat melihat layar DMP yang sudah memiliki poin 1.000.000 poin. Helena pun menutup mulutnya dan air mata keluar membasahi tangannya.
“Terima kasih, Master!” ujar senang Helena yang membuka mulutnya lalu, membungkukan badannya.
“Masalah lainnya, lebih baik kamu berkenalan dahulu dengan yang lain dan aku menunggumu di ruang makan,” ucap Shinji yang meninggalkan Helena dan pergi keluar lantai.
“Baik, Master!” jawab Helena yang membungkukan badannya.
Malam yang di perintahkan pun tiba. Di ruang makan, Lucy menyajikan berbagai makanan lezat dan istimewa tersaji disini seperti masakan seafood, steak, dan masih banyak lagi.
Satu persatu mereka pun datang, diawali dengan Helena dan Ailin.
“Baiklah, sekarang mari kita makan!” seru Shinji.
“Terima kasih, Master!” jawab serempak Helena dan Ailin
Mereka pun menyantap makanannya terutama Ailin. Dia memakan dengan lahapnya, berbeda dengan Helena. Dia yang memiliki sosok anggun, dia pun makan dengan elegan dan rapih.
Shinji pun melihat mereka dengan wajah yang senang. Helena pun menyadari bahwa dirinya dilihat oleh Shinji, maka dia pun membalas melihatnya dan tersenyum kepadanya.
“Master, anda memiliki selera masakan yang bagus,” puji Helena.
“Terima kasih, Helena,” jawab Shinji.
Seusai makan bersama, mereka berkumpul di ruangan kerja.
“Baiklah, kita mulai perkenalan dirinya,” ucap Shinji.
Nama wanita berambut coklat itu ialah Ailin Walker, umur 23 tahun, bekerja di apoteker sebagai peracik obat. Ailin memiliki kehidupan yang biasa saja dan wanita pada umumnya. Akan tetapi, sebuah kecelakaan kebakaran terjadi pada tempatnya bekerja dan dia terjebak di dalamnya menjadi Dungeon Master.
Setelah menceritakan itu, Ailin menghentikan ceritanya dan Helena pun memulai ceritanya.
Helena Frost adalah seorang wanita yang terlahir di keluarga yang kaya raya akan tetapi dia dan keluarganya mengalami kebangkrutan karena gagal investasi yang dilakukan oleh Ayahnya yang membuat Helena harus bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarganya tersebut.
Hasil kerja keras dari Helena pun membuahkan hasil. Pada umurnya yang ke 27 tahun, Helana yang mengawali karirnya dari sales toko pakaian hingga diangkat menjadi direktur dibagian fashion desain dan dia juga sudah memiliki tunangan pada saat itu.
Hingga pada suatu malam, tanpa sengaja Helena bertemu dengan tunangannya yang sedang bersama wanita lain. Helena pun menjadi kesal dan marah disebabkan itu, Helena mengendarai mobil dengan sangat cepat yang membuat dirinya mengalami kecelakaan mobil.
Setelah Helena bercerita, acara perkenalan pun ditutup dan mereka kembali ke dungeonnya masing-masing dan Shinji pun pergi ke tempat tidurnya dan beristirahat disana.
Sedangkan, sebelumnya Kelvin menempatkan Dungeon perpustakaan di lantai 10 akan tetapi, disana hanya ada buku dan tidak ada siapapun lagi, Dungeon Master nya atau unit nya.
Kling!
[Lapor. Master anda mendapatkan satu pesan baru.]
Shinji yang sedang tidur, dia terbangun dan memeriksa pesan nya.
“Dungeon Master Android?!” gumam kaget saat melihat pesan masuk dari Android Master.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...
Ailin Walker.
Helena Frost.