
...Dungeon 42. Raja Lino dan Putri Flare....
Shinji tidak menyangka bahwa seorang raja dari kerajaan Bellanova akan datang ke Dungeon nya dengan pakaian santai dan tidak terlihat seperti sosok raja sedikitpun.
Jika Keisha tidak mengatakan bahwa dia itu raja dan Putri nya maka Shinji tidak tahu.
Awalnya pun Shinji menduga mereka hanya seorang bangsawan biasa saja.
"Benar kata orang bijak, Jangan melihat seseorang dari penampilan nya!" batin Shinji.
Setelah Healing Slime menyembuhkan mereka. Sang Raja manusia pun membuka mata dan bangun dari rebahan nya dan melihatku.
"Siapa kamu?" tanya Raja.
"Syukurlah, anda sudah siuman! Aku Shinji Ikari pemilik dari Dungeon ini. Salam kenal!"
Raja itu pun tersenyum, "Pada akhirnya, kamu menolong ku. Terimakasih dan bagaimana keadaan putriku?"
"Aku rasa dia juga sudah siuman dikamar sebelah karena Healing Slime juga yang menyembuhkan lukanya sama seperti anda."
Raja yang mendengar itu, dia sontak mengerutkan keningnya dan menoleh kearah Healing Slime.
"Aku tidak percaya ada Slime yang bisa menyembuhkan luka," ucap kagum Raja.
"Slime itu hanya ada di dungeon ini saja dan mungkin disuatu tempat yang cukup jauh dari disini."
"Oh, Begitu. Pantas saja, aku tidak pernah menemukan nya," jawab Raja.
"Lalu, kenapa seorang raja seperti mu ada disini?"
"Hooh, jadi kamu tahu siapa aku?" jawab Lino.
Shinji pun memberikan senyuman, "Meski tahu, aku tidak akan memberikan hormat kepada mu karena aku bukanlah rakyat mu dan bawahan mu."
Mendengar itu, Raja pun tertawa senang. "Hahaha ... baru kali ini aku bertemu dengan manusia semenarik dirimu."
Shinji tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman.
"Oiya, Maaf. Aku belum memperkenalkan diri. Aku Lino Bellanova, Raja dari kerajaan Bellanova. Senang bisa bertemu dengan mu, Tuan Shinji," ucap Lino.
"Aku juga senang bertemu dengan anda, Tuan Lino."
Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka yang mana sosok wanita berambut pirang berlari kearah Lino dan memeluk nya.
"Ayah!"
"Oh, Flare, bagaimana keadaan mu?" jawab Lino.
Gadis bernama Flare melepaskan pelukannya. "Iya, ayah. Aku baik-baik saja."
Shinji pun menoleh kesamping yang mana Keisha berada disana dan memberikan salam dengan anggukan kepala.
Shinji juga hanya tersenyum merespon nya.
"Flare, perkenalkan. Dia adalah pemilik dari Dungeon ini," ucap Lino yang memperkenalkan Shinji.
Shinji pun tersenyum dan memperkenalkan diri.
"Salam kenal, Nona! Aku Shinji Ikari, pemilik dari Dungeon ini."
"Aku tidak tahu harus berterimakasih seperti apa kepadamu. Jika kamu membutuhkan apapun katakan kepada ku! Aku akan memberikan mu gelar, tanah atau harta," ucap Lino.
"Aku tidak butuh itu semua tapi, terimakasih atas penawaran nya."
Lino tertawa kecil, "Benar juga. Tuan Nolan sudah memiliki semuanya."
Shinji tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman.
"Satu hal lagi, aku harap Tuan Nolan merahasiakan kedatangan ku dan putri ku ke Dungeon anda," pinta Lino.
"Iya, aku akan merahasiakan nya."
Sesaat kemudian, perut Flare tiba-tiba berbunyi hingga membuat nya memegang perut dan menundukkan kepalanya dengan wajah yang merah. "Maaf."
Shinji dan Lino tertawa kecil melihat sikap malu Flare.
"Seperti rasa lapar sudah memanggil. Mari kita makan bersama! Aku sudah mempersiapkan beberapa hidangan. Semoga kalian suka!"
Setelah itu, Shinji, Lino, Flare dan Keisha pergi ke ruang makan yang mana Rose sudah mempersiapkan semua makanan dan minuman. Lalu, mereka pun makan bersama.
Flare yang kelaparan, dia dengan cepat melahap makanan dan Lino pun berbagi sedikit cerita tentang petualangan nya.
Shinji pun menyuruh Lino dan Flare untuk menginap namun, menolaknya.
Sesudah makan Lino dan Flare pergi meninggalkan Dungeon diantar oleh Shinji dan Keisha sampai pintu masuk.
Setelah Lino dan Flare sudah berjarak cukup jauh. Shinji pun memberikan peringatan kepada Keisha.
"Keisha, jangan laporkan apapun tentang kedatangan Lino dan Putri nya kepada Asosiasi!"
Mendengar itu, Keisha terkejut. "Tuan Nolan, apakah anda mengetahui bahwa aku adalah mata-mata dari Asosiasi?"
Shinji pun menjawab nya dingin.
"Iya bahkan aku tahu tujuan mu yang sebenarnya yang ingin melindungi adik-adikmu."
Mendengar ucapan Shinji, Keisha semakin terkejut dan takut kepada nya yang mana dalam pemikiran, Shinji akan menghukum mati diri nya.
"Maaf, Tuan Shinji," ucap Keisha yang menutup mulut dengan tangan nya dan mundur beberapa langkah.
Melihat itu, Shinji sontak menghadap kearah nya dan mengatakan sesuatu.
"Aku akan membantu mu dan adik-adikmu dengan satu syarat. Jadilah, selir dan budak ku! Maka aku akan membantumu serta tetap lah menjadi mata-mata, Asosiasi! Kamu mau menerima penawaran ku?!"
Mendengar itu, Keisha sontak berlutut satu kaki dan menerimanya.
"Baik. Saya akan menurut dan menerima penawaran, Tuan," ucap pelan Keisha disertai dengan air mata.
"Biarkan lah aku dikatakan kejam dan jahat olehnya namun, aku lebih baik dibandingkan para bangsawan busuk di asosiasi," batin Shinji seraya melihat Keisha.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...
Putri Flare