
...Dungeon 117. Bertemu Dewi Kematian Heraia....
Saat ini Shinji ditemani beda berada di dunia yang tidak diketahui, sebuah dunia yang bertanah kan dan dinding kristal ungu serta kristal biru melayang di sekitar nya.
Shinji pun melihat sekeliling nya, "Ini dimana?"
Sesaat mengatakan itu, Shinji melihat ditengah tempat dia berdiri ada sebuah kursi tahta yang mana muncul sosok gadis cantik dengan pakaian dihiasi oleh aksesoris yang anggun serta memiliki rambut pendek dengan rambut panjang pada sisi nya berwarna putih.
"Selamat datang di dunia ku, Dungeon Master Shinji!" sapa gadis yang duduk di tahta.
Kehadiran yang tiba-tiba membuat Shinji sedikit terkejut. Namun, dia sontak merespon baik dengan menundukkan kepalanya.
"Senang dengan anda, Nona!" Shinji mengembalikan posisi badannya. "Apakah Nona yang mengundang ku ke sini?"
"Benar sekali, ngomong-ngomong. Aku ini adalah Dewi Kematian lho, Heraia."
Shinji pun memberikan senyuman remeh. "Baiklah, Dewi Heraia. Bisa anda katakan apa alasan Dewi mengundang ke dunia anda ini?"
"Shinji, aku ingin kamu menjalani misi permintaan ku sebagai hadiah nya, aku akan mengabulkan satu permohonan mu."
Shinji yang mendengar itu, dia tersenyum kecil. "Bagaimana kalau permohonan ku di luar nalar?"
"Hahaha ... Tergantung. Selamat tidak melewati batas Kekuatan Dewa, aku akan kabul kan," jawab Dewi Heraia.
"Oh, begitu kah. Dewi memang sangat murah hari. Jadi, apa misi permintaan mu?"
"Sederhana, aku ingin kamu membunuh pahlawan disana."
Mendengar itu, Shinji mengerutkan keningnya. "Mungkin kah ... pahlawan itu Satoru Honda?!"
Dewi Heraia pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Bukan, dia adalah pahlawan yang kamu ciptakan. Dia tidak dihitung."
Mendengar itu, Shinji mengambil nafas lega. "Jadi, siapa yang harus ku bunuh?"
Dewi itu pun menjentikkan jarinya yang mana kursi tahta berubah menjadi meja makan bulat berikutnya kursi nya dengan gaya klasik dan Dewi Heraia duduk disalah satu kursi.
"Shinji, silahkan duduk!"
Lalu, Shinji pun duduk dihadapan Dewi Heraia. Setelah itu, Dewi Heraia menuangkan teh ke cangkir dan memberikan nya kepada Shinji.
"Jadi, kamu menerima permintaan ku, ya?" tanya Dewi Heraia seraya mewujudkan beberapa kue dan garpu emas. Setelah itu, dia pun menyantap kue tersebut.
"Tentu saja. Aku menerima nya. Namun, ada satu pertanyaan ku? Kenapa Seorang Dewi harus membunuh Pahlawan?"
"Empat tahun lagi, Pahlawan akan mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan dunia. Tapi, setelah itu dengan kekuatan pahlawan nya. Dia akan membawa kekacauan pada dunia dan dunia akan hancur. Jadi, tolong bunuh Pahlawan tepat waktu."
Dewi Heraia pun tersenyum, "Shinji, kamu sangat percaya diri. Seperti nya aku tidak salah pilih memanggil Dungeon Master terkuat untuk menjalan kan misi ini tapi, ada satu persyaratan nya lagi."
"Apa?"
"Jangan bunuh Pahlawan itu sebelum dia membunuh Raja Iblis! Karena Raja Iblis tak bisa dibunuh selain pahlawan. Jadi, jika pahlawan dibunuh maka dunia juga akan hancur."
"Pertanyaan terakhir, kamu ingin dunia diselamatkan atau membunuh pahlawan? Jika dunia bisa diselamatkan tanpa membunuh pahlawan, itu harusnya sudah cukup baik."
"Tentu saja, Aku ingin dunia diselamatkan. Jika bisa diselamatkan tanpa membunuh pahlawan. Itu juga tak masalah, kok."
"Baiklah, aku akan terima permintaan ini," jawab Shinji.
"Terimakasih banyak, Dungeon Master Shinji. Jadi, apa permohonan mu sebagai hadiah nya? Mungkinkah kamu ingin meminta untuk mengizinkan mu untuk keluar dari Dungeon?!"
Shinji yang mendengar itu, dia pun tersenyum kecil. "Tidak perlu. Masalah itu aku sudah memiliki solusinya."
"Lalu, apa permintaan mu?"
"Izin aku membuat Dungeon lebih dari satu!" pinta Shinji.
Dewi Heraia pun tersenyum kecil, "Baiklah, aku akan mengabulkan nya. Shinji, kamu memang sangat menyukai Dungeon ya."
Shinji pun tersenyum lebar, "Hehehe... begitu lah."
"Baiklah, kesepakatan telah dibuat. Terimakasih telah berkenan mengunjungi ku, Dungeon Master Shinji."
"Sama-sama, Dewi Kematian Heraia. Senang bisa bertemu dengan anda!"
Lalu, Shinji dan Dewi Heraia pun saling bertukar senyum seraya pintu sihir dimensi terbuka.
"Sampai berjumlah kembali, Dewi Heraia!"
"Iya, sampai berjumlah lagi. Bye! Bye!" jawab Dewi Heraia dengan melambaikan tangan dan senyuman kecil.
Setelah itu, Shinji masuk kedalam pintu dan kembali ke Nexus Dungeon.
Dan, berkat pertemuan itu. Shinji mendapatkan kemampuan Ultimate Skill pertama nya;
Unique Skill, Mazecraft.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...