
...Dungeon 59. Penyusup bandit Gadis Desa....
Setelah bereinkarnasi di dunia lain, Shinji baru tersadar akan perbedaan sifat manusia antara dunia ini dan dunia kehidupan Shinji sebelumnya.
Di dunia kehidupannya dahulu, Shinji melihat wanita tlanjang hanya bisa dilihat melalui gambar dan video.
Jika pun bisa melihat wanita tlanjang, seseorang itu harus memiliki pasangan untuk saling berhubungan tubuh.
Adapun cara lain yaitu kita harus menyewa wanita itu.
Tapi, berbeda di dunia lain. Wanita dunia lain lebih polos. Ini terlihat dari gadis desa yang bahkan belum Shinji kenal dia rela mengorbankan tubuh nya hanya untuk menyelamatkan warga desa tanpa ada keuntungan untuk dirinya.
Memahami itu, Shinji tersenyum sendiri. Lalu, dia melihat kearah Ailin dan memberi kode kepada nya.
Ailin pun mengangguk kepalanya. Lalu, dia melangkah mendekati gadis desa dan mengeluarkan selimut besar dari sihir penyimpanan nya lalu, menutupi tubuh gadis desa dan membantu nya berdiri.
"Siapa namamu?" tanya Shinji seraya memegang kepala nya.
"Arina," jawab gadis desa bernama Arina yang menundukkan kepalanya.
"Arina, aku terima tawaran mu dan aku akan membantu mu," ucap Shinji dengan senyuman kecil.
"Jujur saja sebenarnya aku enggan untuk membantunya namun melihat ketulusan Arin, aku memutuskan membantunya," batin Shinji.
Lalu, Arina melihat kearah Shinji. "Terimakasih, Tuan Shinji."
Tidak lama kemudian, Lunox memberikan peringatan.
[Master, bandit telah datang ke Dungeon.]
Sesaat kemudian, layar udara muncul yang menampilkan sekitar tiga bandit didalam labirin.
Melihat nya, Shinji tersenyum. "Ini merupakan kesempatan untuk menguji kemampuan ku," batin Shinji.
Lalu, Shinji melihat kearah Arina, "Arina, kamu tunggu disini!"
"Baik, Tuan," jawab Arina.
Setelah itu, aku beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan ruangan bersama Miku.
Diruangan berbeda, ketiga bandit menelusuri labirin dengan langkah pelan dan gemetar.
"Cepat cari gadis itu! Dan pergi dari sini!" seru salah satu bandit.
"Baik, kakak besar!" jawab serentak kedua bandit.
Dan, tidak lama kemudian. Shinji bersama dengan Alpha disamping menghalangi langkah mereka.
Mereka pun sontak terkejut namun, saat melihat Alpha dan Shinji yang masih muda. Para Bandit itu pun bersikap Sombong.
"Kakak besar, lihat ada gadis cantik! Bagaimana kalau kita tangkap lalu, kita jual?" ucap bandit lainnya.
"Dengan begitu kita akan kaya. Hahahaha..." jawab bandit yang lain.
Semua bandit tertawa senang melihat Shinji dan Alpha.
Disisi lain, Shinji yang mendengar itu merasa kesal dan tanpa membuang waktu aku mengunakan Unique Skill nya.
"Lunox. Hack mereka!"
[Dimengerti!]
Sesaat kemudian, mata ketiga bandit membentuk simbol sihir dan terdiam. Lalu, Shinji melihat kedua bandit yang menghina Alpha.
"Aku perintahkan kalian berdua untuk mati!"
"Baik, Master."
Sesaat menjawab itu, kedua bandit tersenyum bangga lalu dengan pedang di tangan. Mereka mengorok leher mereka sendiri dan mati.
Shinji yang melihat itu tidak ada rasa kasih dan pengampunan.
Selanjutnya, Shinji melihat kearah Bandit yang dipanggil nya kakak besar.
"Kalian bekerja dibawah siapa?"
"Kami bekerja dibawah dibawah kelompok laba-laba delapan kaki," jawab datar kakak besar bandit.
"Apakah kamu tahu siapa pemimpin kelompok laba-laba delapan kaki?"
"Saya bandit berpangkat kecil dan saya tidak tahu. Semua urusan atasan diperintahkan oleh boss kami, Crad."
"Terimakasih kasih atas informasinya dan sekarang, mati dengan pedang mu sendiri!"
"Baik, Master!"
Shinji pun membalikkan badan dan dibelakang nya bandit kakak besar menggorok lehernya sendiri.
"Verom, bersihkan lantai ini! Dan, berikan ketiga manusia ini untuk makanan Goblin dan Slime!"
Sesaat kemudian, Verom datang dengan wajah yang senang.
"Baik, Master!" jawab Verom.
Lalu, Verom menelan ketiga jasad bandit tersebut.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...