
...Dungeon 60. Kay, Verom VS para bandit....
Setelah ratusan tahun hidup di dunia lain, Shinji kali itu baru ada rasa marah baru lantaran menghina Alpha yang ingin menjual nya sebagai budak.
Meski, Shinji sudah membunuh yang berbicara seperti itu namun, amarah nya belum reda dan Shinji pun memanggil unitnya.
"Kay! Verom!"
Sesaat kemudian, Kay dan Verom datang dalam posisi berlutut satu kaki.
"Iya, Master!" jawab serempak Kay dan Verom.
"Bunuh semua bandit yang ada di desa Ryu! Tidak boleh ada yang tersisa! Bahkan bangkai jangan sampai terlihat!" Shinji terpikir sesuatu, "Tapi, jangan membunuh pemimpin nya! Tangkap dan bawa dia kesini!"
"Baik, kami mengerti!" jawab serempak Kay dan Verom.
Dan, sesaat kemudian mereka pun menghilang.
Lalu, Shinji kembali ke penthouse nya yang mana dia kembali menikmati teh.
"Silahkan di minum, Master! Ini teh teratai yang memiliki efek menenangkan anda," ucap Rose.
Shinji pun melihat kearah dengan senyuman. "Terimakasih, Rose."
Rose pun tersenyum. Lalu, mundur beberapa langkah.
Setelah itu, Shinji pun meminumnya dan sesaat itu juga ada energi sihir yang menyelimuti dirinya hingga amarah Shinji. benar-benar menghilang.
"Memang teh teratai memiliki efek yang luar biasa," ucap Shinji seraya menaruh teh diatas meja.
Setelah itu, Shinji memerintahkan Lunox.
"Lunox, tampilkan view untuk Kay!"
Sesaat kemudian muncul layar udara 42 inci yang mana menampilkan langkah Kay dan Verom yang mana mereka berlari dengan sangat cepat menelusuri hutan dan mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di desa barat.
Setibanya disana, Kay dan Verom disungguhi dengan banyak jasad warga desa yang berserakan dan rata-rata dari mereka adalah pria.
Adapun jasad wanita yang mana jasad lebih mengenaskan lantaran tubuh nya tidak mengenakan pakaian dan penuh luka.
Melihat jasad yang begitu banyak, Verom pun meminta izin melalui telepati nya.
"Master, saya ingin memakan mereka bolehkah?" pinta Verom.
"Verom, tahan rasa lapar mu. Habisi dahulu bandit dan kamu boleh menyantap bandit tersebut!"
"Benarkah, saya boleh memakan bandit. Terimakasih, Master!" ucap senang Verom.
Setelah beberapa langkah, Kay dan Verom bertemu dengan beberapa bandit yang sontak mengelilingi.
"Ada Penyusup! Siapkan senjata kalian!" seru salah bandit dan semua bandit yang disekitar Kay dan Verom mengeluarkan senjata nya.
Lalu, Kay mengambil pedang pendek dengan kecepatan tinggi memenggal kepalanya dan bandit itu terjatuh dengan kepala yang menggelinding seperti bola.
Verom yang melihat itu, dia langsung bersemangat. "Bandit, waktunya makan!"
Mulut Verom berubah menjadi besar dalam bentuk gel dan makan jasad para bandit.
Pemandangan itu membuat bandit yang lain ketakutan dan gementaran lalu mereka pun lari.
Lalu, Kay dengan bergerak cepat mengambil katana dan membunuh bandit tersisa.
"Aaaaa ..."
"Aaaa... Tolong!"
Teriak para bandit sesaat Kay menebas para bandit dan Verom dengan sigap menyantap mereka satu persatu.
Teriakan itu membuat bandit yang berkumpul di pusat desa menjadi siaga dan disana juga terlihat para warga yang sebelumnya bersembunyi seperti yang dikatakan oleh Arina.
Disana terlihat salah satu bandit yang memimpin operasi mereka.
"Kalian jangan gentar!" seru pemimpin bandit.
"Baik!" jawab serentak bandit seraya memasang kuda-kuda nya.
Tidak lama kemudian, pemimpin bandit melihat gerakan angin yang membunuh satu persatu anak buahnya yang mana gerakan angin itu merupakan gerakan cepat dari Kay.
"Oi, Oi! apa yang terjadi?" ucap pemimpin bandit sambil mundur beberapa langkah.
Dan, gerakan itu sampai pada pemimpin bandit. Namun, Kay tidak membunuh nya melainkan memukul tepat di wajahnya hingga pemimpin bandit itu terpental jauh.
Semua warga terheran-heran dengan kedatangan Kay dan Verom. Mereka yang belum mengenal Kay dan Verom memiliki rasa lega dan takut.
Lalu, Pemimpin bandit yang masih hidup. Dia mengumpulkan tenaganya untuk berdiri meski wajahnya sudah bengkak dan dia pun semakin ketakutan saat melihat Verom yang sedang makan anak buahnya.
"Si-sfnejdn kaliwnavn," ucap tidak jelas bandit yang mana dia sudah sulit berbicara lantaran bengkak di wajahnya.
Lalu, Kay telepati kepada Shinji. "Master, sepertinya dia pemimpin bandit. Apa yang harus kulakukan?"
"Buat dia pingsan dan bawa ke Dungeon!"
"Baik, Master," jawab Kay.
Setelah itu, Kay dengan kecepatan tinggi berlari dan tiba dibelakang pemimpin bandit yang mana dia dengan sontak memukul tengkuk nya dan pemimpin bandit itu pingsan.
"Verom! Simpan dia dan jangan dibunuh!" seru Kay.
"Oke, Kay!" jawab Verom. Lalu, dia menyimpan pemimpin bandit di perut Verom.
Dengan ini petarung selesai.
Sesudahnya itu, Kay berjalan kearah warga desa yang disandera.
"Master, apa yang harus kulakukan dengan kumpulan manusia ini?" tanya Kay.
"Bawa mereka ke Aula pertemuan di lantai Istana!"
"Baik, dimengerti!" jawab Kay.
Setelah itu, Kay meluruskan tangan nya dan merapal sihir gerbang yang membuat Kay, Verom dan warga desa tiba di Aula pertemuan dalam sekejap.
Shinji yang melihat itu, menutup layar dan beranjak dari kursi.
"Sekarang waktunya giliran ku!"
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...