Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 104. Kay In Goblin nest part I



...Dungeon 104. Kay In Goblin nest part I....


Lokasi Dungeon belum di temukan, informasi lawan juga belum lengkap.


Memikirkan semua itu, Shinji pun berpikir matang-matang untuk sisi keuntungan nya dan terpikir lah sesuatu.


"Jika aku menguasai ras Goblin di daerah ini mungkin aku bisa mengatur kekacauan nya," batin analisa Shinji.


Setelah memikirkan hal itu, Shinji pun pergi ke lantai 12, ruang Boss ketiga dan tempat tinggal Kay yang mana Shinji pergi menemui nya.


Setibanya disana, Kay yang sedang bersantai sontak berlari ke arah Shinji dan berlutut satu kaki.


"Master!" sapa Kay.


"Kay, Ada sesuatu yang harus ku sampaikan secara langsung!"


"Apa perintah anda, Master?"


"Kay, aku mendapatkan kabar bahwa ras Goblin sedang bermigrasi yang berarti mereka di pimpin oleh Goblin yang semena-mena maka dari itu, aku ingin kamu menguasai ras Goblin yang ada di hutan Meiya ini. Cara nya sederhana, kamu menyamar untuk masuk ke sarang para Goblin lalu, membunuh nya setelah itu, ambil tahtanya. Sesudah itu, aku akan memberikan perintah selanjutnya!"


"Siap, Master! Saya akan laksanakan."


Setelah mendapatkan perintah itu, Kay melepaskan semua atribut jenderal nya dan menjadi Goblin biasa. Lalu, Kay pun meninggalkan Dungeon.


Hutan Meiya merupakan hutan yang sangat luas dengan berbagai ras yang hidup disana salah satu nya Goblin.


Setibanya ditengah hutan, Kay pun bertemu dengan sekawanan Goblin yang sedang berkemah dengan api unggun serta daging yang tertancap di dekat api.


"Seperti nya mereka bisa aku dekati," batin Kay.


Setelah itu, Kay yang bersembunyi di semak-semak keluar dan menghampiri para Goblin itu.


Para Goblin yang sedang berkembang sontak bangkit berdiri dan memasang posisi siaga dengan pisau di tangan mereka.


"Kamu dari kelompok apa?" tanya salah satu Goblin.


Kay pun mengangkat tangan nya. "Aku tersesat tertinggal kelompok ku."


Para Goblin sontak saling bertukar pandang dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, ikut kami!" seru salah satu Goblin.


"Ya."


Setelah itu, Kay bersama ketiga Goblin yang temui nya pergi ke suatu tempat yang Kay sendiri tidak ketahui.


Lalu, Kay pun tiba di sebuah goa tepi bukit hutan yang mana disana ada beberapa Goblin yang berjaga di depan pintu masuk.


Dan, setibanya didalam terdapat juga beberapa Goblin disepanjang lorong Goa yang mana di titik tertentu terdapat bendera Goblin sebagai tanda tempat ini berada dalam kekuasaan Goblin.


Lalu, Kay dan Goblin lainnya menghentikan langkah di ruangan kecil.


Salah satu Goblin dari tempat itu menghampiri mereka.


"Serahkan makanan!" seru Goblin yang menghampiri Kay.


Lalu, keempat rekan Goblin Kay menyerahkan buruan nya.


Melihat itu, Kay pun mengikuti langkah mereka.


Tanpa disadari tubuh Kay semakin tinggi, ini terlihat dari Goblin yang mengajak bicara Kay sedikit melihat keatas.


"Kamu! ikut dengan ku!" seru Goblin.


Kay sama sekali tidak mengerti maksudnya mengajak dia meski begitu, Kay tetap menuruti nya.


Lalu, Kay pun diajak ke sebuah ruangan Goa yang mana terdapat berbagai senjata berkarat didalamnya.


"Ambil senjata!"


Sebenarnya Kay memiliki banyak senjata yang lebih baik dibandingkan dengan senjata yang terpajang disini namun, saat ini Kay masih dalam keadaan observasi dan ingin menyembunyikan kekuatan nya.


Maka dari itu, Kay pun mengambil pisau dari ruang senjata. Meski berkarat, dia tidak mempermasalahkan nya.


Setelah mengambil pisau, Goblin yang mengantar mengajak Kay kembali.


Seusai itu, Kay dan Goblin pengantar pun meninggalkan ruangan senjata dan pergi ruang goa lainnya. Semakin Kay memasuki ruang berbeda jumlah Goblin semakin banyak yang berkumpul.


Adapun beberapa Goblin menatap heran dan sampai pada ruangan besar yang mana seluruh Goblin sedang berkumpul dengan kebisingan dari raungan mereka.


Selain itu, Kay melihat Goblin besar dengan mata tajam, otot yang besar dengan tinggi dua meter serta memiliki kulit merah yang dilengkapi dengan baju zirah berkarat dan memiliki pedang besar dengan bola pertama di ujung gagang nya.


Melihat itu, Kay pun mengunakan Extra Skill [Demon Eyes] dan mendapatkan data.


Raja Goblin Horde Timur.


Level 30.


Ras: Red Hobgoblin.


Melihat status itu, Kau pun tersenyum remeh,


"Raja itu memiliki status lebih rendah dari ku," batin Kay.


Saat Kay terdiam cukup lama, Goblin yang mengantar dia menarik Kay dan berseru.


"Cepat!"


Dan, Kay pun ditarik kehadapan Raja Goblin dan Goblin yang mengantar sontak bersujud.


Kay yang melihat itu sontak mengikuti nya meski Kay tidak suka namun demi tugas, dia siap melakukan apa saja.


Dan, lebih dari itu. Kay tidak ingin membuat masalah.


"Raja, saya datang membawa pembangkang!"


Mendengar itu, Kay terkejut didalam sujud.


"Apa pembangkang?! Bicara apa goblin ini?! Mungkin kah aku sudah ketahuan?" batin kaget Kay


Mendengar itu sang Raja Goblin menatap tajam Kay dan berseru.


"Kamu terlambat harus dihukum Mati!" seru raja Goblin.


Kay yang mendengar seruan itu sontak mengangkat badan dan kepala Shinji melihat ke Raja Goblin tersebut.


"Eh? Apa maksud nya Raja?"


Raja Goblin tidak mendengarkan ucapan Kay, dia berdiri dan tersenyum lebar.


"Guaulgagaga ... tenang saja, aku orang yang lembut dan tidak akan langsung membunuh mu.


Seusai mengatakan itu, Raja Goblin melompat tepat di depan Shinji dan melesatkan tendangan kearah Kay hingga terpental ke sisi dinding batu.


"Guguagahah! ini sungguh menyenangkan," ucap senang raja Goblin.


Semua Goblin terdiam dan tidak bisa melakukan apapun. Mereka hanya bisa menatap Kay.


"Ini lah hirarki monster, jika kamu menentang Raja. Maka kamu akan mati. Meski Aku diperlakukan tidak adil, mereka lebih memilih diam," batin Kay dengan senyuman kecil di tanah.


"Ingat lah, Goblin Rendahan! Aku raja. Jadi merasa terhormat lah mati di tangan ku!" seru Raja Goblin.


Mendengar itu, Kay pun bangkit berdiri dan melangkah menghadap Raja Goblin itu dengan tatapan tajam.


Selain itu, Insting mengatakan satu kata.


"Bunuh."


Setelah itu, Kay pun mengambil pisau dari cincin penyimpanan. Hal itu membuat Raja Goblin terdiam dan menatap tajam.


"Alat manusia! Sungguh rendahan!" seru kesal raja Iblis lalu, dia pun mengangkat pedang nya. "Kamu memang harus mati!"


Kay pun tersenyum, "Coba saja!"


"Ini adalah hukum rimba, dunia yang dimana yang kuat akan selalu kuat dan lemah akan selalu lemah. Lalu, yang kuat akan selalu mengusik yang lemah. Di kehidupan ini, aku akan merubah nya. Yang Lemah bisa menjadi Kuat dan Melindungi yang lemah.


Bersambung ...


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...