Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 100. Selena di Desa dan Belahan Jiwa Shinji, Senja



...Dungeon 100. Selena di Desa dan Belahan Jiwa Shinji, Senja....


Mantan tunangan dari Albert telah tiba di kota Ryu yang mana Albert sontak menyambut nya di rumah nya dan saat ini mereka sedang berada di ruang tamu.


"Nona Selena, silahkan di nikmati teh dan kue nya!" seru Mia seraya menyajikan teh dan kue diatas meja.


"Terimakasih, Mia," ucap Selena dengan senyuman lebar.


Mia pun tersenyum dan kembali ke dapur. Dia menghormati pembicaraan empat mata antara Albert dan Selena.


"Jadi, kenapa bisa kamu ada disini?"


Mendengar pertanyaan Albert, Selena pun menghela nafas panjang.


"Sebenarnya ...."


Selena pun bercerita tentang perjodohan nya dengan Raul namun, Selena sama sekali tidak menyukainya dan memutuskan untuk kabur dari rumah.


"... Begitu lah. Aku hanya ingin hidup bebas dan mandiri. Albert, apakah ada rumah kosong di kota ini?"


"Apa kamu yakin, Selena? Kamu itu putri bangsawan Elf?"


"Aishh ... Aku ingin melepaskan semua itu dan menjadi Tentara Bayaran!" ucap bangga Selena.


"Ehh?!" jawab datar Albert.


Selana yang mendengar itu, dia hanya tersenyum lebar.


Lalu, Albert beralih topik pembicaraan.


"Oiya, kenapa kamu dikejar banyak Goblin?"


"Ah, bicara itu ..."


Selana pun menceritakan kronologis dirinya dikejar Goblin. Hal itu dikarena Selena yang sedang berjalan tiba-tiba ada beberapa Goblin. Awalnya Selena yang ahli dalam panah, dia pun bisa menghadapi nya akan tetapi tiba-tiba Goblin itu memanggil rekan nya hingga membuat Selana kewalahan dan memutuskan untuk melarikan diri.


"... Dan, beruntung aku sampai ke kota Ryu tepat waktu."


Mendengar itu, Albert mengerutkan keningnya.


"Ada yang aneh dengan pergerakan Goblin. Seperti nya aku harus melaporkan nya kepada Master," ucap Albert yang berbicara sendiri.


Mendengar itu, Selena sedikit bingung. "Master?"


"Iya, Master Shinji. Pemilik dari Nexus Dungeon dan Wilayah ini."


"Oh, begitu. Ya ... aku jadi ingin bertemu dengan nya," ucap santai Selena.


"Iya, mungkin nanti. Kamu akan bertemu dengan nya," jawab santai Albert.


Selena pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Ditempat yang berbeda, Shinji saat ini sedang berada di Nami Technologi Factory yang mana Nami dan Shanks sedang memamerkan sesuatu kepada Shinji.


"Master, kami berhasil membuat boneka seperti yang anda minta," ucap Nami dengan senyuman bangga.


Beberapa Minggu yang lalu, Shinji memerintahkan untuk membuat boneka setara dengan Beta dan Alpha. Akan tetapi, boneka ini bukanlah untuk bertarung di Dungeon melainkan untuk kesadaran Shinji yang lain.


Pemikiran Shinji itu didapatkan lantaran Lunox telah berhasil menemukan cara Shinji untuk keluar dari Dungeon meski tidak secara langsung namun, Shinji akan mendapatkan pengalaman nya dengan mengunakan Worm Soul.


Worm Soul adalah salah satu dari kemampuan Bug System yang dikembangkan oleh Lunox yang mana memiliki kemampuan untuk memecahkan dan memindahkan jiwanya ke tubuh orang lain dan mengambil alihnya dengan bebas dan memungkinkan Shinji untuk berulang kali menipu kematian. Namun, jiwa aslinya tetap dengan tubuh utamanya artinya Shinji akan mati jika tubuh utama dihancurkan dan dia hanya dapat mengendalikan mereka yang memiliki sebagian dari jiwanya. Akan tetapi, Shinji hanya bisa memecahkan jiwa nya ke satu tubuh.


Memahami itu, Shinji pun ingin menguji coba kan nya kepada boneka dan Nami dibantu oleh Shanks berhasil menciptakan boneka yang imut.


Seorang gadis yang memiliki tinggi 150 cm, berambut pendek pirang dan memiliki wajah yang imut.



"Baiklah, aku akan mencoba nya sekarang!"


Lalu, Shinji pun menaruh tangan kanan nya pada dada tengah boneka itu, menutup mata dan merapalkan skill nya.


"Bug System Call. Worm Soul."


Sesaat kemudian, kesadaran Shinji pun terbelah dan salah satu nya masuk kedalam Boneka berambut putih.


Seusai itu, Shinji melepaskan tangan dari dada nya dan mundur satu selangkah yang mana tidak lama boneka itu pun membuka matanya dan melihat Shinji serta melontarkan senyuman.


"Tubuh utama, Kamu berhasil. Jiwa mu terbelah menjadi diriku."


"Diri ku yang satu lagi, apakah ada kesalahan?"


Boneka itu pun memeriksa tubuh nya, "Tidak ada yang salah."


Shinji pun tersenyum senang diikuti oleh Nami dan Shanks.


"Baiklah, mulai hari ini kamu bernama Senja. Seorang tentara bayaran berbakat yang suka membantu banyak orang. Sedang kan, aku yang akan menjadi antagonis nya."


Boneka yang bernama Senja itu pun tersenyum kecil, "Seperti yang kamu rencana kan. Tapi, ini belum seratus persen sukses lho."


"Iya, kamu harus melakukan pelatihan dulu."


"Aishh ... ini hanya berlaku untuk unit. Sedangkan, aku boneka yang memiliki Bug."


"Oh, Iya. Benar juga. Skill yang belum pernah aku coba."


Shinji dan Senja pun saling bertukar tawa kecil.


Lalu, Senja menempelkan tangan kanan nya pada dada kiri dan merapalkan fitur.


"Bug System Call. Malware Modification. Level."


Fitur Malware merupakan fitur yang tidak bisa digunakan oleh Shinji yang bertubuh manusia akan tetapi berbeda dengan tubuh Shinji yang lain yaitu Senja yang mana dia merupakan boneka sihir tingkat Automata.


Sesaat kemudian, muncul lingkaran sihir dibawah Senja dan mengeluarkan aura hitam pekat yang mana Lunox memberitahu bahwa Senja terus menerus datang sampai Senja berhasil naik sampai level 60 dalam sekejap mata.


Sesudah itu, Senja membuka mata kembali.


"Shinji, aku berhasil," ucap senang Senja.


Shinji pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, sekarang waktunya ke Tahap berikut nya."


"Baik."


Setelah itu, Shinji bersama Nami dan Shanks pergi ke pintu gerbang menguji coba seraya mengantarkan Senja jika berhasil.


Sebelum keluar, Senja pun mengambil nafas dalam-dalam dan membulatkan tekadnya. Lalu, dia pun melangkah keluar Dungeon tanpa ada masalah apapun.


Melihat itu, Shinji sontak tersenyum senang.


"Akhirnya, aku berhasil melawan peraturan Dungeon," ucap Shinji seraya memandangi Senja yang juga senang melihat sekitar luar pintu masuk Dungeon


"Master, selamat!" seru senang Nami.


"Selamat, Master!" sambung Shanks.


"Iya, terimakasih Nami, Shanks."


Lalu, Shinji pun saling bertukar senyum kepada Nami dan Shanks.


Dengan ini projects mencari cara keluar Dungeon pun berhasil dan keesokan harinya, Senja keluar dari Dungeon dan menikmati dunia luar.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...