
...Dungeon 97. Rencana pembangunan dan Hasrat Keisha...
Saat ini Shinji sedang duduk berhadapan dengan Albert di ruang kerja Penthouse.
"Albert seperti yang kamu ketahui bahwa Desa Ryu di serang oleh prajurit dari kerajaan Bahamut."
Albert pun mengangguk kepalanya, "Iya, saya mendengarnya."
"Karena alasan itulah, aku ingin membangun kota kecil, apakah kamu sanggup?"
"Iya, Master. Serahkan kepada Saya!" jawab Albert dengan menundukkan kepalanya.
"Terimakasih, Albert. Aku mengandalkan mu."
"Baik, Master."
Lalu, Albert bersama Mia pergi ke desa Ryu dan memulai pembangunan.
Seusai melakukan itu, Shinji sendiri kembali ke Penthouse dan bermain kartu bersama ketiga selir nya, Laluna dan Vera di taman dalam Penthouse.
Ditengah bermain, Flare menghentikan sejenak dan bertanya sesuatu yang Shinji lupakan.
"Master, bagaimana keadaan Keisha? Tidak kah, Master mengunjungi nya. Apalagi mungkin Master membutuhkan seseorang selir baru yang menemani tidur anda. Tapi, jika Tuan ku memaksa kami untuk melakukan nya. Kami tidak keberatan. Bukan kah begitu, Kak Laluna?" ucap Flare.
Laluna tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku akan mengunjungi nya."
Seusai mengatakan itu, mereka pun saling bertukar senyum.
Setelah itu, Shinji mengunjungi Keisha yang mana dia ada di Desa Homunculus ini dan sejak Shinji mengangkat nya sebagai Selir budak. Dia sama sekali tidak mau keluar dari kamar.
Bahkan sewaktu Shinji mengunakan Bug System nya, dia hanya memikirkan adik-adik nya di panti asuhan dan sama sekali tidak menyukai Shinji.
Alasan itu lah Shinji tidak pernah menyentuhnya karena dia tidak ingin memaksa kehendak seseorang yang baik dan tidak bersalah meski Shinji memiliki kemampuan pencucian otak.
Setibanya di mansion Keisha, Shinji terkejut lantaran melihat dia dalam kondisi mabuk-mabukan dan kondisi nya tidak terawat.
"Apa yang terjadi disini?"
Lalu, Lunox pun menjawab nya.
[Master, beberapa bulan ini, Tuan Pablo mengirimkan minuman kepada nya dan menginginkan dia untuk hamil.]
"Apa?!"
Sesaat Keisha melihat Shinji wajah nya langsung memerah dan berjalan menghampiri dan memeluk Shinji.
"Master. aku sangat kesepian. Kenapa Tuan ku tidak mau berkunjung? apakah karena aku jelek, miskin?" ucap Keisha dipelukan Shinji.
"Maaf, selama ini aku sibuk dan tidak memikirkan mu."
Saat menatap Shinji, wajah Keisha semakin memerah dan dia sontak mencium Shinji lalu, bermain lidah.
Shinji pun menjadi terpancing oleh Keisha dan menerima ciuman itu sambil melepaskan pakaian dan tidur di kasur.
Keisha pun mulai bermain dengan badan Shinji seperti ngemut pen ibarat permen manis yang membuat nya naik dan Shinji terpancing lebih dalam untuk bergulat dengan nya beberapa ronde.
Karena ini pertama kali untuk nya, darah pun keluar. Shinji pun tidak mempedulikan dan terus bergulat.
Sampai akhirnya, Keisha terlihat sudah sangat lelah dan Shinji pun tidur disampingnya.
Setelah itu, Shinji tersadar dari gairah dan memandangi Keisha yang tidur di samping nya.
"Memang Keisha wanita yang cantik juga namun, apakah aku terlalu munafik karena tidak menerima pengorbanan nya untuk adik-adiknya. Apakah lebih juga aku menghapus ingatan adik-adik dan Pablo agar dia mendapatkan kehidupan baru di Dungeon ini? Meski begitu, hati nurani pasti akan menolaknya. Mungkin satu-satunya jalan ialah membawa adik-adik nya ke Desa Dungeon agar dia dekat dengan adik-adik nya!" batin analisa Shinji.
Keesokan harinya, Keisha terbangun yang mana dia terkejut melihat Shinji yang tidur disampingnya yang mana sebenarnya Shinji berpura-pura tidur.
"Eh, Master!" ucap kaget Keisha.
Lalu, Keisha pun memeriksa dan tersadar bahwa dia tidak prawan lagi. Meski mengetahui itu, Keisha hanya tersenyum lalu, dia pun beranjak dari kasur dan merapihkan diri.
Setelah pergi, Shinji baru membuka matanya dan menghela nafas panjang.
Beberapa saat kemudian, Rose dengan sigap mempersiapkan makanan dan beberapa minuman diatas meja.
Lalu, Shinji dan Keisha sarapan bersama dan ditengah itu, Kami pun berbincang kecil.
"Maaf kan aku, Master. Semalam aku berpenampilan dan berprilaku tidak layak dan memalukan," ucap Keisha.
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi, maaf. Aku juga telah merenggut kesucian mu."
Wajah Keisha sontak memerah dan menundukkan kepalanya. "Tidak Master, Tubuh ini sudah menjadi milik Master."
Shinji pun tersenyum mendengar nya, "Terimakasih pengertian nya dan sebagainya bayaran nya, aku ingin membawa semua adik-adik panti asuhan mu untuk tinggal di salah satu desa Dungeon ini. Apakah kamu mengizinkan nya?"
Mendengar perkataan Shinji, Keisha menutup mulut dengan kedua tangan dan menitihkan air matanya.
Lalu, Keisha beranjak dari kursi dan membungkukkan badannya.
"Terimakasih, Master. Karunia anda berlimpah. Panjang Umur!" ucap Keisha.
Setelah itu, Keisha sontak memberanikan diri untuk mencium Shinji dan Shinji pun menerima nya hingga ronde selanjutnya berjalan.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...