Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 39. Video Game dan Rahasia Nami



...Dungeon 39. Video Game dan Rahasia Nami....


Shinji saat ini masih berada didepan komputer yang mana kali ini dia memutuskan untuk mengunduh banyak game dengan berbagai konsole yang ada di bumi.


Seusai mengunduh, Shinji pun memainkan nya. Menyadari dia sudah banyak memiliki game. Kini, Shinji memutuskan untuk mengunduh berbagai film dan dia pun memutuskan untuk membuat ruangan baru di Penthouse nya yaitu ruangan home teater yang dilengkapi dengan proyektor yang sangat jelas setelah itu terhubung oleh konsol yang dibuat Shinji sendiri.


Nama Konsol itu bernama Ultron dengan kemampuan bisa memainkan semua konsol game didalam satu konsol dan All Player, sebuah alat yang mampu memainkan semua jenis Video.


Lalu, Shinji pun bermalas-malasan di ruangan itu.


"Kenyamanan ini memang terbaik," gumam senang Shinji yang sedang sibuk bermain game Konsole.


Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang masuk.


Krek!


Suara pintu terbuka di ruangan home theater.


“Master, apa bena-,” ucap Nami yang masuk ke ruangan dan dia terkejut saat melihat permainan bola disana.


“Nami, ayo main!” seru Shinji.


“Yoshhaa … jangan marah ya kalau kalah!” ucap Nami.


“Hahaha …” tawa kecil Shinji


Nami dan Shinji pun bermain game bumi dan beberapa saat kemudian, Helena dan Ailin datang dan ikut juga bermain game.


“Ngomong-ngomong, berapa game yang kamu unduh?” tanya Nami.


“Hmm … sekitar 123.500 game."


“Ehhh … serius nih!" kaget Nami.


“Ya, memang segitu aku telah mengunduh,” ucap Shinji.


Setelah lama main game yang bertahan tersisa Shinji dan Nami sedangkan, Ailin dan Helen sudah terbaring tidur di sofa.


Lalu, Nami mengatakan sesuatu.


"Master, jika kamu bisa mengalahkan ku maka aku akan memberitahu master sebuah rahasia."


"Lalu, jika aku yang kalah?" tanya Shinji.


Nami menoleh kearah Shinji, Master harus menuruti perkataan ku untuk satu hari saja.


"Selama tidak membahayakan Dungeon maka aku akan menyetujui nya. Oke!"


"Terimakasih," jawab Nami dengan senyuman lebar.


Lalu, mereka pun bertanding yang mana terjadi persaingan sengit namun, Shinji bisa mengatasi nya dan menang.


"Yataaa! Aku menang!" seru senang Shinji dengan membentangkan tangan nya keatas.


Nami pun menghela nafas panjang dan tersenyum kecil. Lalu, melihat Shinji dengan senyuman kecil. "Master memang hebat!"


Shinji pun juga tersenyum lalu, mengelus-elus kepala Nami. "Kamu juga hebat."


Melihat senyuman dan sikap Shinji membuat Nami tersipu malu. Lalu, dia pun memutuskan untuk mengungkapkan rahasianya.


"Master, sebenarnya ..."


Shinji mengembalikan tangan nya dan mendengar pembicaraan Nami yang mana sebenarnya Shinji sudah tahu namun, dia pura-pura tidak tahu.


Lalu, Nami pun bercerita tentang kisah dan mimpi nya untuk membangun Dungeon dengan gaya modern sampai dia pun terlibat hutang ke Dungeon tipe rentenir dan pembunuh bayaran, Syelle Dungeon.


Pada saat itu, Nami sedang tidak memiliki Dungeon poin dan tidak ada penyusup atau hadiah yang menambah penghasilan nya hingga dia meminjam poin ke Syelle Dungeon akan tetapi, Dungeon Master Syelle yang tahu bakat dari Nami. Dia pun memanfaatkan dan menjadikan nya salah satu dari Eksekutif Syelle Dungeon.


Sampai terlihat lah Dungeon pemula, Nexus Dungeon yang mana Dungeon Master Syelle ingin memperbudak atau menghancurkan Nexus Dungeon. Maka dari itu, Nami diperintahkan untuk memata-matai Shinji dan Dungeon nya.


"... Itulah rahasia ku." Nami menundukkan kepala seraya menitihkan air mata nya. "Maafkan aku Master. Jika, master ingin membunuh ku maka aku akan menerima nya."


Shinji yang melihat itu, dia menegakkan kepala Nami dan mengusap air mata nya.


"Untuk apa aku melakukan hal seperti itu hanya kamu seorang mata-mata dan menjalankan tugas. Tapi, pengkhianatan tetap lah pengkhianatan maka dari itu, cerita kan semua tentang Syelle Dungeon. Aku tidak akan memaafkan seseorang yang telah membuat unit cantik ku menangis."


Mendengar itu, Nami sontak membuka lebar kedua matanya dan tersenyum disertai dengan menganggukkan kepalanya. "Baik, Master."


Dan, Nami pun menceritakan semua tentang Syelle Dungeon.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...