Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 106. Buah Evolusi



...Dungeon 106. Buah Evolusi....


Setelah Kay menjadi Raja Goblin, dia pun mendapatkan beberapa informasi diantara nya;


Goblin memiliki hirarki berbeda yang mana setiap pemimpin kelompok Goblin diberikan gelar Raja dan Kay pun di Goa itu memimpin 50 Goblin dipanggil raja sedangkan, Kay sendiri dibawah Master Shinji memimpin sekitar 8.000 Goblin.


Lalu, Kay juga mendapatkan informasi tentang kelaparan yang melanda Goblin Hutan Meiya disebabkan muncul nya Dungeon Baru yang mengeluarkan banyak Goblin dan menjarah makanan di hutan Meiya.


Dan, keterpurukan yang terjadi di beberapa desa Goblin.


Itulah informasi yang didapatkan Shinji dari Kay melalui telepati.


"Aku paham. Perintah selanjutnya, pergi lah ke desa Goblin dan yakin kan mereka dibawah kepimpinan mu!"


"Baik, Master."


Setelah itu, Kay menutup telepati nya dengan Shinji.


Dan, Shinji sendiri saat ini sedang menanam bibit buah di Shinji farm bersama Vera, Laluna dan Rose.


"Master, anda sedang menanam bibit apa?" tanya Vera.


"Buah Evolusi. Menurut para senior Dungeon Master, buah dari pohon ini mampu mengevolusi ras unit Dungeon agar lebih kuat lagi," jawab Shinji.


Dalam pemahaman Shinji juga, buah Evolusi adalah buah langka yang mampu merubah baik fisik dan kemampuan yang memakan buah tersebut.


"Ehh? Keren! Bukankah ini pohon langka?" tanya Laluna.


"Iya, untuk sempurna dan berbuah nya saja dibutuhkan 100 tahun," jawab Shinji dengan senyuman lebar.


"Ehhh? Lama nya!" jawab ngeluh Laluna.


Tapi, tidak dengan Vera. Dia berpikir sesuatu.


"Master, saya bisa membantu anda untuk pertumbuhan pohon ini," ucap Vera.


Mendengar itu, Shinji sontak tersenyum senang.


"Benarkah? Baiklah, mohon bantuannya!"


Vera pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Lalu, Shinji yang masih posisi jongkok bangkit berdiri lalu, mundur beberapa langkah.


Sedangkan, Vera melangkah maju dan memegang pohon yang baru di tanam Shinji dan merapalkan mantra.


"Wahai Roh pelindung bumi, berkati lah tumbuhan ini ..."


Dalam pembacaan mantra yang panjang, disaat yang bersamaan bibit yang ditanam Shinji memunculkan tunas dan daun lalu, berlahan tunas berubah menjadi pohon kecil sampai menjadi pohon besar seperti pohon cemara dan berbuah dalam sekejap mata.


Besar Buah nya seperti bola Hokye dengan warna merah pekat dan disaat yang bersamaan, Vera sudah menyelesaikan mantra nya.


Meski begitu, Shinji melihat Vera yang lemas lantaran mengunakan sihir tingkat dunia. Lalu, dia pun sontak membantu nya berdiri dan memberikan Mana Potion kepada nya dan Vera meminumnya.


"Terimakasih, Master."


Seusai meminum mana Potion, Vera melepaskan tangan Shinji dari bahunya lalu dia melihat buah Evolusi yang masih menempel di pohon.


"Master, apakah buah ini tidak beracun?" ucap Vera.


"Aku yakin buah ini tidak beracun."


Lalu, Laluna melihat kearah Shinji dengan tatapan cemas.


"Tapi, tetap saja kami khawatir. Kami tidak ingin Master keracunan dan menderita karena nya. Jadi, biarlah aku mencoba nya terlebih dahulu," ucap Laluna yang sontak mengambil buah Evolusi dari tangan Vera.


Saat Shinji mengatakan seperti itu, Lunox menjawab nya.


[Master, Laluna memiliki skill kekebalan racun. Anda tidak perlu cemas.]


"Tuan ku tidak perlu khawatir. Aku bisa mengatasi nya," ucap Laluna meyakinkan Shinji.


"Baiklah, maaf merepotkan mu."


Laluna tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu, dia pun melangkah mendekati pohon dan mengambil salah satu buah Evolusi dan menyantapnya.


Menurut keterangan dari Laluna. Buah itu akan berkhasiat secara maksimal dengan memakan sepuluh buah.


Disaat Shinji mengatakan itu kepada Laluna, tanpa ada bantahan dia menyantap sepuluh buah.


Setelah menghabiskan buah yang kesepuluh, Laluna pun tumbang dan mengeram kesakitan.


Shinji dan Vera yang melihat itu sontak panik dan menghampiri nya


"Laluna, kamu baik-baik saja. Dimana yang sakit?"


Laluna pun melihat kearah Shinji dengan wajah yang pucat disertai dengan senyuman.


"Aku baik-baik saja. Ini hanya rasa sakit digigit serangga," jawab Laluna dengan nada yang berat.


"Lunox, apa yang harus ku lakukan?!"


[Master tidak perlu khawatir. Yang terjadi pada Laluna bukanlah penyakit atau racun melainkan perkembangan.]


Tepat seperti yang dikatakan Lunox, bentuk tubuh Laluna tiba-tiba berubah, sayap dan tanduk nya rontok.


Lalu, tubuh Laluna pun berubah menjadi sosok manusia yang sangat cantik.


"Laluna, apa yang sedang terjadi?"


[Tubuh dan kemampuan Laluna telah mengalami evolusi maksimal yang membuat ras dirinya meningkat menjadi Fallen Angel.]


Shinji yang mendengar itu tersenyum senang, "Selamat, Laluna! Kamu sekarang sudah lebih kuat."


Laluna tersenyum lebar, "Iya, Dengan ini aku bisa lebih berguna lagi untuk Master ku."


Shinji dan Laluna pun saling bertukar senyum.


Setelah mengetahui hasil dari buah Evolusi, Shinji dan Vera pun memakannya dan membuat mereka berubah menjadi ras yang baru.


Shinji berubah Ras Primordial Human.


Dan, Vera berubah menjadi Primordial Fairy.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...


Hei, guys. Terimakasih sudah membaca novel ku ini dan pada kesempatan ini, aku ingin menumpang promo. Kali aja berkenan, novel itu berjudul


Another Life With Dungeon System.



Jika berkenan mampir nya, ini kisah Mc wanita yang memiliki Dungeon System di jiwa.


Aku membuat novel ini karena ingin mencoba lagi nulis MC wanita, kali aja berkenan.


Hehehe ... oke thanks untuk perhatian nya.