
...Dungeon 67. Diplomasi dua sisi....
Saat ini Shinji sedang berada di lantai Istana.
Dan setibanya disana, Shinji melihat Lino yang sudah berbaring yang mana itu dibantu oleh Rose dan Flare duduk disampingnya dengan meratap sedih melihat keadaan Ayah nya.
"Nona Flare, apa yang sedang terjadi?"
Saat mengatakan itu, Flare melihat Shinji dengan tatapan sedih dan air mata jatuh di pipinya.
"Tuan Shinji, Aku mohon selamatkan, Ayahku!"
Disaat melihat tangisan dari Flare, Shinji pun menghampiri nya.
"Kamu tidak perlu khawatir. Ayah mu akan sembuh."
Setelah itu, Shinji memanggil Ailin.
"Ailin."
Sesaat kemudian, Ailin pun datang disamping Shinji.
"Iya, Master," jawab Ailin.
"Ailin, sembuh kan dia!"
"Seperti permintaan mu, Master!" jawab Ailin yang menundukkan kepala nya.
Setelah itu, Ailin mendekati Flare dan mengusap air matanya.
"Kamu tidak perlu menangis selama ada Master pasti semua permasalahan terselesaikan," ucap Ailin.
Flare yang mendengar itu, dia mengangguk kepalanya. Lalu, melihat kepada Shinji dan memberikan senyuman nya.
Shinji pun juga membalas nya dengan senyuman.
Setelah itu, Ailin mendekati Lino yang sedang berbaring. Dia terlihat pucat dan mengeram kesakitan.
Dan, sosok pria tinggi yang berdiri didekat Flare memberitahu sesuatu.
"Nona, dia terjangkit kutukan abadi. Semua sihir penyembuhan telah dilakukan tapi tidak berhasil," ucap Flare.
"Tidak perlu khawatir. Ailin, bisa menyembuhkan nya," ucap Shinji untuk menenangkan Flare.
Flare yang mendengar itu, dia mengusap air mata dan menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Ailin menempelkan tangan di dahi Lino seraya merapalkan skill nya.
"Unique Skill. Recovery."
Sesaat merapalkan itu, tangan Ailin bersinar hijau dan sinar itu menghisap asap hitam yang keluar dari dahinya hingga Lino tidak geram kesakitan lagi dan wajah yang yang pucat kembali seperti sedia kala.
Tidak lama, Ailin melepaskan tangan dari dahi Lino dan dia pun membuka matanya.
"Penyakit ini seperti mimpi!" ucap Lino seraya bangun dari rebahan nya.
Flare yang melihat itu sontak memeluk Lino, "Ayah!"
"Flare! Syukurlah, kamu baik-baik saja!" jawab Lino seraya melepaskan pelukannya Flare dan memegang pipinya.
Flare pun menjawab dengan anggukan kepala saja.
Setelah itu, Lino melihat kearah Shinji. "Tuan Shinji, Terimakasih telah menyembuhkan penyakit ku," ucap Lino seraya membungkukkan badannya.
Dan, sikap Lino itu di ikuti oleh Flare.
Shinji pun memberikan senyuman kepada mereka.
"Kita adalah teman. Tidak perlu sungkan dan berterimakasih lah kepada unit ku, Ailin."
Lino pun mengalihkan pandangannya ke arah Ailin dan membungkukkan badannya. Flare mengikuti nya.
"Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa kamu terluka?"
"Itu ... "
Dan, Lino pun menjelaskan kronologi nya yang mana tujuan Lino dan kelompoknya memang pergi ke Dungeon Shinji untuk bertamu.
Namun, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan segerombolan Manusia serigala dan terjadilah bentrok dan pertarungan diantara mereka.
Akan tetapi segerombolan Manusia Serigala menyerang nya dan membuat Lino teracuni oleh sihir kutukan dan semua pasukan yang menjaga Lino tewas untuk melindungi Lino agar bisa melarikan diri.
Flare yang ahli dalam berkuda, dia pun mengambil alih kusir yang mana sebelumnya.
Begitu lah cerita nya ...
Namun, dalam cerita itu ada suatu hal yang mengganjal.
"Tuan Shinji, kerajaan kami sedang berperang dengan kerajaan Salvation maka dari itu, saya ingin membuat perjanjian diplomasi dengan anda."
Shinji hanya memberikan senyuman kepada nya. "Aku tidak ingin menjawab nya. Sekarang, beristirahat lah dahulu!"
"Aku mengerti, Tuan Shinji."
Setelah itu, Shinji pun membalikkan badannya dan meninggalkan kamar tamu ditemani Ailin dan alpha dibelakang nya.
Sesudah itu, Shinji pergi ke penjara yang juga terletak di lantai Istana yang mana ada Satoru sedang menjaga manusia serigala.
Sesaat Shinji datang, Satoru memberi hormat kepada nya.
"Master!" sapa hormat Satoru.
"Bagaimana hasilnya?"
"Dia sama sekali tidak memberikan informasi apapun," jawab Satoru.
Lalu, Shinji mendekati jeruji besi yang berisikan pemimpin manusia serigala.
"Jadi, kamu Dungeon Master nya. Cihh ... Dasar pengkhianatan!"
Mendengar itu, Shinji pun mengunakan bug Trojan dan membuat nya terdiam.
"Katakan kepadaku! apa tujuan kalian?"
"Tuan, Kami ingin memperluas kekuasaan calon raja Iblis Clayman agar dia bisa menjadi Raja Iblis selanjutnya maka dari itu, kami ingin bernegosiasi dengan Tuan untuk membantu kami menghancurkan kerajaan Manusia."
Melihat dan mendengar itu, Satoru terkejut melihat pemimpin serigala berbicara sebegitu mudahnya.
Sesaat kemudian, Lunox memberikan peringatan.
[Master. Penyusup telah datang.]
"Tunjukkan kepadaku!"
Sesaat kemudian muncul layar udara yang menunjukkan pemimpin manusia serigala yang lain namun, memiliki tubuh yang lebih sebesar dibandingkan pemimpin serigala yang telah Shinji kurung.
Dilayar terlihat Manusia Serigala itu mengangkat tangan dan berbicara sesuatu.
"Kami disini tidak untuk menaklukkan. Kami disini untuk bernegosiasi!" seru manusia serigala.
Melihat keadaan sekarang, Shinji benar-benar pusing lantaran manusia dan Iblis datang bersamaan di waktu yang sama.
"Sungguh menarik ..." gumam Shinji.
Lalu, Shinji memanggil telepati kepada Rose yang mana rose saat itu berada di dekat Lino dan Flare.
"Rose, jaga Lino dan lainnya! Jangan sampai keluar dari kamar!"
"Baik, Master!" jawab Rose.
Seusai itu, Shinji telepati kepada Alpha.
"Alpha hantarkan serigala itu ke ruang pertemuan."
"Aku mengerti!" jawab Alpha.
Setelah itu, Shinji melihat kearah Satoru. "Maaf, Satoru perjalanan mu menjadi tertunda."
Shinji mengatakan seperti itu lantaran masa pendidikan Satoru sudah berakhir dan dia juga sudah kuat berkat kemampuan pertumbuhan cepat nya. Lalu, dia memutuskan untuk berkelana.
"Tidak masalah, Master. Aku siap membantu!" jawab Satoru.
Shinji pun memegang bahunya dan tersenyum.
Sesudah itu, Shinji pergi meninggalkan ruang penjara dan masuk ke ruang pertemuan.
Setibanya disana, Manusia serigala sudah menunggu Shinji duduk di kursi dan saat dia datang, dia berdiri dan menundukkan kepalanya.
"Dungeon Master, maaf atas lancang nya adik ku menyerang Dungeon anda," ucap Manusia Serigala.
"Tidak masalah. Aku bisa mengatasi nya," jawab Shinji seraya berjalan kearah kursi dan duduk dihadapan nya.
"Lalu, apa yang ingin kamu negosiasi kan?"
"Kami datang kesini untuk meminta anda bergabung dengan pasukan raja Iblis. Apakah Tuan Dungeon bersedia?" ucap manusia Serigala.
"Kenapa Raja Iblis menginginkan aku bergabung?"
"Empat belas hari dari sekarang. Kami akan berperang melawan kerajaan Manusia. Oleh Sebab itu, kami membutuhkan kekuatan tentara yang besar dan itu berasal dari Dungeon. Beberapa Dungeon sudah bergabung dengan kami. Maka dari itu, pinjamkan kekuatan mu Maka Raja Iblis akan menganugerahkan karunia kepada mu."
Dan, pada malam ini Shinji mengalami sebuah dilema yang mana sebuah proposal diplomasi dari sisi Manusia dan sisi Raja Iblis datang bersamaan.