Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 113. Senja In Goblin Dungeon II



...Dungeon 113. Senja In Goblin Dungeon II...


Kesadaran Shinji saat ini masih berada terfokus di Senja yang mana Senja saat ini berada di Goblin Dungeon lantai 3 dan dia dihadapkan dengan pintu besar.


"Ada gerbang di lantai ini? ... Mungkin kah, Dungeon Master ada dibalik pintu ini?!"


Senja yang berpikir tentang itu, dia pun membuka gerbang dan melangkah masuk kedalam.


Setibanya didalam, pintu pun tertutup dengan sendirinya dan tidak ada penerangan sedikitpun yang mana Senja merasakan sesuatu.


"Aku memiliki firasat tidak enak. Tunggu! ..." Didalam kegelapan itu muncul butiran cahaya yang mana ruangan menjadi semakin terang dan terlihat lah butiran cahaya itu dari banyak nya Kumbang yang ada disekitar Senja. "Kumbang?!"


Sesaat kemudian, Kumbang-Kumbang itu pun menyerang Senja meski begitu senja berhasil menghindari.


"Kalian bukanlah lawan ku!" Senja pun melesatkan teknik nya, "Rankyaku."


Sabetan udara pun melesat dan membunuh banyak Kumbang itu karena jumlah mereka yang sangat banyak Senja terus melakukan serangan yang sama berulang kali namun, Kumbang itu masih tetap ada.


"Kumbang ini tidak ada habis nya mungkin kah ..."


Senja yang memikirkan sesuatu, dia pun melihat sekitar nya yang mana ada nya lingkaran sihir pemanggilan yang dilakukan oleh kumbang merah.


"Jadi, dia kah penyebab nya?"


Sesaat kemudian, para Kumbang itu terbang melesat kembali kearah Senja namun, Senja menghindari nya dengan mudah dan mengunakan teknik nya.


"Geppu."


Lalu, Senja pun melompat tinggi hingga mendekati pemimpin mereka dan melesatkan teknik lanjutan nya. "Shigan."


Dengan teknik itu, badan pemimpin kumbang pun berlubang dan jatuh tidak bernyawa lagi serta kumbang yang lain pun menghilang.


"Cihh ... terlalu mudah. Hahaha ..."


Setelah itu, Senja melanjutkan langkahnya ke lantai 4 sampai dia menemukan pintu lagi.


"Jadi, ini kah tantangan selanjutnya," gumam Senja.


Lalu, sesaat kemudian. Senja merasakan energi yang besar dari balik pintu.


"Ehh ... seperti nya unit Boss Dungeon ini ada dibalik pintu." Senja pun membuka pintu, "Baiklah, sekarang kita lihat siapa unit Boss nya."


Setibanya didalam, Senja pun disambut oleh sosok demon besar berbadan manusia bertanduk dan memiliki sayap serta ekor iblis.


"Selamat datang! Aku menyambutmu di Goblin Dungeon terdalam ini!" ucap demon.


Senja pun tersenyum remeh, "Oh, ternyata pemilik energi besar itu hanya dari Greater Demon. Aku pikir dari siapa."


"Hahaha ... mungkin kah kamu ketakutan?" tanya remeh Great Demon.


"Tidak. Malah Aku senang," jawab santai Senja.


"Oi, boneka kecil. Kamu terlihat sangat lemah tapi aku tidak akan menahan diri. Jika kau sanggup sampai sini artinya kau cukup kuat?!"


"Ya begitulah," jawab Senja.


"Hahaha .. menarik."


Sesaat kemudian, ada yang menegur great demon tersebut.


"Oi, Demon. Jangan banyak bicara! Cepat habisi dia!"


"Hah! kamu sangat berisik, kau cukup duduk manis saja menontonnya!" ucap kesal Greater Demon.


Mendengar itu, Senja sontak menoleh kearah sumber suara yang mana suara itu dari sosok Goblin yang memiliki mata empat dan mengenakan jubah penyihir yang berdiri didekat bola besar abu-abu dengan garis hijau.


Melihat nya, Senja menganalisa sesuatu.


"Oh, jadi dia kah Dungeon Master dan Dungeon core nya?" batin Senja.


Lalu, Goblin master itu menoleh kearah Senja.


"Oi, anak kecil. Boneka seperti mu berani sekali membunuh anak buah ku! Jadi nya ... Aku terpaksa harus mengulang rencana menjajah kota manusia! Demon, bunuh dia!"


"Tidak harus disuruh. Aku akan membunuhnya!" seru Greater Demon seraya mengambil pedang dari sihir penyimpanan nya.


"Datanglah! Aku akan akhiri dengan cepat," seru Senja dengan senyuman remeh.


Sesaat kemudian, greater demon dengan cepat terbang kearah Senja dan mengayunkan pedang nya.


Lalu, Senja pun menghindari dan melesatkan teknik nya.


"Rokuogan!"


Sebuah tembakan beruntun Shigan dilesatkan oleh Senja ke dada Greater Demon hingga dada nya penuh lubang.


"Menarik ternyata kamu memang kuat!" ucap Greater Demon seraya memulihkan diri nya.


Senja pun tersenyum, "Kamu juga cukup kuat tapi kau jauh lebih lemah dibandingkan dengan Lucifer."


"Lucifer? Siapa dia? Dan, jika begitu. Aku akan tunjukkan kekuatan ku!" Greater Demon itu pun melesatkan sihir nya.


"Black Magic. Dark Bom."


Sebuah bola hitam pekat pun terbentuk dan terbang melesat kearah Senja.


Melihat itu, Senja sontak mengeluarkan teknik nya.


"Hyper Tekkai."


Dengan teknik itu pun Senja mampu memukul bola hitam itu dan mengarahkan nya kearah Dungeon Master nya. "Rasakan ini!"


"Ihhh!" gumam takut Dungeon master.


Greater demon yang melihat itu, dia sontak melesat kearah dengan Dungeon master nya dan mengunakan sihir pelindung untuk menangkisnya.


DBOM!


Greater Demon itu pun berhasil menahan nya dan menimbulkan asap hitam.


Namun, serangan Senja tidak berhenti di situ. Dia pun menerjang asap hitam itu hingga tiba di dekat Greater Demon seraya melesatkan serangan tapak nya.


Dan, serangan itu membuat greater demon terkejut. "Apa?!"


Senja dengan senyuman lebar, dia pun menempelkan tangan nya pada dada Greater Demon dan mengeluarkan teknik nya.


"Impact."


Karena serangan itu, inti kristal dan seluruh organ dalam nya pun hancur hingga dia muntah darah dan terjatuh.


"Ap-a ya-ng k-mu la-ku-kan?" ucap berat greater Demon yang terbaring di tanah dengan meringis kesakitan.


"Beristirahat dengan tenang. Kamu sudah menjalankan tugas dengan baik," ucap Senja dengan senyuman lebar.


"Begitu kah. Terimakasih," ucap akhir Greater yang menutup mata dan dia lama nyawa pun sudah tiada.


Dungeon Master nya sontak mengumpat kesal. "Cihh ... Dasar iblis tidak berguna!"


Mendengar itu, Senja sontak melihat kearah Dungeon master dan mengambil pedang greater demon.


"Sekarang, giliran mu!"


"Hahaha .... Percuma saja! Asal punya gelang pengganti ini. Aku bisa kembali bangkit, setelah -"


Sebelum Dungeon Master menyelesaikan ucapannya, Senja menebas tangan Dungeon master itu dengan pedang dari greater demon.


Goblin itu pun terkejut hingga dia terduduk, "Aaa ... Tanganku!"


"Masih mau bilang kau bisa bangkit?"


Goblin itu pun tidak ada jawaban dan terdiam. Senja yang penasaran, dia pun menghampiri nya dan Goblin itu sudah tidak bernyawa lagi.


"Ge! Labil nya! Kenapa Dungeon Master begitu lemah?"


Sesaat kemudian, garis hijau inti Dungeon itu yang awalnya menyala menjadi padam. Lalu, sebuah ledakan terjadi hingga goa yang sebelumnya ada kini menjadi ruangan serba putih.


"Seperti nya segala fungsi Dungeon sudah mati."


Memahami itu, Senja pun menghela nafas panjang dan meregangkan tubuhnya. "Baiklah, sekarang waktunya istirahat."


Setelah itu, Senja pun keluar dari Dungeon dan kembali ke kota Ryu.


Dengan ini permasalahan Imigrasi Goblin telah berakhir.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...


Hei guys, terimakasih kepada kalian yang masih berkenan untuk membaca novel ku ini meski banyak duka yang terjadi di platform ini namun, aku akan berupaya untuk tetap update.


Maaf jika ada salah-salah kata dan alur yang berkurang berkenan.


Dan, pada kesempatan ini juga aku ingin promo novel berjudul


Extraordinary Cultivator.



Yang mana sebelumnya ini novel ku yang Hiatus, Jika sempat mampir ya.


Terimakasih see you in next chapter...