Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 121. Slave For Goblin Dungeon



...Dungeon 121. Slave For Goblin Dungeon....


Saat ini Kay bersama dengan kelompok Goblin lainnya masih berada di sarang Orc yang mana kami berhasil memenangkan pertarungan dan mengalahkan lima Orc dengan satu Chief Orc.


Hal ini merupakan prestasi luar biasa untuk para Goblin lantaran mereka baru kali ini menang dalam penyerbuan sarang ras yang lebih tinggi dibandingkan mereka.


Setelah itu, Kay dan lainnya melakukan penjarahan terutama menguliti kelima Orc untuk dijadikan makanan penyimpanan untuk kami.


Bicara Penjarahan, Kay pun berhasil mendapat skill yang sangat berguna.


Slave Contract atau kontrak Budak.


Sebuah kemampuan untuk membuat target menjadi budak dengan meneteskan darah di dahi Target. Setelah itu, Target akan menjadi budak yang tidak dapat menentang Tuan nya.


Beberapa saat kemudian, Gosa datang dengan membawa beberapa Goblin, Manusia dan kobold. Lalu, Gosa memaksa mereka berlutut dihadapan Kay.


"Raja, saya membawa para budak yang diperdagangkan oleh Orc dan mereka berjumlah 50 yang terdiri dari 30 Goblin, 10 manusia pria dan wanita juga 10 kobold. Apa yang harus kulakukan?"


Mendengar itu, Kay melihat semua budak yang berlutut dihadapan Kay. Namun, mereka tidak ada yang berani menatap nya kembali.


"Para Goblin berdiri lah!"


Tanpa ada jawaban, ketiga puluh Goblin bangkit berdiri dan kepala mereka masuk di tundukkan.


"Para Goblin, sekarang kalian bebas dan aku akan berikan dua pilihan kepada kalian! Pergi dari sini atau bergabung dengan Horde ku!"


Mendengar ucapan Kay para Goblin saling melihat satu sama lain setelah itu, mereka bersujud dihadapan Kay.


Meski mereka tidak bisa bicara. Namun, sikap mereka menunjukkan bahwa ingin ikut dan mengabdi kepada Kay.


"Pilihan yang bagus! Terimakasih."


Lalu, Kay menoleh kearah Gosa, "Gosa, tempat kan dia dibarisan!"


"Baik, yang mulia!" jawab Gosa.


Setelah itu, salah satu anak buah Gosa menghampiri dan mengantarkan 30 Goblin ke barisan.


Masalah Goblin selesai, selanjutnya Kobold.


Kobold adalah ras demihuman yang memiliki kepala ajing dan memiliki badan yang tidak begitu tinggi.


"Gosa, bagaimana menurut mu? apakah Kobold berguna untuk desa?"


"Raja, saya rasa lebih baik anda mengunakan mereka. Ras kobold memiliki kecepatan yang tinggi jika dilatih bahkan lihai dalam mengunakan pisau dan mata-mata," jawab Gosa.


Saat mendengar itu, mereka cocok untuk jadikan agen mata-mata. Setelah berpikir itu, Kay pun melihat kobold yang mana mereka juga menundukkan kepalanya kepada nya.


"Hei, para Kobold. Aku akan memberikan kesempatan untuk kalian. Mengabdi lah kepada ku! Maka aku akan mengampuni kalian!"


Tanpa ada keraguan kedua puluh Kobold bersujud dihadapan Kay.


"Keputusan yang bagus. Terimakasih."


Dan, terakhir Kay melihat kearah manusia.


Kay sendiri tidak begitu yakin, apakah perkataan nya dapat di mengerti oleh mereka?


"Hei, manusia. Mengabdi dan bersujud dihadapan ku!"


Para Manusia itu saling menatap ragu. Lalu, salah satu pria manusia berdiri dan menentang Kay.


"Aku lebih baik mati daripada harus mengabdi kepada Makhluk rendahan seperti kalian!" seru kesal pria manusia.


Manusia bersifat provokatif dan dua pria serta satu wanita ikut menentang Kay.


"Bunuh kami!" seru pria.


"Lebih baik kami mati! Dasar Goblin jelek!" seru wanita.


Mendengar itu, Kay sontak teringat akan rekan kantor yang suka meledek dan menghina nya.


"Manusia di dunia sana dan sini sama saja. Selalu, memandang rendah seseorang yang lebih kecil dan jelek daripada dirinya!" gumam kesal Kay.


Hal itu membuat Kay geram dan sontak melangkah menghampiri pria yang menentang nya.


Semua manusia yang masih berlutut sontak memberikan jalan kepada Kay.


Karena sosok pria manusia yang memiliki badan yang besar disertai dengan otot yang kekar. Dia sontak memasang kuda-kuda bertarung.


"Kamu kira aku takut kepada mu, Goblin Bjingan!" seru pria manusia seraya melesatkan pukulan.


Lalu, Kay pun sontak menahan serangan dengan menangkap kepalan tangan nya.


"Manusia level 22. Berani nya menantang ku!"


Mendengar dan melihat Kay, pria besar terkejut dan berkeringat dingin lantaran dia sudah mengetahui bahwa Kay memiliki level diatas nya.


"Tuan ku, ampuni ak- .. Augh!" sebelum menyelesaikan ucapannya. Kay menusuk dan merobek lehernya hingga darah membanjiri tanah dan pakaian nya.


Setelah itu, Kay melemparkan nya kearah Goblin yang diperbudak.


"Itu makanan membuka, makanlah!"


Mendengar perintah ku, ketiga puluh Goblin sontak menyantap jasad pria manusia tersebut.


"Dasar Goblin bodoh! Mati lah kalian semua!" seru wanita yang menentang Kay seraya merapalkan sihir bola api yang sedang.


"Bodoh nya wanita itu, dia belum melesatkan sihir sudah sombong ingin membunuh ku," gumam Kay dengan senyuman remeh.


Lalu, rapalan sihir yang cukup panjang memberikan Kay memiliki waktu untuk melakukan serangan balik dengan mengunakan teknik nya.


"Rankyaku."


Sesaat kemudian, sabetan angin muncul dan memotong kedua tangan wanita tersebut.


Sihir pun terbatalkan dan dia menjerit kesakitan serta terduduk.


"Aaaaaa ... siapa kamu sebenarnya? kenapa Goblin mampu sihir tanpa rapalan?!"


Melihat kemampuan Kay, pria yang awalnya menentang nya jatuh terduduk dan bersujud dihadapan Kay.


"Aku akan menjadi budak mu. Tolong ampuni kami!"


Para manusia yang lain juga ikut bersujud.


"Sekali menentang, tidak ada kesempatan kedua. Itulah prinsip dari Nexus Dungeon."


Lalu, Kay pun melemparkan pisau dan mendaratkan tepat di kepala pria yang menentang nya sehingga dia mati seketika.


Wanita yang menentang Kay semakin ketakutan melihat tindakan nya. Lalu, dia menahan rasa sakitnya berlutut dengan kepala nya.


"Tuan, ampuni aku! Aku mohon!" seru wanita yang menentang Kay.


"Iya, tentu aku akan mengampuni mu namun, tugasmu status mu bukan sebagai budak melainkan larva."


Mendengar itu, dia terkejut dan menaikkan kepalanya dengan wajah yang ketakutan.


"Apa?! Tunggu!"


Saat mendengar perintah Kay menjadikan dia larva beberapa anak buah Kay sontak mengambilnya tindakan dan mengerumuni wanita yang penentang.


"Gigigigi..." tawa para anak buah Kay.


Wanita itu pun ingin berontak namun, tidak bisa lantaran lengan dan kakinya sudah dipegang serta merobek seluruh pakaiannya.


"Tunggu, apa yang kalian lakukan? Jangan! ... Siapapun tolong aku!" teriak wanita itu kepada manusia yang lainnya. Tapi, mereka memalingkan wajahnya dan bersikap tidak peduli.


Setelah merobek semua pakaian, para Goblin memaksa nya untuk menghadap ke langit tanpa sehelai pun dan tangan yang sudah terpotong serta kaki nya dipegang erat.


Setelah itu, Kay pun menghampiri wanita itu.


"Beruntung lah kamu manusia karena kamu manusia pertama yang ku prkosa!" seru Kay seraya melepaskan clana dalam nya.


"Ti-Tidak! Jangan lakukan!"


Lalu, Kay memasukan pen nya dengan penuh semangat hingga wanita yang menentang menjerit kesakitan.


Meski terlihat kasihan, namun ini adalah ulah nya sendiri yang merugikan diri nya sendiri.


Setelah itu, Kau pun menjadikan para manusia lain nya sebagai budak dengan skill [Slave Contract].


Para manusia itu terdiri dari 6 pria dan 4 wanita. Meski, ada wanita disana. Kay tidak selalu mengunakan mereka sebagai larva. Kay ingin mengunakan mereka untuk pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh wanita manusia.


Setelah mendapatkan banyak budak, Kay dan kelompok nya menjarah banyak senjata, pakaian dan benda-benda sihir lainnya yang tersimpan rapih di reruntuhan.


Lalu, di reruntuhan itu terlihat sosok gadis manusia hijau yang penuh luka, kotor dan kurus bahkan saat melihat Kay, dia ketakutan yang sedang terikat rantai.


Gosa yang ada di samping Kay sontak terkejut, "Hybrid Goblin!"


Mendengar itu, Kay sontak menoleh kearah Gosa.


"Hybrid Goblin? Apa itu?"


"Hybrid Goblin merupakan ras Goblin terhina lantaran dia setengah Goblin dan dilihat dari bentuk nya. Dia Hybrid manusia Goblin," ucap penjelasan Gosa.


Mendengar itu, Kay sontak memegang bahu Gosa. "Di Nexus Dungeon dan di Horde ku. Tidak ada yang hina. Mereka sama saja seperti kita."


Gosa yang mendengar itu, dia sontak menundukkan kepalanya. "Maaf, saya telah berbicara lancang."


Setelah itu, Kay pun mendekati Hybrid Goblin itu dan membuat nya semakin ketakutan serta menutup mata nya.


Krekk!


Suara hancur besi dan ringan nya kaki membuat Hybrid Goblin itu membuka matanya.


Lalu, dia pun melihat Kay yang sedang tersenyum serta memberikan tangan nya.


"Kamu sekarang bebas. Pilihan mu ada dua, Ikut dengan ku atau pergi sesuka hati mu!"


Dalam kebingungan, Hybrid Goblin terus memandangi Kay lalu, dia pun meraih tangan Kay serta memberikan senyuman dan bangkit berdiri.


"Pilihan yang bijak," ucap Kay dengan senyuman lebar.


Hybrid Goblin itu pun juga ikut tersenyum.


Seusai itu, Kay dan kelompok pun kembali ke Dungeon Goblin dan penjarahan ini membuat Dungeon Goblin dan desanya semakin kuat.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...