Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 84. Negosiasi



...Dungeon 84. Negosiasi....


Saat ini di Nexus Dungeon sedang kedatangan tamu spesial, Raja dari kerajaan Elf, Esther Luvierte Leadle.


Maksud kedatangan nya untuk meminta bantuan Shinji membuat Dungeon Element didalam Dungeon kabut dan dengan menggabungkan kedua jenis Dungeon itu maka Dungeon Kuil Kuno akan terbuka.


Yang mana saat Dungeon Kuil Kuno terbuka. Esther akan menemui penjaga Kuil Kuno.


Dan, permintaan itu disertai dengan membungkukkan badannya.


Shinji yang melihat itu sungguh membuat tidak nyaman.


"Tuan Esther, angkatlah badan mu dan Duduklah!"


"Baik," jawab Esther.


Setelah itu, Esther menegakkan badannya kembali dan duduk kembali.


"Sebelum aku menjawab nya, katakan kepada ku alasan mu, Tuan Esther!"


"Maaf, aku tidak bisa memberitahu. Mohon pengertiannya, Tuan Shinji!" ucap Esther seraya menundukkan kepalanya.


Mendengar itu, Shinji tersenyum kecil dan melihat nya.


"Di hadapanku tidak boleh ada rahasia," batin Shinji.


Shinji yang penasaran dengan alasan Esther. Dia mengunakan Unique skill.


"Trojan."


Sesaat kemudian, kornea mata Esther dan pengawalnya muncul simbol sihir dari skill Bug System.


"Master, apa perintah mu?" tanya Esther dalam kondisi Trance (Kondisi pikiran dalam kendali hipnotis).


"Katakan kepadaku, alasan kalian ingin menemui Penguasa Dungeon Kuil Kuno?!"


"Beberapa hari yang lalu, Dungeon peri diserang oleh Raja Iblis yang sudah tewas beberapa ratus tahun yang lalu namun, jiwa raja iblis itu terjebak di Dungeon Kabut. Tugas ku ialah mencari dan membunuh nya sepenuhnya agar Dungeon peri kembali damai."


Setelah mengetahui itu, Shinji pun menghilang efek skill Bug nya dan Esther kembali normal.


"Bagaimana jawaban anda, Tuan Shinji?" tanya Esther.


Mendengar pertanyaan Shinji, Esther pun tersenyum.


"Sebagai bayaran dari pertolongan anda. Kami akan membuat persekutuan dengan Nexus Dungeon dan kami akan membayar 200 juta Libra. Namun, jika Tuan Shinji masih merasa kurang maka kami akan memilih gadis Elf terbaik untuk menjadi istri anda, Bagaimana?" ucap penawaran Esther.


"Seperti yang telah aku duga yang mana ras Elf merupakan ras yang cerdas. Jika mereka ada dibawah ku maka itu akan menjadi keberuntungan untuk Nexus Dungeon dan jika aku menolaknya maka mereka akan menjadi lawan yang merepotkan terutama di bidang sihir," batin analisa Shinji.


"Baiklah, aku menyetujui nya dan poin ketiga seperti nya tidak perlu untuk mencari istri lagi seorang elf!"


"Kenapa? Mungkin kah tidak menyukai gadis Elf?" ucap Esther.


"Bukan, seperti itu. Aku sudah memiliki istri dua. Kasihan nanti dia akan menjadi ketiga."


Mendengar jawaban Shinji, Esther tersenyum. "Oh, masalah itu. Aku rasa tidak masalah. Di Dunia ini Poligami dan Poliandri sudah biasa. Jadi, tidak perlu dipermasalahkan," jawab Esther.


Shinji yang mendengar itu membuatku menghela nafas panjang dan terpaksa menerima keputusan nya.


"Aku mengerti. Tapi, lebih baik kita membahasnya setelah misi berhasil."


"Iya, terimakasih. Tuan Shinji," jawab Esther.


Dengan ini negosiasi mereka berakhir.


Setelah itu, Shinji memerintahkan Rose untuk mempersiapkan makanan dan minuman untuk Esther dan kelompok akan tetapi dia menolak nya.


Dan, bergegas pulang yang mana Shinji mengantar sampai pintu gerbang Dungeon.


"Aku tunggu kabar baik nya!" ucap Esther


"Iya, aku akan berusaha sebaik mungkin!"


Esther memegang bahuku, "Kami mengandalkan mu!"


Shinji pun menjawab dengan anggukan kepala saja.


Lalu, Esther pun pergi meninggalkan Dungeon dan Shinji kembali ke lantai perpustakaan untuk membahas buku Dungeon Kabut.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...