Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 72. Negosiasi



...Dungeon 72. Negosiasi...


Keesokan paginya, Shinji kedatangan Iris dengan beberapa petualang lain di ruang pertemuan lantai Istana yang mana Shinji dan Iris pun duduk berhadapan.


Lalu, Shinji memulai pembicaraan.


"Nona Iris, ada keperluan apa anda datang kesini?"


"Tuan Shinji, kami datang ke sini ingin mengatakan sesuatu yang penting," jawab Iris.


"Oh, begitu. Apa yang ingin kamu bicarakan?"


Iris mengeluarkan gulungan kulit emas dan mengelar nya diatas meja.


"Tuan Shinji, Surat ini adalah permintaan dari gabungan Asosiasi, Kerajaan Bellanova, Kerajaan Ilfana dan beberapa kerajaan kecil lain nya meminta anda untuk berpartisipasi dalam perang."


Mendengar itu, Shinji tersenyum kecil, "Seperti dugaan ku manusia ingin memanfaatkan lebih. Lepas dari itu. Mungkin, aku bisa memanfaatkan momen ini untuk menguras harta mereka," batin Shinji.


"Kenapa aku harus ikut permasalahan kalian? ini bukan urusan ku," jawab santai Shinji.


"Maaf, Tuan Shinji! Apakah anda bercanda?" tanya Iris dengan suara menaik.


"Tentu saja, aku tidak bercanda."


"Apakah Tuan Shinji sudah membodohi ku?! Anda sudah menandatangani kontrak dengan kami?!" ucap keras Iris seraya mengebrak meja.


Shinji tersenyum kecil dan menjawabnya, "Seperti nya Nona Iris salah paham. Aku menandatangani kontrak itu bukan menjadi bawahan Anda Manusia. Tapi, kerjasama dagang."


Iris yang mendengar ucapan Shinji, dia terlihat terpukul dan duduk kembali. Namun, dia tidak ingin kalah berpendapat.


"Tapi, jika anda tidak berpartisipasi dalam perang. Maka anda dan Dungeon anda akan dianggap musuh!" ucap Iris.


"Jadi, kamu mengancam ku? Aku sama sekali tidak takut."


Mendengar itu Iris sontak panik, "Bukan! Bukan! Bukan, seperti itu! Mana mungkin kami melawan Tuan Shinji yang mana anda dengan mudah nya memukul dan membunuh calon raja Iblis!"


Shinji yang mendengar itu, menyilakan kaki dan kepala disandarkan di tangan yang ada diatas meja.


"Ehhh ... jadi, kabar sudah mencapai kerajaan kalian. Sebenarnya, aku selalu ingin berhubungan baik dengan kalian tapi, jika kalian ingin. Aku tidak bisa berbuat apa-apa."


Mendengar itu, Iris pun sontak beranjak dari kursinya lalu, membungkukkan badannya.


"Maafkan saya karena tidak sopan dan menyalahkan hubungan kontrak ini," ucap Iris.


"Syukurlah, jika kamu mengerti. Nona Iris."


"Iya, maaf," sambung Iris dan dia pun duduk kembali di kursinya. "Dan, apa penawaran yang anda berikan agar berpartisipasi dalam perang?


"Aku ingin mendirikan Asosiasi Tentara bayaran."


"Asosiasi Tentara Bayaran?! Apa, Tuan Shinji bercanda?" ucap Iris.


"Aku tidak bercanda. Maka dari itu, kalian harus membayar pasukan ku untuk berpartisipasi dalam perang."


"Berapa harga per unit?" tanya Iris.


"Seratus ribu Libra per unit dan jika kamu membutuhkan pasukan yang banyak akan kuberikan diskon."


"Seratus ribu Libra per unit kah? Berapa unit yang bisa Tuan Shinji berikan?"


"Seribu unit yang siap bertarung dan memiliki level 60 keatas."


Iris yang mendengar itu sontak terkejut, "Apa?! seribu unit level 60!"


"Jadi, bagaimana?"


Pembicaraan mereka menjadi diam dan Iris terlihat sedang berpikir dengan matang lantaran unit Shinji memiliki kekuatan standar petualang kelas menengah bahkan yang mengawal Iris hanya memiliki level 40.


Ditengah pembicaraan itu, Flare masuk ruangan dan sontak memberikan jawaban. Flare dari awal pembicaraan, dia sudah menguping dari depan pintu dan Shinji yang tahu akan hal itu, dia pun membiarkan nya.


"Tuan Shinji, kami akan membayar nya dengan hutan Meiya menjadi milik anda!" ucap Flare.


"Putri Flare, apa yang anda bicarakan?!" kaget Iris.


Shinji tersenyum melihat reaksi Flare, bagaimana tidak sebuah hutan seluas lima ratus hektar yang mana hutan itu seluas hutan Amazon dan itu akan menjadi milik Dungeon Nexus.


"Baiklah, aku akan memberikan 1000 unit yang mana setara dengan 100 Juta Libra. Bagaimana?"


"Baiklah, aku sebagai putri kerajaan Bellanova menyetujui nya," ucap Flare seraya memegang dadanya.


"Bagaimana dengan mu, Nona Iris?"


"Baiklah, jika Tuan putri menyetujui nya maka saya akan mempersiapkan kontrak nya!" jawab Iris.


Setelah kesepakatan dibuat Iris pergi meninggalkan Dungeon dan Shinji mengizinkan Flare untuk membantu Negosiasi.


Sesaat kemudian, Shinji pun mengantar mereka pergi.


"Terimakasih, Tuan Shinji telah mengizinkan saya membantu ayah dan saya," ucap Flare.


Shinji pun tersenyum dan mengangguk kepala.


Sesudah itu, Flare, Iris dan kelompok nya pergi meninggalkan Dungeon.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...