
...Dungeon 55. Diary Goblin, Kay Part II...
Saat ini Shinji sedang berada di Hutan belantara mendengar cerita Kay yang mana beberapa Goblin sudah tertidur begitu juga Laluna yang tidur di bahu kanan Shinji.
Beberapa saat kemudian, Albert dan Kelvin datang yang mana Albert tengah memperkenalkan Dungeon sepenuhnya.
"Master, bolehkah kami bergabung?" pinta Albert.
"Tentu, duduk lah!" jawab Shinji.
Lalu, Albert dan Kelvin ikut lingkaran mendengar kan kisah dari Kay, sang Goblin curang.
Kay kembali bercerita dan menjelaskan kemampuan nya yaitu Unique Skill Chaos Eater yang mana setiap daging yang ku makan. Dia dapat mengambil skill dan kekuatan yang telah dia makan.
Setelah puas dengan menyantap serigala, Kay beralih kepada jasad manusia yang sudah dalam kondisi mengenaskan. Terlihat dari pakaian armor ringan dan senjata nya. Jasad Manusia yang ada dihadapan ku mungkin seorang petualang atau kesatria.
Kay pun menyantap jasad manusia itu yang mana daging nya sangat tidak enak dengan rasa seperti daging busuk yang harus dia makan.
Meski begitu, Kay tetap menyantap nya hingga ditengah makan. Dia mendapatkan pemberitahuan.
Ding!
[Skill sihir Heal telah berhasil didapatkan.]
Ding!
[Skill sihir Cure telah berhasil didapatkan.]
Ding!
[Skill sihir Cahaya telah berhasil didapatkan.]
Setelah pemberitahuan berhenti, Kay juga menghentikan makan nya dan beranjak diri.
"Sepertinya dia seorang penyembuh. Pantas saja dia mati disini! Gigigi ..." gumam Kay seraya mengusap mulut ku.
Setelah itu, Kay memperhatikan barang-barang yang dibawa oleh penyembuh. Seperti nya ada barang yang berguna.
Meski dia pertama kali melihat barang-barang itu namun berkat kemampuan Demon Eyes, Kay bisa melihat data milik barang-barang yang dibawa oleh penyembuh ini maka berdasarkan itu aku mengambil beberapa barang diantaranya.
Cincin penyimpanan.
Kualitas tingkat 5.
Kemampuan: Mampu menyimpan barang apapun dengan berat maksimal 50 kg.
Tongkat panjang suci.
Kualitas tingkat 5.
Kemampuan: Meningkatkan sihir Heal dan sihir Cure.
Kantong Air sihir.
Kualitas tingkat 5.
Kemampuan: tempat penyimpanan air mencapai 100 liter.
Pedang besi biasa.
Kualitas tingkat 2.
Pisau biasa.
Kualitas tingkat 2.
Itulah barang-barang yang Kay ambil yang tentu saja diawali dengan cincin penyimpanan. Lalu, dia kenakan pada jari telunjuk tangan kanan.
Dan, memasukan semua barang-barang itu kedalam cincin penyimpanan dan mengeluarkan barang yang tidak penting.
Selain itu, Kay memasukan tiga belati karatan dan tombak.
Senjata lebih penting dibandingkan dengan uang.
Setelah penjarahan itu, Kay kembali melanjutkan langkah dan tibalah dia di ruang goa yang besar dan terlihat sosok monster beruang sedang memaksa petualang pria lain nya.
Saat melihat itu, Kay bersembunyi di bebatuan untuk melihat keadaan nya. Disaat waktu yang tepat maka aku yang akan mengambil mangsa.
Beruang angin.
Level 30.
Skill: Wind Claw, Wind Blade.
Suzuki Hajime
Level 10.
Skill: Unique Skill - Transmutasi.
Petualang pria itu memiliki rambut hitam dan berparas orang Jepang. Dia pun berlari sambil ketakutan menghindari monster beruang.
Sambil melarikan diri, dia terus merapalkan skill nya.
"Transmutasi! .... Transmutasi!" terus menerus dia merapalkan skillnya untuk membuat tembok pertahanan dari tanah. n
Namun, tembok pertahanan itu tidak mampu menahan laju nya beruang monster yang mana beruang itu dengan mudah menghancurkan tembok pertahanan Petualang pria tersebut.
Lalu, saat dia hendak melarikan diri. Petualang itu pun terjatuh dan dia merayap mundur disertai dengan terus merapalkan skill.
Dan, sampai petualang itu di ujung bukit dan dia pun sontak membuat lubang dan masuk kedalamnya.
Melihat kemampuan nya, Kay menjadi lapar Ingin menyantap nya.
"GiGiGi!"
Meski, petualang itu sudah masuk. Beruang monster tidak menyerah. Dia memasukkan tangan nya kedalam tapi tidak berhasil.
Disisi lain, Kay melihat kesempatan untuk membunuh beruang monster. Maka dari itu, dia sontak mengeluarkan pedang besi dan melompat.
"Skill Aero."
Dengan kecepatan tinggi, Kay sudah berada di dekat kepala beruang monster.
Beruang monster itu sontak menoleh kebelakang dan melihat Kay namun, dia telat karena aku sontak menusuk leher dan merobek nya.
Sesaat kemudian, beruang geram kesakitan dan melempar Kay namun, dia berhasil mendarat tanpa masalah.
Beruang monster itu pun memaksa diri untuk berdiri. Namun, saat beruang monster itu ingin menyerang Kay.
Dia sontak jatuh ke tanah dengan bersimbah darah dan getaran yang cukup kencang.
"Sangat mudah. Gigigigi!"
Melihat beruang monster itu sudah mati. Kay melanjutkan pemburuan nya dengan masuk kedalam Goa.
Yang mana saat kedatangan Kay, petualang itu meringis ketakutan.
"Jangan mendekat! saya mohon!" pinta petualang.
"Jika petualang ini takut mati, kenapa dia membunuh monster dengan seenaknya?" batin Kay.
Kay pun terus melangkah dan memberikan senyuman kepadanya.
Awalnya petualang ketakutan hingga memojokkan diri di tepi goa kecil namun, saat melangkah tiba-tiba ditengah, tiba-tiba ada lubang besar dibawah kaki dan Kay pun terjatuh.
Sesaat Kay terjatuh, petualang itu sontak berteriak rapalan skill nya.
"Transmutasi! Hahahaha ... Matilah kau Goblin jelek!" seru senang petualang seraya melepaskan skill nya hingga membuat tanah diatas lubang jatuh menimbun aku yang ada di dalam lubang.
Dalam pikiran dia berhasil mengalahkan Kay, Kay sontak mengunakan [Aero] dan menempel di atas Goa dengan mengunakan pedang besi yang ditancapkan pada dinding goa dan Kay pun menertawakan nya.
"Gigigigi!"
Mendengar tawa Kay, petualang itu sontak terdiam dan melihat ke atas namun, sesaat itu juga Kay menggunakan [Aero] dan melesat kearah petualang lalu, menebas tubuh nya.
"Aaaaa!" teriak petualang yang menjerit kesakitan hingga mundur beberapa langkah dan memegang dada nya yang tertebas oleh pedang Kay.
Serangan Kay tidak berhenti disitu. Dia sontak menusuk petualang itu dan petualang itu pun mati.
Setelah pertarungan panjang, tanpa segan-segan lagi Kay menyantap manusia petualang itu.
"Selamat makan!" ucap Kay sebelum menyantap petualang yang masih segar.
Dan, Kay pun merasakan perbedaan dengan daging Manusia sebelum nya yang mana manusia yang baru dibunuh nya sangat lezat hingga dia tidak berhenti menyantapnya.
Ding!
[Extra Skill Transmutasi telah berhasil didapatkan.]
Ding!
[Skill sihir Firebolt telah berhasil didapatkan.]
Ding!
[Level telah meningkat ke level 24.]
Seusai menyantap petualang, Kay pun menyantap Beruang monster.
Ding!
[Skill sihir Wind Claw dan Wind Blade berhasil didapatkan.]
Ding!
[Level telah meningkat ke level 34.]
Setelah itu, Kay pun melanjutkan langkah yang mana pada akhirnya menemukan pintu keluar Goa.
"Akhirnya aku bisa keluar!"
Sekeluarnya dari goa, Kay disungguhi oleh matahari yang sangat terik serta angin hutan yang berhembus kencang.
"Ini kah dunia luar lain! Sungguh memiliki rasa yang berbeda."
Setelah puas menikmati udara luar, Kay melanjutkan pencarian nya yaitu air dan menemukan sungai setelah beberapa langkah.
"Ketemu!"
Mengetahui itu, Kay sontak berlari kearah sungai dan meminumnya serta mencuci tangan dan wajahnya yang penuh dengan darah.
"Aku sungguh berubah menjadi Goblin."
Sesaat kemudian datang empat Goblin hijau datang menghampiri Kay.
"Kamu masih hidup, bagaimana dengan yang lain?"
Mendengar itu, Kay sontak menoleh kesamping dan melihat ada beberapa goblin hijau lainnya.
Kay yang mendengar itu sontak memberikan jawaban dengan menggelengkan kepala.
"Oh, begitu. Aku mengerti. Ikutlah dengan kelompok kami!" ucap Goblin yang terlihat lebih besar.
Kay yang tidak mengerti harus kemana dan melakukan apa. Lalu, dia putuskan untuk mengikuti mereka.
Lalu, mereka pun bersama-sama mencari mangsa dan Kay saat bersama dengan Goblin lainnya, dia berpura-pura lemah agar bisa beradaptasi. Selain itu, dia juga ingin memperhatikan cara bertarung mereka.
Setelah itu, Kay mulai ikut berburu dan menangkap empat mangsa, dua kelinci, katak dan kadal.
Seusai berburu, Kay pun baru menyadari bahwa tubuh Goblin yang memiliki ukuran badan yang kecil namun, memiliki tenaga dan kemampuan yang tangguh.
Malam pun tiba, Kay dan beberapa Goblin lainnya pergi ke sisi sungai lalu, membuat api unggun untuk menghangatkan badan mereka.
Beberapa saat kemudian, semua Goblin sudah tertidur lelap namun tidak dengan Kay.
Kay yang menyadari saat ini sedang sendiri memutuskan untuk mencoba unique Skill Transmutasi dan membuat beberapa senjata dari batu
Kay pun meluruskan kedua tangan kedepan. Lalu, merapalkan skill.
"Transmutasi."
Sesaat kemudian, muncul pisau dengan bahan dasar batu. Melihat itu, Kay sontak tersenyum senang.
"Hore, aku berhasil! Gigigi!"
Setelah membuat beberapa pisau, Kay pun memasukan nya kedalam cincin penyimpanan bersama beberapa mangsa yang telah dia tangkap.
Sesudah itu, Kay pun beristirahat di tanah dan itu tidur pertama nya di dunia lain.
Beberapa saat kemudian, matahari pun terbit yang mana sinar nya menyinari wajah nya dan sesaat kemudian, ada salah satu Goblin yang membangun kan Kay.
"Hei, bangun!" suara Goblin seraya mendorong pelan.
Lalu, Kay pun membuka mata dan bangun dari rebahan.
"Mari buru makanan!" ucap Goblin yang membangun kan Kay.
Tidak hanya satu Goblin yang bangun tapi, Goblin yang lain sudah bangun dan siap untuk berburu.
Melihat kedisiplinan dan kekompakan mereka serta tidak meninggalkan Kay sendiri membuat nya terharu dan malu sendiri.
"Seperti nya besok, aku harus bangun lebih cepat," batin Kay.
Setelah itu, Kay sontak bangun dan jalan bersama-sama dengan Goblin lainnya untuk berburu kelinci dan beberapa hewan lainnya.
Lalu, perjalanan kami sampai pada hutan dengan beberapa jaring laba-laba menutupi pohon dan rerumputan disertai hawa dingin yang menusuk kulit beruntung, Kay memiliki Anti skill hawa dingin sehingga dia tidak merasakan dingin nya hutan namun, Goblin yang bersama Kay terlihat kedinginan dan gemetar.
"Hati-hati! Sarang Laba-laba!" ucap Goblin.
"Kita ambil telor!" ucap Goblin yang lain.
Lalu, mereka pun melangkah secara hati-hati di semak-semak.
Beberapa saat kemudian, suara jeritan monster terdengar dari atas dan kami sontak menoleh keatas yang mana dari atas kami turun laba-laba raksasa yang memiliki tinggi sekitar empat meter.
Semua rekan Goblin Kay terbujur kaku. Tapi, tidak dengan Kay. Sesaat melihat, laba-laba besar itu. Aku sontak mengunakan [Demon Eye]
Giant Black Spider.
Level 75.
Skill: Jaring, gigitan beracun.
Melihat level laba-laba itu jauh lebih besar darinya, Kay pun menjadi ragu.
"Apakah aku bisa mengalahkan nya seorang diri? Sedangkan, laba-laba melihat kehadiran kami seperti kelinci dimata enam merah nya dan saat ini aku dihadapkan dengan hukum rimba yang makan dan dimakan," batin Kay.
Sesaat laba-laba itu ingin menyerang, tiba-tiba dari belakang muncul Orc yang melompat dengan memegang palu besar dan memukul badan laba-laba.
"Kishaaaa!" teriak laba-laba.
Lalu, Orc melompat mundur seraya meraung.
"Gwoooa!"
Melihat pertarungan itu, Kay pun mengambil kesempatan untuk menuntun rekan Goblin nya untuk bersembunyi ditempat yang lebih aman. Setelah itu, Kay melihat status Orc.
Prajurit Orc.
Level 21.
Skill: Berserk.
Saat melihat data itu, Kay tidak yakin kalau Orc bisa menang.
Sedangkan, Laba-laba besar itu sontak menghadap kearah Orc dan mengeluarkan aura membunuh yang luar biasa hingga membuat rekan Goblin nya semakin gemetaran.
Disisi lain, Orc yang menantang sontak ketakutan bahkan menjatuhkan palu nya dan setelah itu, dia membalikkan badan dan mencoba melarikan diri akan tetapi laba-laba besar itu mengejar Orc. Setelah mendapatkan kesempatan, laba-laba itu melompat dan mendarat tepat di hadapan Orc.
Lalu, laba-laba besar sontak menusuk leher Orc dengan kedua kaki nya dan merobek nya hingga kepala Orc terlepas dengan darah yang membanjiri mereka.
Setelah itu, laba-laba besar itu langsung menyantap nya. Tidak hanya itu, beberapa laba-laba yang lebih kecil datang dan ikut menyantap Orc.
Saat ini Kay menyaksikan sebuah rantai makanan raksasa dan sadar bahwa dia juga berada didalam rantai makanan raksasa tersebut.
"Jika tidak memiliki kekuatan maka aku mati. Jika sombong maka aku juga akan mati," batin Kay.
Saat ini Kay bersama dengan rekan Goblin nya dan perioritas utama adalah keselamatan mereka.
Lalu, mereka pun memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasi laba-laba dengan langkah tanpa suara dan setelah melewati sarang dari Laba-laba itu.
Kay dan Goblin lainnya berlari sekuat tenaga menuju desa para Goblin.
Bersambung ....
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...