Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 35. Setelah Pelelangan



...Dungeon 35. Setelah Pelelangan....


Di kolosium, Beta yang berhasil mengalahkan Emerald membuat kapten dan Wakil ketua memohon ampun kepada Alpha terutama kepada Shinji.


Shinji yang tidak tahu harus memutuskan maka dia pun meminta pendapat kepada Iris.


“Nona Iris, apa menurutmu tentang mereka?” ucap Shinji yang menunjukan layar besar.


“Maafkan aku Master Shinji. Karena kelalaian ku hingga ada mata-mata dari orang yang aku pilih,” ucap Iris yang menundukkan kepalanya.


“Sudahlah itu tidak penting sekarang dan mereka aku serahkan kepadamu,” ucap Shinji.


“Baik, saya merubah status mereka menjadi budak dan ampunilah nyawanya,” ucap Iris yang menundukkan kepalanya lagi.


“Baik, aku akan kabulkan,” ucap Shinji yang memegang bahu Iris.


“Terima kasih banyak,” ucap Iris.


Plok! Plok! Plok!


Suara tepuk tangan dari para peserta pelelangan saat melihat keberhasilan Shinji.


Shinji yang masih berada di dekat Iris, Iris pun menganggukkan kepala kepada Shinji dan Shinji pun mengerti yang dimaksud oleh Iris itu yang mana Shinji juga membalasnya dengan anggukan kepala dan dia kembali keatas panggung.


“Ehh … bagaimana menurut kalian? Inilah unit terkuat yang berada di dungeon ini maka dari itu aku akan menjelaskan Dungeon Nexus ini yang akan memberikan anda sekalian liburan yang tidak akan bisa terlupakan,” ucap Shinji.


Setelah acara pelelangan selesai, Shinji mengajak semua tamu untuk pergi ke Aula pertemuan yang mana sudah tersedia banyak makanan dan minuman disana.


Para bangsawan dan pedagang besar sangat menikmati makanan yang telah Shinji sajikan.


Mungkin, lebih tepatnya Shinji berterima kasih kepada Rose dan Lucy series yang begitu cepat memasak.


Saat disana, semua bangsawan dan pengusaha saling bergantian untuk berbincang dengan Shinji dan Shinji sendiri hanya mengikuti arah pembicaraan nya.


Ditengah berbincang, Shinji melirik kearah Keisha yang sedang berbincang serius dengan pria tinggi berambut pirang.


Sesaat Shinji memperhatikan nya, pria tinggi menyadari nya dan dia sontak menghampiri ku bersama Keisha disampingnya.


"Pelelangan yang luar biasa, Tuan Shinji," sapa pria tinggi.


Shinji yang mendengar itu sontak menghadap nya dan memberikan senyuman.


"Terimakasih, Aku tidak ingin membuat tamu ku kecewa. Maka dari itu, aku membuatnya sebaik mungkin."


"Maaf, Aku belum memperkenalkan diri. Namaku Pablo Picasso, Viscount Kerajaan Bellanova," ucap Picasso yang memberi tangan nya.


"Senang bertemu dengan anda, Tuan Picasso," jawab Shinji dengan tersenyum dan menerima tangan nya.


"Jika ada waktu, aku ingin berbincang empat mata dengan Tuan Shinji," ucap Picasso.


"Iya, aku menantikan nya."


Tidak lama kemudian, sosok gadis berambut pirang datang menghampiri Shinji.


"Oh, jadi kamu Tuan Shinji itu. Terimakasih, barang mu sangat bagus," ucap gadis pirang.


Picasso yang melihat rambut pirang sontak membungkukkan badannya, "Putri Christie, anda juga hadir."


"Tentu saja, Picasso. Aku tidak ingin melewatkan barang yang mungkin bisa menyembuhkan ibuku," jawab gadis rambut pirang.


"Maaf ..."


"Oiya, aku belum memperkenalkan diri. Nama ku Christie Bellanova. Salam kenal!"


"Bellanova? Mungkin kah kamu keluarga kerajaan?"


"Tapi, tidak langsung dari raja. Ayahku Edward Bellanova, Adik dari Raja Lino Bellanova," jawab Christie.


"Oh, jadi kamu keponakan Raja."


"Tepat sekali," jawab bangga Christie.


Shinji tersenyum kecil, "Meski begitu, maaf. Aku tidak mungkin bisa memberikan hormat anda karena ini Dungeon milik ku bukan milik kerajaan Bellanova."


"Aku tahu dan abaikan itu!" ucap Christie.


"Nona Christie, terimakasih telah membeli barang dari ku dan jika itu belum memuaskan anda. Datanglah kembali ke Dungeon ini! Aku mungkin memiliki beberapa barang lainnya yang bisa memuaskan Nona."


"Baiklah, Tuan Nolan kamu berjanji ya?!" ucap Christie.


"Iya, aku berjanji."


"Senjata anda juga Aku yang beli," ucap Picasso.


"Terimakasih."


"Cihh ... tukang pamer," ucap cules Christie.


Setelah itu, mereka berbagi sedikit cerita sampai akhirnya mereka pun pulang satu persatu dan yang terakhir pulang ialah Picasso.


Sebelum pulang, Picasso berbisik kepada Shinji.


"Bagaimana wanita yang ku tawarkan? Memuaskan?" bisik Picasso seraya melirik ke arah Keisha.


Mendengar itu, Shinji tersenyum kecil dan mengikuti pembicaraan nya.


"Iya, sangat memuaskan."


"Aku harap kedepannya kita bisa bekerja sama," ucap Picasso.


"Aku juga mengharapkan yang sama."


Setelah itu, Picasso pun pergi bersama beberapa pengawalnya.


Melihat Picasso sudah pergi, Keisha maju dan berdiri disamping Shinji.


Saat itu, Shinji sontak mengunakan Trojan.


Trojan adalah salah satu fitur baru dari Bug System yang mana saat mengunakan fitur ini kepada seseorang maka Shinji mampu mengendalikan secara penuh target tersebut.


"Trojan."


Sesaat kemudian, mata Keisha berubah menjadi kosong dan terdiam seperti boneka.


"Keisha, Kenapa dia ingin menjual tubuh mu kepada ku?" tanya dingin Shinji.


"Dia ingin aku melepaskan keprawanan ku untuk anda agar bisa mengandung anak Tuan anda dan menguasai Dungeon," ucap datar Keisha.


"Jadi, kenapa kamu mau melakukan nya?"


"Saya ingin menyelematkan panti asuhan di ibukota dari jeratan hutan Tuan Picasso."


Mendengar itu, Shinji pun tersenyum kecil, "Dasar rubah!" Lalu, dia memerintahkan seseorang. "Ninja satu!"


Sesaat kemudian, muncul boneka ninja di hadapan Shinji.


"Masuk ke bayangan Picasso dan awasi dia!"


Mendengar perintah Shinji, boneka Shinobi sontak menjadi bayangan dan masuk kedalam bayangan Picasso.


Setelah itu, Shinji menonaktifkan Fitur Trojan nya yang membuat Keisha sadar kembali.


"Keisha, bersabarlah sedikit lagi."


"Haah ... maaf," respon bingung Keisha.


Shinji tidak merespon dan meninggalkan dia masuk kedalam ruangan.


Di tempat yang lain yang bernama Syelle Dungeon, ada seseorang berjubah hitam berjalan kearah ruangan Dungeon Master dan masuk untuk melaporkan yang terjadi di Nexus Dungeon.


“Apa?!!” kaget Syelle Dungeon Master saat mendengar unit terkuatnya dikalahkan oleh Dungeon Master Shinji


Karena kagetnya itu, dia yang berdiri menjadi terduduk kembali dan dia memegang dahinya.


“Kurang ajar! Aku terlalu meremehkan pemula," ucap Syelle Dungeon Master.


“Master, apa yang harus kita lakukan?” Tanya pria jubah hitam.


“Biarkan saja dahulu! Kita tidak boleh sembarangan lagi,” ucap Dungeon Master Syelle.


“Baik, Master,” jawab serempak pria jubah hitam beserta unit lainnya pada ruangan tersebut.


# Let's Build Dungeon With Bug System #


Pablo Picasso



Putri Christine.