
...Dungeon 28. Hotel Nexus dan laporan Andre di Asosiasi....
Shinji yang sedang bosan, dia pun mendapatkan projects dari Nami, Android Dungeon Master yang mana dia memiliki mimpi untuk mendirikan hotel berbintang.
Dalam pemikiran Shinji projects ini tidak begitu manfaat dan tidak begitu menguntungkan dibandingkan dengan budget yang harus dikeluarkan. Namun, Nami bersikukuh dan mengatakan hotel berbintang akan bermanfaat untuk bernegosiasi dan mengadakan pertemuan dengan para manusia, Iblis atau pun ras lain nya.
Lalu, Shinji dan Nami pun memulai pembangunan nya yang mana Shinji menempatkan nya di Dungeon lantai 11 yang dinamakan Hotel Nexus.
Langka pertama yang dilakukan Shinji ialah membangun Sub Floor atau lantai bagian yang mana lantai bagian ini memiliki keunikan yaitu dalam satu lantai Dungeon mampu menciptakan beberapa lantai yang tentu saja dengan biaya yang cukup besar.
Dungeon Lantai sebelas, Shinji membangun 14 sub lantai dengan penempatan sebagai berikut;
Lantai Dasar, Lobby;
Lantai satu, restoran;
Lantai dua, Pantai dan lautan;
Lantai tiga, Bar dan Night Club;
Lantai empat, Ballroom dan aula;
Lantai Lima, fasilitas umum seperti kolam berenang indoor, spa, tempat fitness, taman bermain, ruang game;
Lantai Enam, Carabet Club;
Lantai Tujuh, Mall dan Supermarket;
Lantai Delapan, Kamar kelas Ekonomi;
Lantai Sembilan, Kamar kelas Bisnis;
Lantai Sepuluh, Kamar kelas Bisnis;
Lantai Sebelas, Kamar kelas VIP;
Lantai dua belas, Kamar kelas presiden suite;
Lantai tiga belas, Casino;
Dan, lantai empat belas, Taman Langit.
Setelah itu, Nami menciptakan Humandroid sebagai pekerja nya. Nami yang memiliki ras Ex Machina, dia pun dengan mudah menciptakan robot dan drone.
Itulah Hotel Nexus yang dibuat oleh Shinji dengan bantuan Nami.
Di tempat yang berbeda, Andre, Hyna dan Siska memberanikan diri untuk masuk kedalam Asosiasi pedagang.
Setibanya didalam, mereka melihat keramaian di tempat itu, bukan keramaian dari orang-orang bersenjata melain orang-orang yang berpakaian bagus dan rapih jadi kehadiran Andre dan yang lainnya membuat mereka menjadi sorotan mata orang banyak disana.
Andre dan lainnya tidak mempedulikannya lalu pergi menuju meja resepsionis.
“Selamat Pagi, ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis.
“Kami ingin bertemu dengan ketua Asosiasi pedagang,” jawab Siska.
Resepsionis pun melihat tingkat petualang masing-masing dari mereka.
“Maaf, dari tingkat petualang anda sekalian tidak diizinkan untuk bertemu ketua Asosiasi. Tapi, jika anda telah membuat janji atau surat rekomendasi maka saya akan antarkan,” ucap resepsionis.
Saat Andre dan lainnya mendengar penjelasan itu maka, mereka saling menatap dan menganggukan kepalanya.
Resepsionis itu pun mengambil dan membukanya, disaat melihat isi dari kotak hadiah itu. Resepsionis itu pun terkejut.
“Ini adamanite! Aku baru pertama kali melihatnya dengan ukuran sebesar ini,” kaget resepsionis saat melihat adamanite seukuran 4 diameter dengan tinggi 20 cm.
“Maka dari itu, antarkan kami kepada ketua!” ucap Andre.
“Baiklah, tunggu sebentar! Saya akan laporkan kepada ketua,” jawab resepsionis.
Resepsionis itu pun pergi dari tempatnya menuju ruang ketua Asosiasi.
Beberapa saat kemudian, resepsionis itu menghampiri kelompok Andre.
“Tuan, nona. Silahkan ikut dengan saya!” ucap resepsionis.
“Baik,” jawab serempak Andre dan lainnya.
Mereka pun pergi keruangan ketua
Setibanya disana, Andre dan lainnya melihat seorang pemuda tinggi dengan jas putih juga rambut yang tersisir rapih.
“Selamat siang semua! ucap ketua Asosiasi dengan senyuman.
“Ketua Asosiasi,” sapa Andre dan lainnya dengan menundukan kepalanya.
“Silahkan duduk!” seru ketua Asosiasi.
“Iya,” jawab andre dan lainnya.
Andre beserta lainnya duduk di kursi sofa panjang yang berada di ruangan itu. Diikuti oleh ketua Asosiasi.
“Baik, sekarang. Pesan apa yang dibawa oleh kalian?” tanya Ketua Asosiasi yang menyilangkan kakinya.
“Begini …”
Siska pun membuka pembicaraan dan memulai menceritakan tentang dia dan teman-temannya yang diselamatkan oleh
Dungeon Master dan menghidupkan kembali mereka lalu menyembuhkan seluruh lukanya.
Tidak hanya itu saja, Hyna juga menyambung cerita tentang perencanaan pembangunan usaha bisnis didalam dungeon serta beberapa barang langka yang akan dijualnya.
“Sungguh menarik! Apa kalian tahu nama dungeon itu?” tanya ketua Asosiasi.
“Aku sempat mendengarnya nama dungeon mereka ‘Nexus Dungeon’,” jawab Hyna.
Saat mendengar itu ketua Asosiasi menutup wajahnya dengan tangannya lalu, tersenyum lebar.
“Sungguh menarik! Master dungeon terkaya berada di benua Barat ini,” gumam ketua Asosiasi.
Andre dan lainnya saling menatap dan bingung dengan sikap ketua Asosiasi tersebut.
Beberapa saat kemudian, ketua Asosiasi itu pun kembali melihat Andre dan lainnya.
“Baiklah, aku akan mengutus orang kesana. Terimakasih atas info nya dan aku akan membeli Adamanite yang kalian bawa!"
Andre dan lainnya saling bertukar pandang disertai dengan senyuman senang.
"Terimakasih, Ketua."