
...Dungeon 109. Kay VS Orc...
Setelah Kay mendapatkan pengakuan dari Raja desa dan para warga lainnya. Kay telah resmi menjadi raja mereka dan Raja desa sebelum juga tidak keberatan memberikan gelar nya kepada Kay dan Kay pun harus bertanggung jawab akan hal itu.
Dan, langkah pertama nya ialah menghampiri para Goblin yang terluka yang mana Goblin Langka menempatkan para Goblin yang terluka di gedung kayu panjang yang Kay duga dahulu para manusia mengunakan nya untuk penyimpanan barang.
Lalu, setibanya Kay disana terlihat para Goblin yang sedang terbaring kesakitan berjajar di sisi dan kanan.
"Mereka berjumlah 39 Goblin dan di desa ini tidak ada pendeta atau pun penguna sihir penyembuh," ucap pasrah Goblin langka yang ada di samping Kay.
Mendengar itu, Kay sempat sedikit terkejut lantaran jumlah Goblin yang terluka melebihi apa yang dikatakan oleh Goblin yang datang ke sarang.
Dan, bicara sihir penyembuhan. Kay pun memiliki nya.
"Tidak masalah, aku akan menyembuhkan mereka."
Goblin langka sedikit terkejut dan tidak percaya, "Apa maksud anda?"
Kay hanya tersenyum dan mendekati Goblin yang terluka yang mana Goblin itu mengalami luka patah tulang.
Kay hanya berharap bisa menyembuhkan nya.
Setelah itu, Kay pun meluruskan tangan dan merapalkan mantra.
"Heal."
Sesaat kemudian, semua luka yang di derita Goblin itu tertutup dan Goblin itu sontak membuka matanya dan bangun dari rebahan.
Melihat itu, Kay pun tersenyum senang lantaran melihat kesembuhan para Goblin.
Disisi lain, Goblin langka dan Goblin tua yang ada diruangan itu terkagum dengan kemampuan Kay.
Kay pun tidak menanggapi tatapan itu dan melanjutkan langkah ke Goblin selanjutnya.
Lalu, Kay merapalkan sihir Heal kepada satu persatu Goblin hingga 39 Goblin yang terbaring kini mampu bangkit berdiri.
Lalu, mereka pun sontak senang dan berkumpul di luar bersama para Goblin lain nya.
Setelah itu, Kay pun pergi ke luar gedung yang mana ketiga puluh sembilan Goblin bersujud di hadapan nya dan serentak mengatakan.
"Terimakasih banyak, Raja yang kuasa!"
Melihat mereka pulih kembali, Kay tersenyum senang namun, masalah belum selesai.
Dan, sesaat para Goblin mengatakan itu. Dari kejauhan kami mendengar suara raungan Orc dan gempa dari langkah Orc.
Dari raungan dan getaran Orc itu, banyak Goblin yang menjadi ketakutan namun, disaat ini tugas Kay untuk memperkuat mental mereka.
"Permasalahan belum selesai. Bangkit berdiri dan ikut aku mengalah para Orc bodoh itu!"
Mendengar ucapan Kay, para Goblin yang bersujud kini bangkit berdiri dan memasang wajah serius untuk bertarung.
"Kita tunjukkan kemampuan dari Goblin sebenarnya!"
"Oooooo ...." seru semangat para Goblin.
"Sekarang ikuti perintah dan rencana ku!"
"Baik, Raja!" seru serempak para Goblin.
Setelah itu, Kay pun menjalan rencana yang sebelumnya disampaikan dan langkah pertama ialah membuat pagar yang tentu saja Kay mempersiapkan jebakan di luar pagar.
Sesudah itu, Kay mempersiapkan barisan yang mana barisan pertama ialah pasukan Goblin tombak dan dibelakang nya beberapa Goblin pemanah.
Hal itu dia lakukan karena ini pertama kali nya menghadapi ras yang lain yang mencapai 30 Orc dan informasi itu dia dapatkan dari Goblin Langka.
Dan, malam pun tiba yang mana raungan Orc berbunyi dan lebih keras dibandingkan sebelumnya.
Mendengar itu, Kay dan Goblin lainnya bersiap di balik pagar.
Tidak lama kemudian, puluhan Orc datang dan terlihat satu diantara mereka memiliki badan yang lebih besar dengan bulu yang hitam pekat.
Lalu, Kay pun melihat status dari pemimpin serigala bertanduk.
Black Orc.
Level 50.
Melihat kemampuannya yang jauh dari level Kay. Maka, Kay pun memberikan nya peringatan.
"Para Orc, aku tidak ingin bertarung. Kalau kalian mundur sekarang, aku tidak akan melakukan apapun! Tapi, jika kalian menyerang maka aku ..." Kay pun mengambil pedang dari sarung yang ada di pinggang dan menodongkan nya. "Aku tidak akan segan-segan membunuh kalian!"
Kay berkata seperti itu, ingin mencoba membujuk nya dengan mengunakan ancaman.
Lalu, pemimpin Orc menolak nya dengan keras.
"Jangan bercanda! Goblin rendahan seperti mu jangan berani memerintah kami, para Orc!" Lalu, pemimpin itu memberikan perintah nya. "Semua nya cepat serang dan buat para Goblin itu berdarah-darah! Auuuu!" seru pemimpin serigala bertanduk.
Lalu, puluhan Orc serentak berlari kearah desa. Namun, sebelum sampai ke pagar para serigala bertanduk terjebak tidak bergerak dalam jaring lengket yang Kay buat sehingga para Goblin dengan mudah menusuk atau melesatkan anak panah nya.
Kemampuan itu didapatkan dari Black Spider yang ada di Nexus Dungeon.
Melihat itu, Kay pun menatap pemimpin Orc.
"Hanya segitu saja kemampuan kalian?!"
Mendengar perkataan Kay itu, pemimpin Orc sontak kesal lalu, dia berlari dengan kecepatan tinggi dan saat melewati jaring lengket, dia mampu memotong nya dengan ayunan kapak nya.
Lalu, saat berjarak dekat dengan Kay Pemimpin Orc sontak melompat tinggi kearah Kay dan Kay yang melihat itu sontak meluruskan tangan dan merapalkan sihir.
"Firebolt."
Sebuah bola api melesat dan meledakan pemimpin Orc namun, serangan ku itu tidak berpengaruh terhadap nya. Dia sontak keluar dari ledakan api dan aku pun sudah mengantisipasi nya yang mana saat dia keluar dari ledakan.
Kay mengunakan teknik nya.
"Soru."
Setelah itu, Kay melompat kearah pemimpin serigala bertanduk seraya mengayunkan pedang dan menebas kepala pemimpin Orc.
Lalu, Kay mendarat seiiring dengan jasad pemimpin Orc yang sudah terlepas kepalanya.
Seusai itu, Kay mengambil kepala pemimpin Orc dan menodongkan nya kepada Orc yang lain nya.
"Dengar, para Orc! Pemimpin kalian sudah mati. Kuberi kalian pilihan! Pergilah dari sini atau Mati!"
Mendengar ucapan Kay, para Orc sontak saling bertukar pandang dan mereka pun pergi meninggalkan Desa Goblin.
Memahami situasi itu, para Goblin sontak saling bertukar pandang dan tersenyum.
"Jadi, kita yang menang?!" seru senang Goblin langka.
"Hore!"
"Hore!"
Semua Goblin pun bersorak-sorai.
Ajudan Goblin yang melihat itu, dia pun terheran dan menghampiri Kay.
"Raja, kenapa anda tidak membunuh semua Orc atau merekrut nya?" tanya pelan Ajudan.
"Tujuan ku bukan itu, melainkan markas mereka dan aku sudah mengirim kan beberapa Goblin ninja dari Dungeon," jawab Kay.
"Baiklah, saya mengerti. Bos. Bukan, Raja."
Kay pun tersenyum dan menatap tajam.
"Aku sangat ingin membawa oleh-oleh untuk Master Shinji."
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...