Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 68. Tekad putri Flare



...Dungeon 68. Tekad putri Flare....


Saat ini Shinji sedang bernegosiasi dengan perwakilan Raja Iblis yang ingin merekrut nya untuk bergabung dengan pasukan Iblis.


"Lalu, apa yang ingin kamu negosiasi kan?"


"Kami datang kesini untuk meminta anda bergabung dengan pasukan raja Iblis. Apakah Tuan Dungeon bersedia?" ucap manusia Serigala.


"Aku belum lama menjadi Dungeon Master, kenapa Raja Iblis menginginkan aku bergabung?"


"Empat belas hari dari sekarang. Kami akan berperang melawan kerajaan Manusia. Oleh Sebab itu, kami membutuhkan kekuatan tentara yang besar dan itu berasal dari Dungeon. Beberapa Dungeon sudah bergabung dengan kami. Maka dari itu, pinjamkan kekuatan mu Maka Raja Iblis akan menganugerahkan karunia kepada mu," jawab Manusia Serigala.


Mendengar itu, Shinji tersenyum sendiri dan berpura-pura ikut pembicaraan nya.


"14 hari?!"


"Benar, dalam waktu itu. Kami harus merekrut banyak sekutu untuk melawan Manusia," jawab Manusia Serigala.


"Lalu, apa peran ku?"


"Aku ingin anda mengirim kan pasukan untuk bersiap di hutan dekat istana Kerajaan Bellanova dan menyerangnya!"


Mendengar itu, Shinji tersenyum sendiri.


"Menyerang kata mu? apa untungnya?"


"Sudah ku katakan sebelumnya, kamu akan mendapatkan karunia dari raja iblis!" jawab manusia serigala yang memulai meninggi.


"Karunia? Aku sudah mendapatkan lebih dari karunia. Jadi, aku tidak butuh dan menolak anda, Maaf!"


Mendengar jawaban Shinji itu, manusia serigala sontak kesal dan beranjak diri dari kursi.


"Berani nya kamu meremehkan Raja Iblis!" ucap manusia serigala yang mengeluarkan aura pembunuh dan cakar nya mengeras dengan urat yang terlihat di tangan nya.


Lalu, tanpa membuang waktu manusia serigala itu melompat kearah Shinji dengan mengayunkan cakarnya.


Melihat itu, Alpha sontak menoleh kearah manusia serigala dan melesatkan tendangan kearah Manusia serigala dengan cepat bahkan manusia serigala yang ingin menahan nya kalah cepat.


Manusia serigala pun terpental dan menabrak dinding hingga dia muntah darah dan jatuh.


"Kurang ajar!" seru kesal manusia serigala yang beranjak bangun dan bangkit berdiri.


Shinji yang melihat itu hanya memberikan senyuman remeh.


"Sekarang, apa yang kamu akan lakukan? Menjadi budak ku atau mati?!"


"Aku lebih memilih mati dari pada harus menjadi budak dari seorang Dungeon Master," ucap manusia serigala dengan senyuman remeh.


"Baik, aku akan kabulkan! Alpha, bunuh dia!"


"Dimengerti!" jawab Alpha dan dia pun sontak menendang kepala manusia serigala dengan keras hingga dia terpental dan kepalanya terpenggal.


"Dengan ini urusan selesai. Sekarang, waktunya memberikan pesan kepada calon raja iblis kita!"


Setelah itu, Shinji pun menyerahkan kepala serigala kepada adik nya dan dia pun menangis.


Sesudah itu, Shinji menyuruh nya membawa kepala itu kepada Calon Raja Iblis dengan kondisi nya yang tidak memiliki tangan.


Adik Manusia Serigala pun mau tidak mau menuruti perintah Shinji dan pergi meninggalkan Dungeon.


Keesokan paginya, seusai Lino dan Flare makan, membasuh diri dan berganti pakaian. Mereka mengundang Shinji di ruang pertemuan untuk membahas negosiasi.


"Bagaimana, Tuan Shinji? Apakah anda sudah memutuskan?" ucap Lino.


"Aku menolaknya."


Mendengar jawaban Shinji, Lino melipatkan wajah dan menundukkan kepala. "Aku bisa mengerti."


"Dan, aku tidak ingin diplomasi dengan siapapun terutama calon raja iblis. Jadi, kamu tidak perlu cemas Lino!"


Lino pun sontak melihat Shinji dan mengangguk kepalanya. "Aku mengerti."


"Tuan Shinji, aku mohon bunuh calon raja Iblis! Sebagai bayaran nya, aku serahkan tubuh ini kepada mu!"


Lino yang mendengar itu hanya menundukkan kepalanya.


Dan, lagi-lagi Shinji mendengar permintaan yang aneh-aneh lagi penawaran tubuh seorang gadis remaja dan dia teringat laporan.


"Ini mungkin rumor tentang Dungeon Master seorang msum belum hilang," batin Shinji seraya menghela nafas panjang.


Mendengar itu Shinji memaklumi nya lantaran negara nya yang sedang kritis dilanda perang dan penyerangan pasukan raja Iblis.


"Apakah kamu yakin? Tubuh mu bukan lah milik diri mu saja melainkan milik kerajaan. Bagaimana jika reputasi dan kerajaan mu jatuh karena kamu telah menyerahkan kesucian kepada seorang Dungeon Master dan kamu lebih pantas untuk berpasangan dengan pahlawan bukan dengan ku!"


Mendengar ucapan Shinji itu, Flare menundukkan kepalanya. "Apakah aku buruk dihadapan mu? Lebih dari itu .." Flare melihat kearah Shinji. "Di mataku, Tuan Shinji sudah lebih daripada Pahlawan!"


Shinji menghela nafas panjang. Lalu, dia mencoba dengan bahasa yang lebih kasar kepada Flare agar membuatnya menyerah.


"Tapi, aku tidak ingin terikat dengan pernikahan dan kamu akan menjadi selir ku. Apakah tidak masalah?"


"Tidak masalah," jawab Flare.


"Setelah perjanjian dibuat, kamu harus tinggal disini selama nya. Apakah kamu bersedia?"


"Tidak masalah."


Dan, Shinji pun terus melontarkan pertanyaan dan Flare selalu menjawab tidak mempermasalahkan.


Shinji pun menghela nafas panjang dan menyerah dengan tekad dan cinta terhadap kerajaan nya.


Setelah itu, Shinji pun meminta pendapat ayahnya. "Lino, apa pendapatmu?"


"Aku tidak bisa berkomentar." Lino pun menoleh kearah Flare, "Masa depan Flare, biarlah dia yang menentukan nya."


Seusai mengucapkan itu, Lino dan Flare saling bertukar senyum.


"Memiliki Selir manusia, apakah tidak masalah?" batin Shinji.


Lagi-lagi, Shinji menghela nafas panjang lagi.


"Baiklah, aku akan membantumu mengalahkan calon Raja Iblis dan permasalahannya selir akan kita bahas nanti setelah aku berhasil membunuh nya. Apakah tidak masalah?"


"Terimakasih banyak, Tuan Shinji!" ucap Flare seraya membungkukkan badannya.


###


Dan kesepakatan dibuat, Shinji pun mengutus Neo untuk misi pertama setelah dia berlatih dan mencapai level 100.


"Neo!"


Dalam sekejap, Neo muncul dengan posisi berlutut satu kaki.


"Iya, Master."


"Cari tahu lokasi Calon Raja Iblis yang menyerang wilayah ini! Dan, bawa beberapa unit bantuan yang menurut mu berguna!"


"Siap! Saya akan laksanakan," jawab Neo dan dia pun menghilang dalam sekejap.


Lalu, dalam laporan Alesya. Neo membawa 10 Unit Boneka Shinobi dan 5 Drone Penyihir putih.


Drone penyihir putih adalah Unit Drone yang ku buat yang memiliki skill sihir penyembuhan dan peningkatan.


Setelah mengurus unit, Lino pun memutuskan untuk kembali ke kerajaan Bellanova dengan pengawalan Satoru. Sedangkan, Flare memutuskan untuk tinggal di Dungeon sebagai tanda komitmen nya kepada Shinji.


Dan mulai saat itu, Shinji terlibat dalam perang.


"Ahufuu ... sungguh merepotkan!"


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...