Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 32. Hari Pelelangan



...Dungeon 32. Hari Pelelangan...


Beberapa hari kemudian, hari pelelangan pun tiba yang diadakan di Ballroom lantai Istana yang mana Shinji membuatkan jalur khusus dengan bimbingan Rose agar para tamu tidak harus melewati lantai pertahanan yang ada dilantai satu sampai empat.


Sebenarnya Shinji ingin memperkenalkan hotel Nexus kepada para petualang namun, Nami tidak mempercayai manusia apalagi memperkenalkan dunia modernisasi kepada mereka.


Shinji yang mendengar itu, dia pun memahami nya.


Satu persatu tamu terus berdatangan, Shinji memerintahkan Rose untuk mengantar para tamu ke aula Ballroom pelelangan di Mansion satu.


Setibanya disana, para tamu yang terdiri dari bangsawan dan pengusaha terkagum-kagum.


Tidak lama kemudian, datang Gordo bersama Iris dengan beberapa petualang kelas A dan B. Jika dihitung mereka ada sekitar 40 orang.


"Master, aku mendeteksi ada nya hawa pembunuh." Rose sontak melihat kearah para petualang. "Harusnya aku membunuh mereka semua!" telepati Rose seraya memegang pisau yang tersimpan di paha balik rok seragam pelayan nya.


"Rose, jangan melakukan itu! bersikaplah biasa!"


Shinji merasa beruntung, Rose memiliki skill telepati hingga mampu berkomunikasi dengan nya.


"Dimengerti!" jawab Rose seraya melepaskan tangan dari paha nya dan kembali ekspresinya dengan ramah. Lalu, mempersiapkan mereka untuk masuk.


Beberapa saat kemudian, semua tamu hadir yang mana Aula pelelangan sudah terisi 20 bangsawan, 15 pedagang besar, 65 penjaga mereka dan kelompok Iris 40 orang dengan ini 140 orang hadir di aula pelelangan.


Dan, untuk penjagaan nya Shinji sudah menempatkan 20 boneka Shinobi didalam bayangan aula pelelangan dan Alpha di sisi pintu masuk yang mana dia menyamar sebagai pelayan juga.


Semua berjalan dengan aman dan tidak ada masalah. Shinji harap memang tidak ada karena hal itu sangat merepotkan.


Setelah semua nya hadir, Shinji pun merapihkan diri dan bergabung dengan mereka.


Dan, acara pun di mulai yang mana semua tamu nya mengenakan topeng dan salah satu pria berbadan tinggi maju kedepan dengan mengenakan topeng burung dan dia memulai acaranya.


"Selamat datang para hadirin sekalian di acara pelelangan ini! Kami ucapkan terimakasih kepada Asosiasi Pedagang yang telah mengadakan acara ini, Asosiasi Petualang dan penyihir yang telah bersedia menjaga acara pada hari ini. Khusus nya kepada Tuan Shinji, selaku pemilik tempat yang luar biasa ini. Terimakasih. Baiklah, dengan ini acara pelelangan di mulai!" ucap pria yang mengenakan topeng burung.


Sesaat kemudian, wanita yang mengenakan pakaian seksi datang maju ke tengah panggung seraya membawa barang diatas nampan.


"Barang pertama ialah ...."


Satu persatu barang pun di lelang hingga barang pertama dari itu yaitu tiga berlian 7 warna.


Semua peserta yang ada di aula terpesona melihat berlian tersebut.


"Mari kita mulai dengan harga 100.000 Vale!"


Lalu, saling adu tawar pun terjadi ...


"150.000!"


"200.000!"


"300.000!"


"500.000!"


Semua peserta terdiam.


"Apakah ada penawaran lebih tinggi? ... Dan, berlian tujuh warna terjual 500.000," ucap pria yang mengenakan topeng burung seraya mengetuk palu.


Begitu juga barang lainnya yang mana dilakukan dengan proses yang sama.


Buah Durian yang Shinji taruh terjual 200.000 Libra.


Cincin Penyembuhan terjual 1,5 Juta Libra.


Setelah itu, pistol Magic revolver yang mana terjadi persaingan sengit dalam merebutkan barang tersebut.


Berbagai penawaran terus di lontarkan sampai mencapai harga 5 juta Libra.


Setelah semua barang terjual, pelelangan pun usai dan peraturan lelang yang mengatakan bahwa 20 persen dari setiap barang yang terjual akan diberikan kepada Sponsor yang mana sponsor nya Shinji dan Asosiasi Pedagang.


23.570.000 Libra.


"Dengan ini, aku menjadi kaya raya mendadak dalam semalam," batin Shinji dengan senyuman lebar.


Dan, pelelangan pun sampai pada akhir acara.


“Para hadirin sekalian terima kasih kepada anda sekalian yang berpartisipasi dalam acara ini dan sekarang kalian MATILAH!” seru pembawa acara yang tersenyum lebar yang membuat Shinji dan para peserta terkejut.


Seusai mengatakan itu, beberapa tamu berdiri dan memunculkan pedang, tongkat, dan senjata api terutama dibelakang pembawa acara tiba-tiba muncul pria besar dan menodongkan kesepuluh jarinya lalu dari jari-jari terbuka lubang.


“Hiyaa!!


Teriak salah satu pelelang yang melihat para pengacau.


Shinji yang juga melihat gerakan itu, dia pun bergegas teriak kepada Alpha.


“Alpha, Kirimkan para pengacau ini ke dungeon pertahanan!” teriak Shinji kepada Alpha.


“Dimengerti!” jawab Alpha.


Para pengacau itu pun menodongkan senjatanya tapi mereka menghilang begitu juga pembawa acara dan pria besar dibelakangnya dan mereka pun tersadar sudah berada di dalam goa.


“Ehh … dimana ini?”


“Apa yang terjadi?”


Berbagai ucapan yang mereka katakan saat menyadari bahwa mereka berada di sebuah gua.


Di ruang pelelangan, para tamu juga terkejut saat beberapa tamu menodongkan senjatanya tapi perasaan mereka menjadi lega saat hilangnya para pengacau tersebut.


“Mereka dimana?”


“Apa yang sebenarnya terjadi?”


Berbagai pertanyaan dan perbincangan kecil yang mereka katakan dan perasaan panik yang mereka rasakan.


Disisi ruangan, ada Iris yang menyadari bahwa hilang nya para pengacau itu berkat Shinji yang memerintahkan dungeon nya untuk mengirim mereka semua dalam sekejap.


“Tuan Shinji, anda kah yang menyelamatkan kami?” tanya Iris yang melihat Shinji.


Shinji pun hanya tersenyum menjawabnya lalu, dia berjalan kearah podium.


“Master,” gumam Nami yang menatap Shinji di sudut ruangan.


Shinji menyadari tatapan Nami dan dia membalasnya dengan senyuman dan melanjutkan perjalanannya ke podium.


“Hei, semua tenanglah! Tuan Shinji akan menjelaskan kepada kita!" seru keras Iris yang menenangkan suara panik dari para pelelang.


Disaat para tamu mendengar ucapan dari Iris membuatnya tenang dan mata mereka tertuju kepada Shinji yang sudah berada diatas panggung.


“Para hadirin sekalian, maaf karena ada kegangguan yang terjadi beberapa saat yang lalu dan kami sudah mengatasinya tapi aku akan menyajikan sebuah video dari para pengacau tersebut. Selamat menyaksikan!” ucap Shinji.


Setelah itu Shinji menoleh kebelakang.


“Navigator, tampilkan layar para penyusup dengan ukuran layar besar!” seru Shinji.


Kling!


[Dimengerti!]


Setelah itu, Navigator memunculkan layar udara yang sangat besar dibelakang Shinji dengan penampilan dari para pengacau.


Setelah itu, Shinji berbalik badan. "Pemirsa! Selamat menyaksikan!" ucap Shinji dengan senyuman kecil.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...