Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 54. Diary of Goblin, Kay part I



...Dungeon 54. Diary of Goblin, Kay part I...


Di nyalanya api unggun dan beberapa daging menempel dekat api. Shinji dan Kay beserta para Goblin yang lain membuat lingkaran dan Kay pun berbagi cerita nya.


Diawali dengan dirinya yang bereinkarnasi menjadi Goblin yang mana saat itu Kay sedang berdiri diantara Goblin yang sedang bersimbah darah dalam keadaan bingung.


"Ini sungguhan. Aku menjadi Goblin!"


Memahami itu, Kay pun menghela nafas panjang dan menerima keadaan nya yang ternyata suara wanita yang dia dengar itu bukanlah mimpi.


"Apakah dia Dewi atau kah Iblis? Entah lah!" batin Kay.


Setelah menerima kenyataan ini, Kay pun menganalisa keadaan sekitar.


"Apa yang terjadi disini? habis ada perang kah?" ucap Kay seraya melihat sekeliling nya.


Lalu, Kay melangkah dan menghampiri para Goblin yang bersimbah darah.


"Lebih baik, aku periksa mungkin saja ada Goblin yang masih hidup dan aku bisa mengorek informasi darinya," batin Kay


Namun ada sekitar 15 Goblin yang terkapar tidak ada satu pun yang hidup.


"Seperti nya hanya aku yang bertahan di goa ini."


Beberapa saat kemudian, perut Kay berbunyi dan merasakan lapar yang teramat sangat.


"Mungkin ini efek dari kehidupan ku sebelumnya yang mana tidak makan selama dua hari," batin Shinji.


"Ahh, Laparnya!" gumam Kay seraya melihat sekitar yang mungkin bisa dia makan.


Sesaat kemudian, Kay melihat ada jasad Orc di belakang nya. Orc itu terlihat baru juga mati.


Hal itu membuat Kay mengambil kesimpulan.


"Kemungkinan bahwa Goblin ini sedang bertarung dengan Orc," batin Kay.


Melihat jasad Orc itu, Insting Kay mengatakan bahwa jasad itu bisa dia makan. Meski ada keraguan.


Kay pun menelan ludah nya, "Hanya jasad Orc itulah satu-satunya yang mampu mengisi perut ku yang kosong."


Tanpa ada keraguan lagi, Kay pun menghampiri dan menyantapnya mentah-mentah.


"Mungkin, jika aku masih menjadi manusia maka pasti akan muntah-muntah," batin Kay.


Sesaat memakan itu, Kay menyadari sesuatu.


"Walau daging itu tidak ku masak namun, lidah ini merasakan kelezatan tersendiri. Rasa seperti daging b@bi. Enak! Daging ini sangat enak!" batin Kay.


Ditengah makan, muncul sebuah tulisan disertai suara pemberitahuan di sisi atas kanan pandangan nya.


Ding!


[Extra Skill Demon Eyes telah didapatkan.]


Ding!


[Skill Berserk telah didapatkan.]


Ding!


[Level telah meningkat ke level 3.]


Melihat beberapa tulisan itu, Kay sontak terkejut dan melihat sekitar.


"Apa itu?"


Setelah itu, Kay mencoba mencari cara untuk melihat apa yang didapatkannya namun, tidak berhasil dan saat melihat genangan air, Kay pun terpikir sesuatu.


Lalu, sontak pergi menghampiri genangan air itu dan bercermin pada genangan air itu namun, saat bercermin Kay sontak terkejut melihat rupa nya yang buruk rupa dengan telinga panjang, hidung pesek dan memiliki gigi seperti hiu.


"Aku sungguh buruk rupa. Sudah lah, lagi ini lebih baik dibandingkan dengan pria tampan yang sombong dan suka menindas orang," ucap ku seraya memeriksa wajah ku.


Setelah menerima kenyataan bahwa Kay monster yang jelek, dia mencoba skill yang telah dapatkannya.


Sambil bercermin diri, Shinji merapalkan skill.


"Extra Skill. Demon Eyes."


[ Status.


Nama: tidak ada.


Ras: Green Goblin.


Jabatan: Prajurit Rendah Goblin.


Gelar: Tidak ada.


Level. 3.


Skill:


Berserk.


Extra Skill:


Demon Eyes.


Unique Skill:


Melihat tulisan itu, Kay pun tersenyum sendiri.


"Melihat ini, aku seperti bermain game saja. Tidak! Meski, walaupun ini kenyataan tapi harus menganggap nya ini adalah game. Menarik! Sungguh menarik! Gigigi..."


Setelah memahami itu, Kay pun meminum air itu untuk menghapus dahaga dari rasa haus sehabis makan daging Orc.


Setelah itu, dia pun melanjutkan langkah. Keluar ruang Goa yang penuh jasad ini dan sebelum itu, dia memberikan penghormatan kepada saudara-saudara barunya yang sudah mati dan gugur dalam melawan Orc.


"Semoga jiwa kalian di terima oleh Dewa Goblin."


Seusai itu, dia mengambil tiga pisau yang selipkan di pinggangnya dan tombak.


Setelah beberapa lama Kay melewati koridor goa, dia pun tiba di ruang goa yang lain yang mana terlihat beberapa monster serigala bertanduk sedang makan jasad manusia.


Sesaat Kay masuk, para serigala bertanduk sontak melihat Kay dengan tatapan kesal dan ingin membunuh nya.


Dalam pemikiran mereka, Kay hendak merebut makanan nya.


"Aku ingin mencoba menyantap manusia itu seperti apa," batin Kay.


Namun, sebelum bertarung Kay mengunakan [Demon Eyes] dahulu.


[Status.


Serigala bertanduk satu.


Level 3.


Serigala bertanduk satu.


Level 3.


Serigala bertanduk dua.


Level 10.


Skill: Aero. ]


Ditengah Kay melihat mereka, tidak ada berbasa-basi lagi kedua serigala bertanduk sontak menyerang nya dengan kecepatan tinggi.


Lalu, Kay yang melihat itu sontak memasang kuda-kuda tombak seperti film yang pernah ku tonton seraya merapalkan skill.


"Skill Berserk."


Sesaat merapalkan itu, Kay merasa kekuatan yang berlimpah mengisi seluruh tubuh lalu, dia mengayunkan tombak kearah serigala dan menusuk nya.


Lalu, serigala yang lain melompat di arah yang lain. Kay yang melihat itu sontak mengeluarkan pisau dan menusuk leher nya dari bawah. Beruntung, tubuh kecil ini membuat gerakan nya lebih cepat.


"Dengan ini dua Serigala tumbang. Tinggal satu lagi."


Mereka pun saling berhadapan satu sama lain dan dia terlihat sangat marah dengan Kay. Sedangkan, Kay juga tidak ingin mati lagi di goa ini maka dari itu, dia bersiap siaga untuk membunuh nya.


Dunia monster adalah dunia rimba. Siapa yang kuat, dia yang menang dan membunuh atau dibunuh.


Dengan prinsip itulah, sekarang ini Kay harus hidup di dunia monster ini.


Setelah lama mempersiapkan diri, serigala itu pun sontak mengeluarkan sinar dan melakukan gerakan cepat hingga tiba didekat ku dalam sekejap.


"Masih terlihat."


Lalu, Kay pun sontak menusuk kepalanya dengan kedua pisau nya. Meski begitu, Serigala itu pun masih bertahan dan dia menendang udara untuk mundur jauh dari nya.


Dan, Kay juga mengambil nafas berat dan mengambil senjata terakhir ku.


"Aku harap ini akan menjadi akhir untuk nya jika tidak ini tidak berhasil. Maka ini akan menjadi akhir untuk ku," batin Kay.


Lalu, serigala bertanduk dua itu melesatkan serangan yang sama yang mana dalam sekejap dia sudah berada di dekat Kay.


Setelah mengetahui serigala mengunakan teknik yang sama, Kay sontak berguling kedepan dan masuk kebawah serigala bertanduk.


Dan, dia pun sontak menusuk dan menarik tusukan itu hingga kulit serigala robek dan darah menguyur tubuhnya.


"Giaaa!"


Setelah itu, pertarungan pun berakhir dengan ketiga serigala bertanduk mati dihadapan Kay.


Melihat nya, perut ku berbunyi. Maka dari itu, dia tidak segan-segan menyantap daging Serigala bertanduk yang mana memiliki rasa yang kurang enak dibandingkan dengan daging Orc meski begitu, dia tetap menyantap nya.


Ditengah makan itu, tulisan sistem datang kembali.


Ding!


[Skill Aero telah didapatkan.]


Ding!


[Anti panas dan dingin telah didapatkan.]


Ding!


[Level telah meningkat ke level 12.]


Dan, kisah Kay masih berlanjut ...


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...