
...Dungeon 108. Desa Goblin....
Disaat Kay mendapatkan perintah untuk pergi ke desa Goblin hutan Meiya, datang beberapa Goblin hijau dengan senjata yang berkarat serta perisai kayu. Tidak hanya itu, penampilan mereka juga sangat kumuh.
Mereka dengan gelisah menghadap dan bersujud dihadapan Kay
"Raja, tolong lah desa kami!" ucap salah satu Goblin.
"Bangun dan jelas kepada ku! Kenapa dengan desa kalian?"
Para Goblin sontak bangun dan bangkit berdiri.
"Desa kami di serang oleh segerombolan Orc dan telah banyak membunuh para prajurit Goblin yang berjaga di desa termasuk pemimpin kami. Maka dari itu ..." Semua kelompok Goblin dari desa bersujud kembali di hadapan Kay. "Raja, aku mohon!"
Memikirkan itu, Kay berpikir,
"Jika aku membantu desa maka aku bisa mendapatkan kepercayaan dan menguasai desa itu dan memimpin nya. Satu batu kena dua burung," batin Kay.
Dan, Kay pun memutuskan untuk membantu mereka.
"Baiklah, aku akan membantu mu!"
Beberapa Goblin desa saling bertukar senyum dan mereka secara serentak mengatakan.
"Terimakasih, raja!"
Kay pun tersenyum dan mengangguk kepala.
Setelah itu, Kay beranjak dari kursi dan memberikan perintah.
"Para Goblin sekalian, Dengar kan perintah ku!"
Saat Kay berseru itu, semua para Goblin di sarang itu menghentikan aktifitas nya dan menghadap serta memperhatikan Kay.
"Saat ini, salah satu desa dari saudara kita telah mengalami musibah. Kita sebagai Goblin petarung harus membantu dan melindungi teman-teman kita yang lemah. Maka dari itu ..." Kay meluruskan tangan kanan dan memberikan perintah lanjutkan. "Kemas semua barang di sarang ini dan kita pergi ke desa!"
Lalu, semua Goblin serentak berlutut satu kaki dan serempak menjawab.
"Baik, Raja."
Setelah itu, semua Goblin sibuk mengatur barang bawaan, senjata dan makanan yang ada di sarang. Seusai persiapan selesai, kami pun pergi meninggalkan sarang menuju ke desa Goblin.
Selama perjalanan, Kay berpikir dan menganalisa yang mana dalam informasi dari Goblin Ajudan yang mana desa Goblin merupakan tempat para Goblin betina berkumpul dan beberapa ras lain yang diculik lalu, bercocok tanam untuk menambah keturunan
Selain itu, Goblin juga memahami bahwa ada hukum Goblin yang melarang Goblin peringkat rendah untuk berstubuh dengan Goblin betina dan hukum itu menyebabkan Goblin muda terasingkan.
Lalu, Goblin yang tidak memiliki hubungan intim dengan Goblin mereka hanya bertugas untuk berburu dan mencari mangsa. Maka dari itu, banyak Goblin yang meninggalkan desa saat dia tidak memiliki pasangan dan hidup sendiri di luar desa termasuk kelompok Kay yang membuat sarang dan kelompok sendiri.
Selama perjalanan juga, Kay berbincang banyak dengan Goblin yang berasal dari desa yang mana aku mendapatkan beberapa informasi diantara nya.
Desa itu memiliki 60 prajurit Goblin namun, serangan Goblin membuat 40 Goblin prajurit terluka dan 19 Goblin mati termasuk Raja Horde mereka.
Dan, yang tersisa di desa hanya para Goblin tua, Goblin betina dan Goblin anak-anak berjumlah 40 Goblin.
Itulah Informasi yang Kay dapatkan selama perjalanan menuju desa Goblin.
Setelah berjalan beberapa mil, Kay pun tiba di desa Goblin dan setibanya disana, dia terkejut melihat desa Goblin yang ternyata sangat kumuh, rumah mereka hanya terbuat dari batang kayu ataupun ada yang berbentuk rumah itu sudah terlihat rapih.
Melihat arsitektur nya, desa Goblin ini merupakan desa yang dahulu di huni oleh manusia. Lalu, desa ini ditaklukkan dan menjadi tempat tinggal para Goblin.
Melihat itu, Kay pun menghela nafas panjang.
"Pantas saja desa Goblin mudah untuk di serang oleh segerombolan ras lainnya," batin Kay seraya melihat sekeliling nya.
Setibanya disana, para Goblin yang berada di post penjaga sontak membuka pagar kayu duri.
Awalnya para penjaga mengangkat senjata nya namun, saat Kay dan pasukan nya melepaskan helm penjaga gerbang menundukkan kepala lantaran dia tahu bahwa Kay raja Horde dan memiliki ras Goblin Bangsawan. Maka dari itu, dia mengambil kesimpulan bahwa aku adalah seorang Raja.
"Raja Horde, silahkan masuk!" seru Goblin penjaga.
Kay pun mengangguk kepala dan masuk kedalam desa. Setibanya disana, beberapa Goblin muda melihat Kay dan pasukan nya dengan tatapan kagum lantaran baju zirah lengkap yang kami kenakan layaknya ksatria manusia.
Seluruh zirah itu merupakan hasil perbaikan senjata dan zirah dengan mengunakan unik Skill Transmutasi.
Selain itu, Kay melihat dari sisi pintu rumah. Goblin betina yang menatap nya dan saat melihat Goblin betina terlihat lah penampilan yang jauh berbeda dibandingkan dengan Goblin jantan yang mana Goblina betina memiliki hidung yang tidak begitu mancung, memiliki rambut dan memiliki kulit tubuh yang lebih terang.
Mereka melihat Kay dengan tatapan kagum sehingga desa menjadi berisik dengan beberapa bisikan dan ucapan kagum.
Setelah beberapa langkah kedalam desa, Kay didatangi oleh sosok Goblin merah yang memiliki tinggi satu meter dengan taring bawah yang besar.
Dalam pengetahuan nya, dia merupakan Goblin Ras langkah, sang Goblin merah dan Kay menduga dia raja dari desa ini.
Adapun disebelah nya yang mengikuti raja Goblin itu, dia adalah Goblin tua dan ini terlihat dari kerutan di kulit serta rambut tipisnya yang sudah berubah putih.
"Terima kasih, Raja Horde Timur ada sudah datang dan menolong kami," ucap Goblin ras langka.
"Sebelum aku membantu kalian, ada hal yang harus ku pastikan!"
"Apakah itu, Raja?" tanya Goblin Langka.
"Apakah kamu Raja dari desa ini?"
Goblin langka itu sontak terkejut hingga mundur satu langkah kebelakang. Lalu, dia sontak bersujud kehadapan Kay dan sikap Goblin itu diikuti oleh Goblin tua dan Goblin lainnya.
"Iya, saya raja dari desa ini. Meski begitu, saya tidak berkompeten dalam memimpin hingga menyebabkan banyak korban jiwa. Bunuh lah saya!" seru raja Goblin.
Mendengar itu, Kay terharu saat melihat tanggung jawab raja Goblin yang ada dihadapan nya. Meski dia Goblin namun, sikap kepemimpinan nya jauh melebihi Manusia.
Kay tersenyum melihat sikap mereka.
"Hal itu tidak dibutuhkan. Aku hanya ingin jabatan mu dan mulai hari ini, aku juga Raja di desa ini!"
"Baik, Raja. Terimakasih belas kasih anda," jawab Goblin langka seraya menundukkan kepala dalam posisi masih berlutut satu kaki.
Lalu, melihat raja mereka berlutut satu kaki dan memahami bahwa raja mereka berubah. Para Goblin yang ada di desa sontak berlutut dan serempak mengatakan.
"Raja, yang berkuasa! Panjang umur!" ucap serempak para Goblin dan pasukan Kay juga mengikuti nya.
"Aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian dan melindungi kalian sampai titik darah penghabisan!"
Dan, sejak hari itu Kay menjadi Raja di desa Goblin tanpa ada harus pertumpahan darah dan memenuhi perintah Shinji.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...