
...Dungeon 47. Kelvin di Nexus Dungeon....
Setibanya di desa Sasha, Kelvin dihadang oleh beberapa prajurit memakai zirah ringan yang dipimpin oleh Pablo dan Nova.
"Ayah, dia lah orang nya!" seru Nova seraya menunjukan jari kearah Kelvin.
Sikap Nova itu membuat Kelvin terkejut, "Eh? Ada apa?"
Pablo yang juga mendengar itu, dia sontak menatap tajam Kelvin. "Apa?! Jadi, kamu! Pengawal tangkap dia!"
"Baik!" jawab serentak Pengawal.
Dan, tanpa mengetahui apapun. Kelvin ditangkap oleh para pengawal. Warga desa yang melihat itu hanya bisa menonton dan terdiam.
"Apa ini? Aku melakukan kesalahan apa? Lepaskan aku!" seru berontak Kelvin yang dibawa paksa oleh para pengawal Picasso.
Tanpa ada yang mempedulikan, Kelvin pun dibawa oleh bangsawan Picasso dan dimasukkan ke dalam Dungeon pertahanan Nexus.
Picasso berpikir jika dia memasukkan manusia bodoh kedalam Dungeon Nexus, Shinji akan senang dan akan dijadikan makanan untuk para monster nya.
Setibanya didalam Dungeon, Kelvin hanya bisa termenung dan tertegun-tegun memikirkan yang terjadi kepadanya.
"Kenapa semua ini terjadi kepada ku? Kenapa?!" gumam Kelvin yang berlinang air mata lalu, duduk dengan memeluk kedua kaki serta menaruh kepala di kedua lututnya.
Dan, untuk beberapa lama. Kelvin pun mengalami depresi berat sampai suatu saat sosok kedua adiknya muncul dalam bayangan nya.
Melihat itu, Kelvin sontak menegakkan kembali kepalanya. "Joana!"
Saat memikirkan adik nya itu, Kelvin pun menjadi bersemangat kembali dan bangun dari lantai.
"Aku harus hidup untuk melindungi adik ku!" batin Kelvin.
Kelvin yang memiliki semangat itu, dia sontak memulai langkah nya menelusuri Dungeon yang hanya memiliki satu koridor saja.
Dalam langkah nya, Kelvin belum bertemu dengan satu monster pun namun, Kelvin dihadapkan dengan beberapa jebakan. Meski Kelvin tidak memiliki sihir dan pengetahuan sihir, dia masih bisa melewati nya.
Dalam upaya bertahan hidup, Kelvin pun harus memakan tumbuhan dan air apapun yang ditemukan nya.
Beberapa saat kemudian langkah Kelvin terhenti disaat melihat ada nya Direwolf dihadapan nya.
"Grrrrr!"
"Yang benar saja!" gumam Kelvin yang melangkah mundur.
Lalu, Direwolf melangkah pelan menghampiri Kelvin dan Kelvin pun juga terus melangkah mundur dengan tatapan penuh kewaspadaan.
Serigala itu terus berjalan pelan dengan tatapan tajam serta mulut yang terbuka dengan air liur yang terus menetes dan pandangan nya dia terlihat lapar dan ingin memakan Kelvin.
“Grrrrr!”
Kelvin berusaha untuk tidak takut dan dia pun terus melangkah mundur hingga langkah terhenti oleh dinding batu dibelakang yang membuat ketakutan Kelvin pun menjadi bertambah lantaran dirinya yang terpojok.
Dan, serigala yang tahu bahwa Kelvin telah terpojok, serigala itu pun langsung lompat dengan mulut terbuka untuk menerkam Kelvin.
Groarrr!
Kelvin pun tidak tinggal diam, dia langsung berguling kesamping serta saat sudah disamping dengan posisi jongkok pandangan Kelvin yang tidak lepas dari serigala tersebut.
Dan terlihat serigala itu juga sontak langsung menginjak dinding. Lalu, melompat ke arah Kelvin kembali.
Groaaarrr!
Kelvin yang melihat itu, dia pun terkejut. “Apa?!”
Saat Kelvin menghadapi situasi itu, dia teringat dengan ucapan ayah nya.
“Jika kamu tidak bisa melawan! Maka berlarilah sekencang mungkin!”
Memahami pesan dari ayahnya itu, Kelvin pun bergegas melompat berguling lagi kedepan dan dia sontak juga berdiri. Lalu, berlari dengan cepat kearah lorong didepan nya.
Meski begitu, serigala bertanduk itu juga langsung berlari mengejar Kelvin.
Dalam lorong dengan cahaya yang minim Kelvin terus berlari dengan cepat. Sesekali menoleh kebelakang untuk melihat serigala yang masih terus mengejarnya.
“Grrrr … Gok!” suara serigala yang terus mengejar.
Ditengah pelariannya, dia menghentikan larinya saat dikejutkan dengan makhluk sosok yang berdiri tegap dengan tinggi serta tidak memiliki wajah dan memiliki tubuh besi.
"Boneka Sihir?!"
Memahami itu, Kelvin sontak melompat kearah samping nya. Lalu, dia menyadarkan badannya di tempok dengan nafas yang terengah-engah.
Grrrrr!
Di arah yang berlawanan, Kelvin yang mendengar suara gerakan serigala, dia melirik kesamping yang terlihat serigala juga menghentikan larinya dan menghadap Kelvin.
Kelvin pun menatap tajam serigala itu dan pelan-pelan dia mengambil ancang-ancang untuk berlari lagi dan saat serigala ingin melompat, Kelvin langsung berlari kearah jalan lain.
Lalu, Kelvin pun menoleh kebelakang yang mana boneka sihir menyadari kehadiran Kelvin dan sontak mengejarnya.
Melihat itu, Kelvin sontak ketakutan dia ingin berteriak akan tetapi hal itu tidak boleh dilakukan oleh Kelvin maka dari itu, dia pun terus berlari dengan mulut yang di tutup oleh tangan nya.
Kelvin terus berlari meski jalannya kurang pencahayaan.
Ditengah pelariannya lagi, dia melihat boneka sihir lagi yang sedang melamun menatap dinding namun, saat kehadiran Kelvin yang berlari. Boneka sihir itu pun menoleh kearah Kelvin dan ikut mengejarnya juga.
Setelah itu, boneka sihir berbalik badan dan berlari kearah Kelvin dia arah yang berlawanan dengan nya.
Kelvin yang melihat itu, dia pun langsung melihat sekitar tapi tidak menemukan jalan yang lain.
Lalu, Kelvin menemukan batu cukup besar di sisi tembok. Melihat itu, Kelvin mengambil batu itu dengan posisi yang masih berlari dan disaat jarak yang sudah dekat. Dia pun melemparkan batu tersebut.
Lemparan batu itu tepat mengenai kepala monster dan membuat monster yang ada dihadapannya terjatuh.
Melihat itu, Kelvin pun tersenyum bangga. Lalu, dia melompati boneka sihir itu akan tetapi keberuntungannya tidak bertahan lama tanpa sengaja Kelvin mengijak lantai yang bergerak kebawah hingga lantai di sekitar Kelvin terbuka lebar membentuk lubang besar sehingga membuat Kelvin terjatuh.
“Apa?!”
Lubang yang cukup jauh Kelvin terjatuh hingga kedua monster tidak berani menyusul Kelvin dan mereka hanya menatap.
Bukkk!
Kelvin pun terjatuh dengan sangat keras hingga membuatnya tidak sadarkan diri.
Ditempat yang sama, Shinji sedang bersantai di Penthouse nya yang mana sedang menunggu makanan yang sedang dimasak oleh Laluna.
Lalu, tidak lama kemudian. Laluna keluar dari dapur dengan membawa dua piring dan menyajikan nya kepada Shinji.
"Master, silahkan dimakan!" seru Laluna.
Shinji sontak tersenyum lebar, "Selamat makan!"
Dan, Shinji pun menyantap makanan itu dengan lahap. Ditengah itu, pemberitahuan datang dari Navigator.
Kling!
[Peringatan. Penyusup telah datang.]
Mendengar itu, Shinji menghentikan makan nya. "Tunjukkan kepada ku!"
Sesaat kemudian, muncul layar udara yang menunjukkan Kelvin yang sedang berjuang melewati lantai pertama Dungeon Nexus.
"Pria ini aneh, kenapa dia tidak melawan dengan senjata atau sihir?"
Laluna yang melihat juga penyusup itu, dia pun menjawab nya. "Ada kemungkinan, dia memang tidak bisa sihir dan teknik senjata karena alasan tertentu."
"Benarkah? Baiklah, aku akan lihat status nya."
Shinji pun mengunakan [Mata pengetahuan] dan memang benar adanya, penyusup itu tidak memiliki skill ataupun magic. Namun, hanya ada satu skill unik.
"Skill Petapa Agung? Wow ... dia orang yang menarik."
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...