Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 111. Senja dan Trio Petualang



...Dungeon 111. Senja dan Trio Petualang....


Dimalam yang dingin terlihat Senja sedang berjalan melewati hutan belantara yang luas meski hutan itu sangat gelap namun, Senja masih bisa melihat ditempat yang gelap.


Hal itu lantaran Senja yang memiliki Sense atau panca Indra yang tinggi maka tanpa harus mengunakan sihir penglihatan malam senja sudah bisa melihat dalam kegelapan.


Lalu, ditengah perjalanan. Dia mendengar suara adu pedang yang membuat langkah Senja berhenti.


"Oh, seperti nya ada pertikaian. Lucky!" ucap senang Senja.


Lalu, Senja berlari kearah sumber suara yang mana setibanya di sumber suara itu terlihat ada tiga petualang yang sedang berhadapan dengan para Goblin yang sedang mengepungnya.


Dan, Senja melihat kejadian itu dari atas pohon. "Eh? ada petualang dan seperti nya mereka sedang berhadapan dengan para Goblin." Lalu, ada sesuatu yang membuat Senja menarik perhatian nya. "Mata nya biru? Ini sangat berbeda dengan Kak Kay dan Goblin nya. Lunox, kenapa?"


[Master, Goblin yang anda lihat saat ini adalah Goblin yang berasal dari pemanggilan Dungeon.]


"Yang berarti, mereka dari Goblin Dungeon."


[Benar sekali, Master.]


Sesaat kemudian, Senja mendengar percakapan mereka hingga teralih pada pertarungan.


"Andre, Siska. Kalian lari lah!" seru seorang wanita berkaca mata, Hyna.


"Kamu bicara apa Hyna?!" ucap Siska.


"Jangan menyerah, Hyna! Kita sudah lebih kuat dan kejadian dulu tidak boleh terulang!" jawab Andre.


"Baiklah."


Lalu, para Goblin Dungeon tidak mau membuang waktu dan terus melesatkan serangan kepada trio petualang itu.


"Lagipula, Kenapa mereka lebih kuat dibandingkan Goblin sebelum?" ucap analisa Siska.


"Sial! Andai saja saya tidak menyarankan masuk lebih dalam hutan ini!" keluh Hyna terhadap diri nya sendiri.


Memahami itu, Senja pun tersenyum. "Kebetulan ada mereka. Waktunya menunjukkan ada pahlawan imut disini!"


Lalu, Senja pun melompat dari pohon dan menolong mereka.


"Rankyaku."


Sabetan pedang udara pun melesat dan membunuh tiga Goblin sekaligus.


Siska dan Andre sontak menoleh kearah Hyna.


"Hyna, kau hebat sekali!" seru kagum Siska.


Dengan ekspresi heran, Hyna menjawab nya. "Barusan bukan aku yang-"


Sebelum menyelesaikan ucapannya, Senja melompat ke depan mereka.


"Eh? Siapa?" kaget Siska.


Dengan ekspresi senang, Senja meluruskan jari nya kedepan. "Para Goblin bodoh, berbangga lah karena mati ditangan gadis imut seperti ku." Lalu, Senja melesatkan teknik baru nya.


"Snipe Shigan!"


Sesaat mengeluarkan simbol pistol kearah depan muncullah beberapa peluru energi kinetik yang membuat para Goblin tertembak dan tidak bernyawa lagi saat jatuh ke tanah.


"Yare! Yare! Mudah nya! Baiklah, sekarang kalian lah selanjutnya!" Senja merapalkan teknik nya. "Soru."


Dalam sekejap mata, Senja sudah berada di dekat Goblin dan melanjutkan serangan nya. "Shigan."


Tusukan jari itu pun tepat menembus kepala para Goblin tersebut.


Siska dan Andre yang sedang memperhatikan pertarungan Senja membuat mereka terheran.


"Siapa gadis itu?" tanya Siska.


"Dia sangat kuat!" sambung Andre.


Lalu, Senja sendiri saat ini sedang berlari dan ada beberapa Goblin yang melesatkan arah panah namun, Senja sontak membuat simbol pistol. "Snipe Shigan!"


Selain serangan panah, beberapa Goblin didepan Senja juga mulai bergerak.


"Geppu."


Dengan mengunakan teknik ini, Senja melompat tinggi ke udara dari saat ditengah udara dia mengeluarkan teknik lain nya.


"Rankyaku."


Sabetan udara dari atas pun terbentuk hingga membelah para Goblin yang ada dibawah berikut dengan tanah nya.


Lalu, Senja mendarat di dua Goblin terakhir dan melesatkan serangan terakhir nya.


"Tekkai."


Senja pun melesatkan pukulan yang sudah di isi energi sihir yang membuat kepala kedua Goblin terpenggal dan Senja pun mendarat.


"Iyaa ... aku tidak tahu. Kalau serangan ku begitu keras," ucap Senja seraya melihat tangan nya.


Dan, petarung pun usai.


Melihat itu, trio petualang tertegun-tegun.


"Dia membunuh semua nya sendirian," kagum Siska.


"Luar biasa ..." sambung Hyna.


Senja yang sudah menyelesaikan petarung, dia pun menghampiri trio petualang dan mengambil Healing potion dari cincin penyimpanan.


"Ini minum lah!" seru Senja seraya berikan beberapa potion nya.


"Oh, iya. Terimakasih!" ucap Siska yang sontak mengambil potion dan meminumnya begitu juga yang lain nya.


Yang mana sesaat kemudian, mereka sontak pulih sepenuhnya.


"Terimakasih sudah menolong kami," ucap Siska.


"Kau luar biasa!" sambung kagum Hyna.


"Kalau, boleh tahu siapa nona?" sambung Andre.


"Aku Senja. Seorang pengelana," jawab bangga Senja.


Mendengar itu, trio petualang sontak terkejut.


"Eh? Aku pikir nona seorang petualang atau tentara bayaran," ucap Siska.


Dengan senyum lebar, Senja pun berpamitan.


"Kalau begitu, aku pamit dulu! Dadah!" ucap Senja seraya berbalik badan dan melangkah.


Lalu, Andre menghentikan nya.


"Nona, kamu berhak membawa material Goblin ini!" ucap Andre.


Senja pun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. "Tidak perlu, kalian ambil saja! Dan, cepatlah pergi dari sini! Sebelum terjadi penyerbuan Goblin! Bye!"


Dengan jawaban itu, Senja berlari kedalam hutan dan saat mendengar jawaban Senja.


Trio petualang saling bertukar pandang.


"Penyerbuan Goblin! Gawat!" kaget Siska.


"Kita harus segera melaporkan nya kepada ketua Guild!" sambung Andre.


Setelah itu, Trio Petualang sontak mengambil material Goblin dan bergegas kembali ke kota Prontera.


Dan, penemuan jurus baru itu. Shinji menambah teknik nya menjadi JuShinki


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...