Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 91. Halaman terakhir, Ent dan Raja Iblis Revenger



...Dungeon 91. Halaman terakhir, Ent dan Raja Iblis Revenger....


Halaman ke delapan, Lantai Kuil Tanah Kuno yang mana Shinji mengutus Alpha lagi untuk bernegosiasi lantaran hanya Alpha yang memiliki skill Negosiator tingkat S.


Setibanya disana, Alpha disungguhi oleh ruangan hutan yang sangat lebat melebihi hutan-hutan sebelum nya.


Namun, ditengah hutan tiba-tiba Alpha menghentikan langkahnya yang mana tidak lama kemudian, daratan yang ada di hadapan Alpha bergerak dan terwujud sosok manusia pohon raksasa yang memiliki tanduk yang besar serta memiliki tangan batu.



"Siapa yang berani menyusup ke hutan murni ini?" ucap penjaga Kuil tanah Kuno.


"Aku Alpha, unit dari Nexus Dungeon."


"Oh, berani sekali kamu seorang boneka sihir masuk ke hutan ini. Jika memang kamu sudah tiba disini berarti kamu sudah bertemu dengan penjaga Kuil Kuno lain nya. Apakah kamu membunuh mereka?" ucap kasar penjaga Kuil Tanah Kuno.


"Tentu saja tidak. Aku kesini bertujuan untuk membuka ruang tempat Raja Iblis Revenger di kunci."


"Untuk apa kamu membukanya?" tanya penjaga Kuil.


"Master ku sudah berjanji kepada Raja Elf untuk membunuh nya."


"Raja Elf? Menarik! Yang berarti, Kamu sosok yang dapat dipercaya. Baiklah, Aku Ent penjaga Kuil tanah Kuno akan membantu mu," ucap Ent.


"Jadi, monster apa yang harus ku bunuh?"


"Tidak perlu, kunci terakhir ada di keempat element," jawab Ent.


"Apa maksud anda?"


"Halaman terakhir merupakan lantai permata dengan menciptakan sebuah ruangan dengan keempat element maka lantai permata tercipta dan dalam ruangan itu juga terdapat satu permata yang tidak boleh di sentuh oleh siapapun yaitu kunci pertama," ucap Ent.


"Mungkin kah itu kunci terakhir?"


"Iya, setelah kamu mendapatkan kunci itu maka halaman khusus terbuka dengan lantai Neraka akan terbuka," jawab Ent.


"Aku mengerti. Terimakasih, Penjaga Kuil Tanah Kuno, Ent."


"Berhati-hatilah! Revenger, Raja iblis yang sangat kuat," ucap Ent.


Alpha tersenyum seraya menjawab, "Iya, aku juga memiliki kemampuan yang tidak kalah kuat."


Setelah itu, Alpha pun pergi ke perpustakaan dan mengunjungi halaman terakhir yang mana lantai itu dipenuhi oleh banyak permata dengan berbagai warna dan jenis.


Lalu, Alpha pun menelusuri ruangan itu dan terlihat lah sebuah kunci dari permata yang memiliki tujuh warna permata.


Melihat itu, Alpha pun tidak membuang waktu lagi lalu, mengambil kunci tersebut.


Sesaat Alpha mengambil kunci itu, tiba-tiba lantai di bawah nya terbelah dan muncul tangga dari permata menuju ke lantai bawah.


Lalu, Alpha pun masuk menuruni nya dan setibanya didalam, dia disungguhi oleh kuburan yang sangat tua dan berbau busuk.


Meski begitu, Alpha masih bisa menahan nya dan terus berjalan sampai pada pintu besar yang memiliki ukiran tengkorak di tengah nya disertai dengan tiga kunci.


Melihat itu, Shinji tersenyum lebar.


"Akhirnya tiba saat nya untuk menghadapi pertarungan terakhir perang tersembunyi ini," gumam senang Shinji.


Setelah itu, Shinji memerintahkan Alpha untuk kembali dan membuat rencana.


Dalam pemahaman Shinji, Revenger bukanlah Raja Iblis yang lemah, dia memiliki masa kejayaan yang melegenda selama ratusan tahun.


Lebih dari itu, dalam pertarungan ini Shinji harus hadir untuk menyerap jiwa nya agar dia tidak hidup kembali dan yang bisa melakukan itu hanya lah Dungeon Master.


Mengetahui kesulitan itu, Shinji pun berdiskusi bersama Lunox dan Kelvin di Perpustakaan. Kami pun membahas cara untuk melawan Revenger yang paling efektif tanpa korban jiwa dan cepat.


Setelah berdiskusi panjang, Lunox pun memberikan saran nya.


[Master, seperti nya memang harus mengunakan Beta dan Alpha untuk melawan nya!]


"Baiklah, tidak ada pilihan lain."


Setelah itu, Shinji pun beranjak dari kursi dan memanggil Beta dan Alpha.


"Beta! Alpha!"


Sesaat kemudian, Beta dan Alpha datang dalam sekejap.


"Iya, Master." jawab serempak Beta dan Alpha.


"Ikut dengan ku untuk mengalahkan raja iblis Revenger!"


"Baik, Master!" jawab Alpha dan Beta.


Setelah itu, Shinji pun berpamitan dengan Kelvin dan Lunox.


"Aku berangkat!"


Kelvin mengangguk kepalanya. "Master, berhati-hatilah!"


[Master. Aku akan membantu mu.]


Shinji pun mengangguk kepala, "Hm, aku mengandalkan mu, Lunox!"


[Master, serahkan kepada ku.]


Setelah itu, Shinji bersama Alpha dan Beta pergi ke halaman terakhir hingga tiba di pintu gerbang dan memasukkan ketiga kunci yang telah didapatkan lalu, memutarnya.


Sesaat kemudian, pintu pun terbuka sendiri dan aura hitam keluar disertai bau busuk.


Meski begitu Shinji tidak gentar dan tersenyum senang.


"Ayo kita masuk!"


Lalu, Shinji pun melanjutkan langkah kedalam ruangan dan setibanya didalam obor yang ada di ruangan menyala satu persatu untuk menerangi ruangan yang gelap gulita dihadapannya.


Saat ruangan sudah terang terlihat lah bahwa Shinji sedang berada di ruang tahta dan terlihat juga sosok raksasa yang mengenakan baju zirah hitam duduk di kursi tersebut.



"Sudah lama sekali tidak ada yang membangunkan ku. Siapa kamu? Pelayan ku kah?"


Shinji pun memberikan senyuman remeh kepada nya, "Bukan, aku Dungeon Master yang akan membunuh mu!"


"Oh, Dungeon Master. Menarik! Datang dan cobalah bunuh aku! Atau kamu yang aku bunuh dan berbangga lah terbunuh oleh Raja Iblis Revenger!" ucap Revenger lalu, dia memulai serangan dengan bola api hitam kearah Shinji.


Alpha yang melihat itu dengan sigap menahan serangan itu dengan sihir perisai dan berhasil menghalau nya.


"Oh, pantas saja kamu percaya diri Dungeon Master. Kamu memiliki unit yang kuat meski begitu mereka tidak akan mengalahkan," ucap Revenger.


Shinji pun tersenyum mendengar nya, "Benarkah, kita lihat saja!" Lalu, Shinji pun memerintahkan Beta dan Alpha, "Beta! Lawan Raja Iblis Revenger! Alpha! Lindungi aku!"


"Baik, Master!" jawab serempak Beta dan Alpha.


Sesaat kemudian, Beta mengeluarkan pedang besar seraya merapalkan skill nya.


"Unique Skill. Wrath."


Unique Skill Wrath merupakan Skill tertinggi milik Beta yang mana memiliki kemampuan meningkatkan semua kemampuan nya berkali-kali lipat seusai kebutuhan pengguna.


Kekuatan Beta meningkatkan pesat lalu, mengayunkan pedangnya kearah Revenger namun, serangan itu di tahan dengan mudah oleh pedang nya.


Dan, Shinji pun terkejut lantaran baru pertama kali melihat ayunan pedang Beta ditangkis dengan mudah saat skill pendukung Odin dalam keadaan aktif.


Beta pun menyadari itu dan dia pun meningkatkan kemampuan nya empat kali lipat. Namun, berhasil ditangkisnya. Beta yang melihat itu juga tidak mau kalah dia terus meningkat kekuatan Odin nya sampai ke tingkat tiga puluh dua.


Dan, terlihat Revenger sudah mulai serius untuk menangkis dan melakukan serangan balik.


Kecepatan mereka luar biasa, Shinji bahkan tidak bisa melihat nya yang ada hanya lantai yang rusak dan suara adu pedang serta sihir yang terus saling terus jual beli serangan.


Sampai beberapa saat Revenger mengeluarkan ultimate Skill nya disaat menahan adu ketahanan pedang.


"Hahaha... sungguh menarik! Sudah ratusan tahun aku tidak menikmati pertarungan seperti ini! Dan, Seperti nya aku harus mengeluarkan nya!" Lalu, Revenger pun mengeluarkan skill pamungkas nya.


"Unique Skill. Pride."


Aura hitam besar di lapisi oleh listrik pun muncul dan berbentuk seperti kekuatan super Saiya.


Beta yang melihat itu dia pun mundur dan Revenger meledakkan aura nya hingga mengenai seluruh ruangan termasuk Shinji. Beruntung ada Alpha yang menghalangi nya.


Lalu, Shinji pun melihat kekuatan Revenger telah meningkat mencapai sepuluh kali lipat. Disisi lain, Beta menajamkan pandangan nya lalu, dia menganti senjata menjadi pedang satu tangan berupa pedang cahaya dan kegelapan di kedua tangan nya.


Selain itu, Beta meningkatkan kemampuan nya mencapai seratus dua puluh delapan kali lipat.


"Majulah!" ejek Revenger dengan gerakan tangan untuk datang kepada nya.


Lalu, Beta dengan kecepatan tinggi melesat dan menyerang secara berturut-turut kearah Revenger namun, Revenger masih bisa menahan dan melakukan serangan balik.


Kerusakan dari mereka bertarung semakin besar hingga menimbulkan puing-puing pecahan batu dari ruangan.


Saat melihat Revenger, Shinji menyadari sifat dari Revenger sama seperti prediksi dari Lunox.


Revenger sangat menyukai pertarungan satu lawan satu hingga dia melupakan keberadaan Shinji.


Mengetahui itu, Shinji menghormati nya dengan tidak mengusik dan ikut campur pertarungan nya dengan Beta.


Beberapa saat kemudian, mereka pun saling mengeluarkan kekuatan maksimal nya.


"Pride Berserk!" seru Revenger.


"Wrath. 256!" seru Beta.


Setelah mengeluarkan kekuatan maksimum nya. Beta dan Revenger melanjutkan serangan nya.


"Arc Demon .." Ditengah Revenger merapalkan itu muncul naga langit hitam pekat melilit tubuhnya.


Dan, Beta juga melesatkan skill pamungkas nya juga dengan menyatukan api putih dan api hitam di kedua pedang nya.


Sehingga angin yang ditimbulkannya sangat kencang dan menyelimuti kedua pedang itu. "Gelombang balok ..." seru Beta yang tengah merapalkan skill.


Disisi lain, Revenger sudah menyempurnakan skillnya dan dia pun melesatkan nya.


"... Blaster!"


Dan, terlepas lah Naga langit hitam kearah Beta dengan mulut yang terbuka.


Selain Revenger, Beta juga sudah menyempurnakan skillnya.


"... Pemecah Api!"


Dalam skill itu, Beta melemparkan kedua pedang hingga berbentuk seperti gear yang melesatkan kearah Revenger.


Lalu ditengah jarak Beta dan Revenger, kedua skill saling beradu sehingga menimbulkan goncangan besar dan angin kencang bahkan membuat ruang tahta neraka retak.


Meski adu skill itu cukup lama namun, lama kemudian serangan gelombang balok pemecah Api milik Beta berhasil memotong skill Arc Demon Blaster.


Setelah berhasil menebas skill Revenger, laju pedang melesat maju dan menebas Revenger hingga tubuhnya terbelah menjadi dua.


Setelah itu, pedang Beta kembali ke tangan nya.


Dan, pertarungan pun berakhir.


Meski sudah berbelah, Revenger masih bisa tertawa dan berbicara untuk sesaat seraya tubuhnya terpecah menjadi butiran cahaya hitam.


"Hahaha ... Terimakasih, Dungeon Master dan boneka cantik. Aku sangat menikmati pertarungan ini. Hahaha.. Hahaha," ucap Revenger berlahan di pun menghilang.


Melihat nya Shinji pun tersenyum senang, "Syukurlah jika kamu bisa mati dengan penuh kegembiraan dan semoga kita bisa bertemu kembali! Raja Iblis Revenger," ucap Shinji seraya memandangi kepergian Revenger yang sudah menjadi debu.


Dengan ini pertarungan di Dungeon kabut berakhir dan misi ku telah terselesaikan.


Lalu, Shinji dan lainnya pun kembali ke Dungeon Nexus.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...