
...Dungeon 85. Halaman pertama Buku Dungeon Kabut, Hutan tersesat....
Setelah pertemuan dengan raja Elf, Esther. Shinji kembali ke lantai Perpustakaan yang mana terlihat Kelvin sedang menatap buku Dungeon Kabut diatas mejanya dengan mengunakan kemampuan Petapa Agung nya.
Shinji yang melihat itu, dia pun tersenyum dan mengangguk kepalanya lalu, duduk dihadapan Kelvin sampai dia usai menyelesaikan penilaian nya dan melihat kearah Shinji.
"Master, terimakasih telah menunggu penelitian ku," ucap Kelvin dengan menundukkan kepalanya.
"Lalu, bagaimana hasilnya?"
"Buku Dungeon ini memiliki sihir ruang yang mana didalam nya terdapat Dungeon akan tetapi, seorang Dungeon master tidak bisa memasuki nya," jawab Kelvin.
"Yang berarti untuk memasuki Dungeon kabut, seseorang harus memasuki buku ini?"
"Iya. Benar sekali, Tuan!" jawab Kelvin.
"Oh, Begitu. Seperti nya aku harus mengutus unit yang cukup kuat untuk masuk kedalam nya dan ... seperti nya dia cocok apalagi untuk pelatihan nya."
Setelah memahami itu, Shinji pun memanggil pemimpin manusia serigala nya.
"Jacob, datang lah ke sini!"
Sesaat kemudian, manusia serigala Jacob datang dengan berlutut satu kaki disamping Shinji.
"Master saya disini. Apa perintah anda?" ucap Jacob seraya menundukkan kepalanya.
Melihat itu, Shinji sontak melihat Kelvin. "Lalu, bagaimana cara memasuki Dungeon kabut?"
"Penyusup diharuskan membuka halaman dan sesaat kemudian, dia pun masuk!" jawab Kelvin.
Shinji sontak melihat Jacob, "Jacob, masuklah ke dalam Dungeon kabut!"
"Baik," jawab Jacob.
Setelah itu, Shinji melihat Kelvin dan memberikan kode anggukan kepala. Melihat kode itu, Kelvin sontak memberikan buku itu kepada Jacob.
"Kak Jacob, buka saja buku ini!"
"Baik, kak Kelvin," jawab Jacob seraya berdiri dan menerima buku tersebut.
Setelah itu, Jacob pun membuka buku itu yang mana sesaat kemudian, Jacob terhisap didalamnya dan sosok nya pun menghilang akan tetapi buku tidak jatuh melainkan melayang serta mengeluarkan cahaya terang dari buku.
"Kelvin, apakah semua nya baik-baik saja?"
"Iya, ini menandakan bahwa Dungeon kabut ada penyusup," jawab Kelvin.
Memahami itu, Shinji sontak memerintahkan Lunox.
"Lunox, tunjukkan layar pandangan Jacob!"
[Dimengerti!]
Dan, layar pun berisikan Jacob yang sedang memeriksa halaman pertama di Dungeon kabut dan judul dari halaman itu, Lantai kabur 01- Lost forest.
Didalam sana terlihat beberapa monster tingkat rendah yang mana Jacob dengan mudah bisa mengalahkan nya salah satunya kelawar besar yang memiliki gerakan yang cepat akan tetapi pergerakan Jacob lebih cepat dan berhasil mengalahkan para kelawar tersebut.
Kelelawar yang sudah mati itu pun menjadi gelembung dan memunculkan sayap dan taring.
"Ini seperti bermain game saja," batin Shinji.
Tidak lama Jacob meminta izin,
"Master, bolehkah saya mengambil semua barang ini?"
"Iya, ambil saja."
"Baik," jawab Jacob dan dia pun mengambil barang yang dimunculkan oleh monster yang dikalahkan nya.
Perjalanan Jacob sampai di ruang kamar, Hutan tersesat dan dia pun membuka pintu ruangan itu yang mana terlihat sosok monster gabungan singa yang memiliki ekor ular, sayap kelelawar dan tanduk.
Melihat itu, Kelvin sontak terkejut. "Chimera?!"
"Chimera?" tanya Shinji.
"Iya, Master. Chimera adalah makhluk mutasi atau gabungan dengan makhluk lain," jawab Kelvin.
Mendengar itu, Shinji pun teringat akan beberapa game yang pernah dimainkan dulu. "Ah, iya. Aku mengerti."
Lalu, Shinji pun memberikan perintah kepada Jacob.
"Bunuh monster yang ada didepan mu!
"Baik, Master!" jawab Jacob.
Lalu, kembali melihat keadaan Jacob dilayar yang mana kedatangan nya Chimera sontak menyambut nya.
"Groarrrrr!" geram Chimera dengan melangkah pelan.
Melihat Chimera itu, Jacob tersenyum senang. "Saya Datang lah, Hewan jelek!"
Setelah itu, Jacob dengan gerakan yang sangat cepat tiba di dekat Chimera lalu, dia dalam sekejap mencekiknya hingga melubangi sedikit tubuh Chimera.
Lalu, Jacob mengeluarkan serangan listrik nya hingga membuat Chimera kejang-kejang dan mati.
Dan, pertarungan pun usai dengan mudah yang mana sesaat jasad Chimera itu berubah menjadi gelembung dan memunculkan kristal merah yang besar. Lalu, Jacob pun mengambil dan memasukkan nya di sihir penyimpanan nya.
Beberapa saat kemudian, muncul lingkaran sihir ditengah hutan tersebut.
Shinji yang melihat itu, dia pun menduga sesuatu. "Kemungkinan itu elevator menuju halaman berikutnya. Meski begitu, Jacob terlihat lelah," batin Shinji
Lalu, Shinji pun memberikan perintah. "Jacob, kembali ke Nexus Dungeon!"
"Baik, Master."
Sesaat kemudian, Jacob sudah berada di samping Shinji.
"Kerja bagus! Berikan semua jarahan ke Rose dan kembali pulang!"
"Baik, Master. Terima kasih!" jawab Jacob dengan menundukkan kepalanya dan dia pun menghilang.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...