
...Dungeon 114. Delta dan Alasan Shinji menyukai pertanian....
Disaat kesadaran lain Shinji menghadapi imigrasi Goblin, Shinji sendiri sedang di sibukkan dengan perubahan dirinya yang mana salah satu nya perkembangan dari Unique skill Bug System yaitu kesadaran Shinji yang bisa pecah menjadi beberapa bagian dan tidak menyangkut kepada benda mati seperti boneka sihir.
Maka dari itu, kesadaran Shinji menempel dan tertidur kepada Alpha, Beta dan seluruh unit Dungeon Nexus selama mereka berada dibawah kendali Shinji dan saat Shinji memerlukan nya, dia bisa menjadi sosok anak buah nya.
Shinji pun memberikan nama;
Multitasking Bug Awareness.
Selain itu, Worm Soul Shinji juga berkembang yang mana sebelumnya hanya bisa mengaktifkan satu kesadaran secara bersamaan. Kini, Shinji sudah bisa mengaktifkan 13 kesadaran dalam waktu yang bersamaan.
Maka dari itu, Shinji bersama Nami dan Shanks bekerja projects besar yaitu menciptakan Boneka Automata yang memiliki kecerdasan yang luar biasa meski begitu dia tidak akan memiliki kemampuan sihir, teknik dan fisik untuk bertarung.
Shinji pun tidak mempermasalahkan nya lantaran unit itu akan di gunakan untuk perwakilan dagang dan politik.
Dan, saat ini Shinji bersama Nami dan Shanks sedang berada di Nami Technologi Factory.
"Dia akan kuberikan nama sesuai dengan series nya, Delta."
Shinji sedang memberikan nama sosok wanita cantik tinggi yang memiliki rambut sedang merah muda dan mata biru muda.
Sesaat Shinji memanggil nama nya, wanita itu pun membuka matanya dan melangkah maju kearah Shinji.
"Tubuh utama, anda berhasil mengaktifkan kesadaran keempat anda."
Delta mengatakan itu lantaran Shinji sendiri telah menanamkan kesadaran pada Alpha dan Beta yang mana saat ini mereka memiliki dua kesadaran dan berbeda dari Gamma atau Senja dan Delta yang mana mereka berdua pecahan kesadaran Shinji seutuhnya nya.
Keempat sosok unit inilah yang Shinji sebut sebagai Executive Series.
Shinji yang mendengar respon Delta, dia pun tersenyum.
"Begitu kah. Lalu, ada kah kelainan?"
Delta pun memeriksa fisik dan kemampuan sihir nya.
"Fisik ini sungguh lemah dan memiliki standar seperti manusia umumnya lebih dari itu, tubuh ini tidak memiliki sihir sedikit pun. Meski begitu, tubuh ini memiliki beberapa kemampuan unik," jawab Delta.
"Oh, benar kah. Apa saja itu?"
"Kemampuan itu ialah ...."
Delta pun menjelaskan beberapa kemampuan nya diantaranya;
Extra Skill. Through Accelaration atau percepatan pemikiran, dengan kemampuan ini Delta mampu berpikir lebih cepat;
Unique Skill. Memori Manipulation.
Sebuah kemampuan untuk menanamkan, menghapus dan merubah ingatan;
Extra Skill. Simulation.
Dan, terakhir. Unique Skill. Absolute Charm.
Sebuah kemampuan untuk menghipnotis target hingga tingkat tertinggi.
"... Itulah kemampuan ku. Tubuh utama."
"Begitu kah. Tapi, disini tetap panggil aku Master. Kamu mengerti, Delta?!"
"Iya, aku paham, Master!"
Dan, sejak saat itu urusan ekonomi, bisnis dan politik Nexus Dungeon diserahkan kepada Delta.
Tujuan Shinji membuat Delta agar dia tidak harus terlibat dalam urusan Negosiasi dan dagang lagi.
Setelah lepas dari itu semua, Shinji kembali ke Shinji farm dan melanjutkan aktifitas tani nya disana yang mana dibantu oleh Vera dan Laluna.
Melihat kecintaan dalam bertani, Laluna pun menjadi penasaran.
"Master, kenapa kamu sudah bertani dan berternak?"
Vera yang mendengar pertanyaan itu, dia pun menghentikan kegiatan nya dan menoleh kearah Shinji lantaran dia juga penasaran.
"Di kehidupan ku yang dulu, ayah dan ibu ku adalah seorang petani. Lalu, aku hanya anak biasa yang nakal dan selalu bermain tanpa menghargai usaha kedua orang ku. Meski begitu, beliau berhasil membiayai sekolah dengan hasil tani nya. Akan tetapi, sesaat aku lulus sekolah. Kedua orang ku meninggalkan dunia karena penyakit jantung dan kelelahan saat bekerja. Sejak saat itu, aku mulai sadar untuk menghargai pekerjaan lebih dari apapun terutama di bidang pertanian. Ya .. meski, aku harus mengalami hal yang sama seperti kedua orangtuaku."
Shinji pun mengakhiri perkataan dengan senyuman lebar.
"Master, maaf. Aku telah bertanya sesuatu yang sensitif," ucap Laluna.
"Tidak masalah. Itu masa lalu."
Laluna dan Vera saling bertukar pandang. Lalu, mereka menghampiri Shinji dan memeluk nya secara bersamaan.
"Tidak perlu khawatir, Master! Aku akan selalu disisi anda," ucap Laluna didalam pelukan.
"Aku juga akan selama nya berada di samping, Master!" sambung Vera.
"Terimakasih, Vera, Laluna. Dan, bisakah aku mengajukan permintaan kepada kalian?"
Mendengar itu, Laluna dan Vera melepaskan pelukannya. Lalu, melihat Shinji.
"Permintaan apa?" tanya Laluna.
"Bisakah kalian Memanggil ku dengan nama depan saja? Karena kalian lebih istimewa dibandingkan siapapun," pinta Shinji.
Laluna dan Vera pun tersenyum. Lalu, menjawab serempak, "Baik, Shinji."
Dan, Shinji pun tersenyum mendengar nya. Lalu, Laluna dan Vera secara bersamaan mencium pipi Shinji. Laluna di pipi kanan sedangkan, Vera di pipi kiri.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...