
...Dungeon 69. Perang dengan Calon Raja Iblis Part I...
Beberapa hari kemudian, Dungeon Nexus pun didatangi oleh ribuan pasukan calon Raja Iblis yang mana pasukan itu juga dipimpin oleh calon Raja Iblis sendiri.
Meski begitu, Shinji tidak takut dan gentar lantaran dia memiliki strategi yang matang dan ruang peperangan yang sempit sehingga dia bisa meminimalisasi serangan secara bersamaan.
"Dungeon Master rendahan! Kamu akan menyesal telah membuat ku marah! Aku akan menghancurkan Dungeon mu beserta unit nya!"
Mendengar itu, Shinji yang sedang menonton nya di ruang kerja Penthouse tersenyum sendiri.
"Coba saja kalau bisa!" ucap Shinji dengan tawa remeh.
Mendengar ucapan Shinji, Laluna yang sedang menuangkan teh dan kue tersenyum.
"Silahkan dinikmati teh nya, Master!" seru Laluna.
"Terimakasih."
Lalu, Shinji pun mengambil teh dan menyeruput nya.
Setelah itu, Shinji kembali melihat layar yang mana terlihat Clayman tidak membuang waktu nya dengan memerintahkan pasukan untuk masuk kedalam Dungeon dan memantau dengan sihir pengawasan nya.
Dan, serangan awal pun diluncurkan yang serangan diawali oleh barisan Undead.
Namun, barisan pasukan Goblin Shinji yang dilengkapi dengan pakaian armor berat dan perisai besar menghentikan langkah Undead bahkan Undead itu yang memegang pedang tidak bisa menghancurkan perisai.
Barisan itu tidak berhenti di situ, para Drone penyihir putih melesatkan sihir suci nya sehingga para Undead musnah oleh cahaya putih dari sihir Drone penyihir putih.
Dengan dua formasi itu, Shinji berhasil menghadang serangan Undead dengan mudah.
Clayman yang tahu serangannya tidak efektif, dia pun melesatkan serangan lanjutan dengan memerintahkan manusia serigala untuk maju.
Lalu, para manusia serigala masuk kedalam Dungeon dengan gerakan yang cepat dan mereka pun berhasil merobohkan pertahanan Goblin.
Namun, dibarisan kedua Goblin perisai para Homunculus yang memegang tombak melesatkan serangan teknik Tombak nya menusuk dan membunuh para manusia serigala.
Dibarisan belakang, Drone penyihir putih merapal sihir penyembuhan hingga para Goblin perisai dan Homunculus tombak yang terluka dengan cepat disembuhkan.
Setelah itu, mereka bertarung kembali. Selain Drone penyihir putih, ada juga Drone Penyihir elemen yang mana mereka melesatkan serangan sihir seperti bola api, sabetan angin dan sihir serangan lainnya.
Dan, pasukan besar manusia serigala dengan mudah dihalau.
Melihat serangan manusia serigala tidak efektif juga.
Clayman sontak kesal dan dia memerintahkan pemimpin pasukan terkuat untuk menyerang Dungeon.
Dan, kali ini Clayman memerintahkan pemimpin pasukan berupa dua sosok naga tengkorak.
Yang mana, naga tengkorak ini mampu merobohkan pertahanan garis depan Goblin perisai dan mengalahkan semua Homunculus dibelakang nya tidak hanya itu saja, sihir putih dan sihir elemental yang dilesatkan tidak membuat nya terluka dan terus mengamuk.
Clayman yang melihat itu, dia pun berbangga diri.
"Hahaha ... rasakan kekuatan naga yang sebenarnya! Dua Naga Tengkorak Ku, habisi semua unit didalam Dungeon rendahan itu!"
"Seperti yang dikatakan nya memang tidak ada unit bawahan yang mampu melawan nya tapi tidak dengan Dia," batin Shinji dengan senyuman kecil.
"Kirim dia ke Colloseum!"
Sesaat kemudian, lingkaran sihir muncul di bawah kaki naga tengkorak lalu, mereka pun berpindah tempat ke lantai Colloseum yang mana terlibat Beta yang sedang memegang ujung gagang pedang besar yang ditancapkan ke tanah.
"Beta, jangan hancurkan tubuh nya! dia akan berguna di Dungeon kita."
"Baik, saya mengerti. Master!" jawab telepati Beta.
Lalu, kedua naga tengkorak yang melihat Beta. Mereka sontak berlari menghampiri Beta. Sedangkan, Beta mengunakan skill nya.
"Extra Skill. Sense."
Sebuah sihir yang mampu melihat kelemahan lawan.
Dengan mengunakan sihir itu, Beta mampu melihat inti kehidupan kedua tengkorak itu.
Saat mengetahui itu, Beta menarik pedangnya dari tanah. Setelah itu, melompat dengan kecepatan tinggi seraya mengayunkan pedangnya.
"Unique Sword Skill. Tebasan Bayangan."
Dengan kecepatan tinggi, Beta sudah mendarat di belakang Naga tengkorak dan kuda-kuda nya.
Tidak lama kemudian, inti dari kedua naga tengkorak itu terpecah dan terbagi beberapa bagian yang membuat Naga tengkorak jatuh dan rontok seperti fosil-fosil pada umumnya.
"Misi selesai," ucap Beta di telepati nya.
"Kerja Bagus, Beta!"
Lalu, Shinji menutup telepati dan bergumam sendiri.
"Dengan ini semua pasukan telah terkalahkan dan yang tertinggal hanya Clayman dan pengawalnya."
Bersambung ...
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...