
...Dungeon 34. Beta VS Emerald....
Pada saat ini Kapten pengacau dan Wakil kapten tiba di kolosium dan mereka melihat kehadiran Beta disana.
“Kapten, apakah kita akan melawannya?” tanya Wakil kapten.
“Tidak, Dungeon Master Syelle mengatakan jika kita berhadapan dengan unit terkuatnya maka kita harus memanggil Emerald,” ucap Kapten.
“Aku mengerti!” jawab Wakil kapten.
Setelah itu, kapten pengacau mengeluarkan gulungan kertas dan menaruhnya di lantai lalu, dia melukai tangannya untuk mendapatkan darah dirinya dan menempatkan pada symbol yang berada di gulungan.
Di tempat pelelangan, Iris terkejut saat melihat gulungan itu dari layar.
“Itu symbol sihir pemanggil!” seru Iris yang menyaksikan di layar.
Shinji pun mendengar itu hingga melihat Iris.
“Simbol sihir?!” gumam Shinji.
Di kolosium, Kapten pengacau merapalkan mantra nya.
“Jenderal Emerald, datanglah kami membutuhkanmu!”
Tidak lama kemudian, muncullah lingkaran sihir besar di atas dan meluncurkan cahaya terang yang jatuh kebawah.
Buangggg!
Suara gemuruh jatuhnya cahaya dan sosok besar pun turun dari langit.
Tidak lama kemudian, asap serta cahaya yang mengelilingi hilang dan terlihat disana sosok makluk besar dengan badan yang terang seperti berlian, tinggi 3 meter dengan empat tangan dan kaki serangga, mulut juga mata berupa serangga yang membawa tombak besar.
Di tempat pelelangan, Iris dan Gordo terkejut.
“Nona Iris, monster itu?!” ucap kaget Gordo.
“Emerald, monster tingkat SS yang mampu membunuh petualang kelas Mystril,” jawab Iris.
Srinsss!
Asap dingin keluar dari mulutnya dan dia melihat kebelakang Kapten dan wakil Kapten.
“Dimana ini? Dan, kenapa kalian hanya berdua?” tanya Emerald.
Kapten dan Wakil kapten berlutut satu kaki dihadapan Emerald.
“Jenderal, maafkan kami karena gagal menyusup dan membunuh Dungeon Master Shinji!” seru Kapten.
“Itu bukan urusanku, lalu siapa yang berdiri ditengah itu?” tanya Emerald yang menunjuk kearah Beta.
“Dia Automata, unit terkuat kedua dengan ras boneka,” ucap Kapten.
“Bagus, ini yang aku tunggu-tunggu!” ucap emerald yang menatap Beta dan maju melangkah ke arena.
Kapten dan membawa acara bersembunyi di kursi penonton.
“Sekarang lawanmu adalah aku,” ucap Emerald.
“Begitu kah?” jawab santai Beta.
“Sombongnya!” seru kesal Emerald.
Emerald pun meluruskan tangan nya kearah Beta.
“Frozen!” rapal Emerald.
Rapalan Emerald itu pun membuat seluruh arena membeku dengan cepat dan Beta membeku serta berada didalam es.
“Hu … mudahnya, kamu tahu sihir es frozen itu mampu membekukan magma sekalipun,” ucap Emerald.
Emerald pun berbalik badan tapi …
Crack! Crack! Prank!!!
Suara pecahan dari es.
Emerald pun menoleh kebelakang dan melihat Beta yang sudah terbebas dari kurungan es.
“Apa?” kaget Emerald.
“Master, izin untuk menyerang?” ucap Beta.
Shinji yang sedang menyaksikan dari podium dia pun menjawab dengan santai.
“Izin diterima!” seru Shinji.
“Dimengerti!” jawab Beta.
Emerald yang mendengar itu, dia pun berbalik badan kembali dan menodongkan tombaknya kearah Beta.
“Serang lah!” ujar Emerald yang mempersiapkan senjatanya.
Beta pun mempersiapkan kuda-kuda dengan kepalan tangan yang sudah di pinggang.
“Steam!” rapal Beta yang langsung berada di hadapan Emerald dengan jarak yang sangat dekat.
“Apa?!” kaget emerald.
Bukkkk!
Suara pukulan keras kearah kepala Emerald yang membuatnya terpental jauh.
“Cepatnya!” gumam Emerald yang berusaha berdiri kembali.
Sesaat kemudian muncullah lingkaran sihir besar di atas langit.
“Blizzard Stroms!” rapal Emerald.
Grugggkkk! Grugkkk!
Suara gemuruh dari kemunculan ribuan duri es dari lingkaran sihir yang dijatuhkan kearah Beta.
Sebelum duri es itu sampai di Beta, dia juga meluruskan tangannya ke atas dan membiarkan ribuan duri es datang kepadanya.
Bung!
Suara gemuruh jatuhnya batu disertai dengan debu tebal menutupi Beta dan Batu.
“Matilah, tidak mungkin ada yang bisa menahan dinginnya dari es milik ku!” ucap sombong Emerald.
Sesuai mengatakan itu, Emerald tersadar bahwa duri es tidak terjatuh melainkan ada sesuatu yang menahannya.
Lalu terlihat Beta yang merapalkan perisai sihir dan membuat duri es itu menjadi debu dan menghilang.
“Tidak mungkin!” seru kaget Emerald serta Kapten dan Wakil kapten.
Setelah menghilang kan semua duri Es, Beta menatap tajam emerald dan kapten serta wakil kapten pengacau.
“Terlalu membosankan!” ucap Beta yang melangkah maju mendekati Emerald.
“Dasar bedebah!” ucap Emerald yang terus menerus merapalkan mantra-mantra sihir kecil kearah Beta. Namun tidak membuahkan hasil.
Sesaat kemudian, dalam sekejap Beta sudah meluncurkan pukulan keras kearah dada emerald.
“Apa?!” kaget emerald kembali.
Emerald kembali terpental namun serangan Beta tidak berefek kepadanya karena tubuh Emerald yang tebal.
“Sudah aku katakan, tidak ada yang bisa melukaiku!” ucap Emerald.
Beta pun berjalan kembali kearah emerald.
“Up power menjadi 30 persen,” rapal Beta.
“Eh! Jadi kamu hanya mengunakan kekuatan mu kurang dari 30 persen,” ucap Emerald.
Emerald yang merasa kesal dengan hal itu membuat dirinya mengeluarkan sihir besarnya.
“Sihir kali ini, kamu tidak akan bisa lepas bahkan kamu dewa sekalipun,” ucap Emerald.
Emerald pun melepaskan tombaknya dan merapalkan dengan gerakan simpul tangan.
“Crystal Prison Eternity!” rapal Emerald.
Serangan es pun diluncurkan dan menjalar kearah Beta lalu membekukan dirinya hingga dia menjadi Kristal.
“Sekuat apapun kamu melawan, maka Kristal semakin keras,” ucap Emerald.
“Maka aku tidak harus melawan Kristal,” ucap Beta dari belakang Emerald.
Emerald terkejut dan dia pun menoleh kebelakang melihat Beta yang sudah berada di belakangnya.
“Bagaimana bisa?” ucap Emerald.
Beta pun tidak ingin melewatkan kesempatan lengahnya Emerald dan dia pun melompat dengan tangan kepal di pinggang.
“One Fist Destruction!” rapal skill Beta yang melesatkan pukulan dengan cahaya merah pekat mengelilingi kepalan tangan nya dan mendarat pada badan Emerald.
Ciung!
Suara terpentalnya Emerald oleh pukulan keras.
Beta pun berdiri tegak dan melihat Emerald dari kejauhan.
“Kurang ajar!” gumam kesal Emerald yang berlahan bangun.
Crack!
Suara retakan dari tubuh Emerald.
“Apa ini?” kaget bingung emerald saat melihat luka pukulan dari Beta yang retak dengan garis merah seperti api.
“Serangan apa itu?” ucap kaget Wakil kapten.
“Luar biasa!” ucap Kapten.
Emerald yang melihat luka pada dirinya membuat semakin marah kepada Beta.
“Dasar Bedebah!” teriak Emerald yang meluruskan tombaknya namun dikarena dirinya yang banyak bergerak membuat retakan pun menjadi melebar.
“Cocytus!” rapal Emerald.
Sosok Emerald pun berubah menjadi naga es yang melesat kearah Beta akan tetapi Beta menangkisnya dengan mudah kesamping.
Lalu, Beta melesatkan Skill pedang nya.
"Dimension Slash."
Tebasan Beta itu pun membuat sosok Emerald terjatuh dan tidak bisa bangun kembali serta ada retakan hitam semakin menyebar hingga seluruh tubuh Emerald terdapat retakan.
Melihat keadaan nya itu, Emerald tertawa senang. “Hahahah ... Terima kasih, aku akan mati di tangan unit terkuat!" ucap Emerald.
“Beristirahatlah dengan tenang!” ucap Beta.
Setelah mengatakan itu Emerald penutup matanya dan melebur menjadi debu hitam yang terbang ke udara.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...