
...Dungeon 22. Albert Harrifenas....
Ditempat berbeda yang jauh dari Dungeon Nexus ada sebuah desa dengan pohon besar di tengahnya.
Para Ras berkuping panjang, berkulit putih dan memiliki wajah yang rupawan berkumpul. Ras ini dikenal sebagai Ras Elf lantaran mereka sedang menghadiri penerimaan bakat sihir dari kedua putra Raja Elf.
Dan, saat ini semua Elf berkumpul di bawah pohon besar dan dipuncak pohon besar itu terdapat bangunan kayu yang cukup besar dan sedang mengadakan ritual karunia yang mana terdapat dua pemuda Elf yang sedang berdiri ditengah depan dekat dengan pendeta Elf yang berada dibalik meja besar dengan bola kristal di atas meja tersebut.
"Albert Harrifenas, maju!" seru Elf Pendeta.
Albert Harrifenas, seorang pemuda Elf yang memiliki wajah yang tampan dan memiliki rambut biru.
"Baik," jawab Albert dengan penuh keyakinan.
Lalu, Albert pun melangkah kedepan menghampiri Elf Pendeta yang mana semua mata tertuju kepada nya dengan tatapan penuh harap.
"Tuan Albert, silahkan taruh tangan anda di bola kristal!" seru Elf Pendeta.
"Baik."
Lalu, Albert pun menaruh tangan nya di kristal dan bola itu memancarkan cahaya putih terang yang mana hal itu mengejutkan kedua orangtuanya.
"Tuan Albert, bakar sihir anda adalah skill unik [Building]!"
Mendengar itu, Albert sontak terkejut. "Building?! Bakat sihir apa itu?!" seru kesal Albert.
Albert merasa kesal dan gundah lantaran dirinya yang merupakan putra tertua dari Raja Elf yang seharusnya mewariskan tahta di kerajaan Elf malah menerima bakat sihir yang tidak berguna bagi ras Elf.
Albert sama sekali tidak tahu dan mengerti bakar sihir nya itu hingga dia menjadi berputus asa.
Melihat Albert yang murung, dia sontak menghiburnya.
"Tuan Albert, sihir unik sangat lah langka maka dari itu janganlah berkecil hati!"
Meski begitu, Albert tidak terhibur lantaran ras Elf selalu mengutamakan kemampuan sihir element nya.
Ayahnya, Leonard Harrifenas yang merupakan raja dari Ras Elf memiliki bakat sihir empat Element sihir, Api, Angin, Cahaya dan Tanah. Hal itu merupakan kejadian langka yang mana pada umumnya mahkluk hidup hanya memiliki satu atau dua elemen.
Albert selalu yakin bahwa dirinya akan mewarisi kemampuan ayahnya itu dan setidaknya dia memiliki tiga bakat sihir.
Selain itu juga pengumuman itu membuat para Elf saling berbisik-bisik yang mana Albert yakin mereka sedang membicarakan dirinya.
Lalu, sesekali Albert melirik ayahnya itu yang mana dia menatap kecewa terhadap nya. Tidak hanya itu, ibu dari Albert yang merupakan Ratu dari Kerajaan Elf menoleh ke atap dan sama sekali tidak melihat Albert.
Tidak lama adik dari Albert, Raul Harrifenas maju untuk menguji bakat Sihir namun, Albert yang masih ada di tengah depan didorong ke samping.
"Minggir, Albert! Kau menghalangi ku!" seru Raul.
Albert pun terjatuh dan terdorong kesamping. Dia hanya terdiam dan duduk dilantai.
Lalu, Albert pun mendengar pengumuman dari Elf pendeta.
"Tuan Raul Harrifenas, anda memiliki tiga bakat sihir elemen Api, Angin dan Tanah!"
Mendengar bakat yang dimiliki Raul, Sang Raja sontak senang dan seluruh rakyat dan bangsawan Elf bersorak senang mendengar nya.
Lalu, Raja Elf dan Ratu pun sontak berlari kearah Raul dan memeluk.
Hal itu tentu membuat Albert semakin berputus asa karena sambutan nya berbalik daripada dirinya.
Itulah hari yang tidak bisa dilupakan oleh Albert dan tiga hari kemudian, Albert pun diperintahkan oleh Raja Elf untuk mengunjungi sebuah desa yang sangat dari kerajaan Elf.
Dan, kepergian nya itu tidak ada yang mengantar sejak pengumuman itu Albert sudah dianggap sampah oleh kaum nya sendiri apalagi dia seorang pangeran yang mana bakat sihir nya itu memalukan bagi keluarga kerajaan.
Maka dari itu, Albert dikirim ke tempat yang diasingkan yang mana disana ada yang mengatakan bahwa ada sebuah Dungeon disana dan Ayah Albert mengharapkan Albert dapat menguasai satu elemen sihir dengan berlatih di Dungeon.
Dan, Albert pun berangkat ke Dungeon tersebut.
# Let's Build Dungeon With Bug System #
Albert Harrifenas.
Mia.