
...Dungeon 29. Utusan Assosiasi....
Setelah mendapatkan informasi tentang Dungeon Nexus, Ketua Asosiasi pedagang berkonsultasi dengan ketua Asosiasi yang lain hingga mereka pun memutuskan untuk membuat tim khusus untuk bernegosiasi apakah Dungeon Nexus sekutu mereka ataukah tidak?
Lalu, datang lah petualang emas bernama Gordo dan kelompok nya ke dungeon.
Kedatangan nya itu membuat Shinji penasaran yang mana Shinji melihat mereka dari balik layar.
"Jika tidak ada negosiator maka itu hal yang biasa. Namun, mereka membawa Negosiator mungkin mereka memiliki rencana sesuatu," gumam analisa Shinji.
Untuk mendapatkan informasi lebih banyak Shinji memutuskan untuk mendengar percakapan mereka.
"Saya tidak tahu, kalau ada Dungeon disini," ucap Iris.
"Saya juga terkejut, Nona. Selama ini saya pikir ini hanya goa saja," jawab Gordo.
Wanita cantik yang memakai busur dan panah sebelumnya menjawabnya dan Shinji yang penasaran dengan namanya, dia pun mengintip namanya yang mana wanita itu bernama Keisha.
"Nona, apakah anda yakin ingin bernegosiasi dengan Tuan dari Dungeon ini?" tanya Keisha.
Iris tersenyum, "Tidak masalah. Aku sudah berpengalaman negosiasi dengan Tuan Dungeon sewaktu bekerja untuk kerajaan Bellanova."
Mendengar itu, Shinji mengangguk kepalanya dan memahami bahwa wanita bernama Iris memiliki pengalaman negosiasi dengan Dungeon Master.
Keisha yang mendengar itu, dia pun merasa khawatir. "Tetap saja, Bagaimana jika Nona diserang saat bernegosiasi?"
Iris tersenyum dan melihat kearah Keisha, Gordo dan kelompok nya. "Karena alasan itulah, aku menyewa kalian untuk mengawali ku."
Gordo yang mendengar itu, dia pun tersenyum bangga. "Iya, tenang saja, Nona Iris. Kami akan melindungi mu sampai titik darah penghabisan."
Keisha yang mendengar itu, dia pun turut tersenyum. "Baiklah, Nona Iris. Saya akan melindungi anda semaksimal mungkin."
Iris pun tersenyum bangga kepada Gordo dan lainnya.
Shinji pun tersenyum dibalik layar dengan ini juga aku tahu maksud dari kedatangan mereka. Maka dari itu, Shinji memerintahkan Rose.
"Rose!"
Sesaat kemudian, Rose datang dengan posisi menundukkan kepalanya.
"Iya," jawab Rose.
"Jemput dan hantarkan mereka ke Taman Langit!"
"Baik," jawab Rose dan dalam sekejap mata Rose menghilangkan.
Selanjutnya, Shinji mempersiapkan diri dan meminta Beta untuk mengawal nya dalam pertemuan.
Diruang berbeda, Iris dan kelompok terus melangkah menelusuri Lantai satu.
"Aneh, kenapa tidak ada Golem atau monster boneka?" ucap Keisha.
"Saya merasa kehadiran nya namun, mereka tidak menyerang," jawab Gordo.
Iris yang mendengar itu, dia tersenyum. "Tuan dari Dungeon ini cukup pintar dan dia tahu akan kehadiran kita."
Sesaat kemudian, langkah mereka berhenti saat melihat Rose berdiri menghalangi jalan.
Melihat aura Rose yang begitu kuat, Gordo dan lainnya sontak memegang senjata.
"Apa mau mu?!" tanya Gordo.
Rose tidak begitu mempedulikan nya, dia menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil melihat Iris dan kelompok nya.
"Selamat datang! Master sudah menunggu. Silahkan ikut dengan ku!" ucap Rose.
Mendengar itu, Gordo dan kelompok melepaskan tangan dari senjatanya dan menurunkan kewaspadaan nya.
"Mari!" seru Rose.
Sesudah itu, Iris dan kelompok nya mengikuti Rose dari belakang.
Disisi lain, Shinji sibuk mempersiapkan diri bahkan harus membeli pakaian di menu [Dungeon Shop] lantaran dia tidak mempunyai baju pengganti yang bagus untuk pertemuan.
Selain itu, Shinji memerintahkan Lucy untuk memasak makanan dan membuat minuman yang lezat.
Setelah semua siap, Shinji pun duduk kursi tengah meja panjang yang ada di paviliun taman disertai dengan Beta yang berdiri dibelakang kanan nya.
Sesaat kemudian, Iris dan lainnya datang dan Shinji pun berdiri serta memberikan salam.
"Selamat datang. Para tamu sekalian, Aku Shinji Ikari pemilik dari dungeon ini," ucap Shinji dengan sikap seperti para bangsawan yang pernah dilihatnya.
"Terima kasih sambutan, " jawab Iris.
Lalu, Shinji dan Iris saling bertukar senyum setelah itu, Shinji tersenyum juga melihat Keisha.
Dia sempat terkejut dengan tatapan Shinji dan memalingkan wajahnya.
"Mari silahkan duduk!"
Iris dan kelompok nya pun duduk di kursi yang kosong baik disisi kanan dan kiri meja sedangkan, Shinji duduk ditengah.
Setelah duduk mereka pun memperkenalkan dirinya meski aku sudah tahu namun, tetap mendengarkan perkenalan mereka.
"Aku Gordo, petualang peringkat Emas," ucap Gordo.
"Aku Keisha, petualang peringkat perak," ucap Keisha.
"Aku Iris Exford, Negosiator dari tiga Asosiasi," ucap Iris.
Shinji yang mendengar itu sontak bingung, "Tiga Asosiasi?"
"Iya, Asosiasi petualang, Asosiasi Pedagang dan Asosiasi Penyihir. Dan, Aku ingin bernegosiasi dengan Tuan Dungeon?" ucap Iris.
"Negosiasi tentang apa?"
"Aku kesini ingin menjalin kontrak kerja sama dengan anda," jawab Iris.
"Kontrak kerja sama seperti apa?"
"Lokasi Dungeon anda berada di Hutan luas bernama Meiya yang mana banyak berisikan Serigala bertanduk, Goblin bahkan ada Orc oleh sebab itu, kami ingin anda membuat lantai ataupun ruang untuk para petualang berlindung disini," ucap Iris.
Mendengar itu, Shinji sontak terkejut yang mana hukum Dungeon selalu ditaklukkan oleh para petualang namun, negosiasi ini meminta para petualang berlindung disini.
"Ini sungguh tidak masuk akal," batin Shinji.
Lalu, Shinji pun mencoba menyakinkan pernyataan Iris, "Kamu serius dengan permintaan kontrak itu?"
Iris mengangguk kepalanya dengan yakin. "Aku serius mengajukan kontrak ini."
Dan, Shinji pun sedikit pusing dengan Negosiasi ini.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...
Iris Exford.