
...Dungeon 107. Reincarnation Lord Goblin, Kay....
Di kota metropolitan yang padat semua orang sibuk dengan pekerjaan, sekolah dan aktifitas lainnya.
Tidak terkecuali, seorang pria disalah satu kantor sedang sibuk mengetik dan merevisi tumpukan dokumen disekelilingnya. Bahkan tumpukan kertas itu seperti benteng kertas di meja kerjanya.
Disaat pria itu sibuk dengan dokumen nya, dia melihat rekan kerjanya di depan nya sedang asik mengobrol, berdandan dan bermain ponsel.
Semua pekerjaan mereka sudah dialihkan kepada pria itu hingga membuat nya kesal.
"Berisik! ... Berisik! ... Kenapa aku yang harus melakukan semua nya? ... Dasar manusia korporat! ..." ucap pria itu yang terus bergumam kesal seraya mengetik dokumen.
Sesaat kemudian, seorang pria gendut menghampiri pria itu.
"Kay, tolong urus dokumen ini juga!" seru pria gendut.
Saat mendengar itu, pria yang bernama Kay itu menghentikan ketikan nya dan melihat kearah pria gendut.
"Baik, pak," jawab Kay seraya menerima dokumen.
Pria gendut tersenyum lebar, "Tolong ya! Terimakasih!" jawab pria gendut.
Meski pekerjaan Kay menumpuk namun, dia tidak bisa menolaknya lantaran pria gendut itu merupakan atasan nya. Jika, Kay menolak nya mungkin dia akan dipecat.
Setelah Kay menerima itu, semua karyawan disana melihat kearah Kay dengan tatapan remeh dan tersenyum senang. Lalu, para karyawati juga tidak segan-segan menghina Kay.
"Dasar pria jelek!"
"Dia cocok menjadi budak!"
"Benar sekali, sudah jelek, pendek dan bau."
Lalu, salah satu Karyawan menghampiri para wanita itu dan ikut menghina nya.
"Hei, lihatlah! bukan kah dia mirip!" ucap karyawan saat menunjukkan gambar Goblin kepada para karyawati.
Lalu, mereka pun tertawa senang.
"Hahaha .... iya, mirip sekali!"
"Cihh ... sungguh menjijikkan!"
"Dia sangat cocok menjadi Goblin. Kalo begitu, bagaimana kalo kita panggil Goblin?"
"Benar-benar, ide yang bagus."
"Hahaha ...."
Disisi lain, Kay memendam kemarahan dan bergumam sendiri.
"Jika aku Goblin maka kalian akan ku bunuh!"
Penghinaan dan siksaan Kay itu dikarenakan kejadian beberapa bulan yang lalu yang mana seorang senior bernama Siska menemukan data korupsi di kantornya. Lalu, dia pun melaporkan nya kepada pria gendut. Namun, pria gendut tidak menanggapi nya hingga beberapa hari kemudian Siska di fitnah bahwa diri nya memiliki hubungan intim dengan atasan kantor hingga membuat nya di pecat.
Kay yang melihat itu tidak menerima dengan keputusan kantor dan memutuskan untuk memprotes nya namun, tidak berhasil dan saat kepergian Siska dari kantor, Kay pun pergi menghampiri nya untuk menghibur dan memberikan semangat.
Dan, di depan pintu kantor. Kay bertemu dengan nya.
"Siska, aku percaya kepadamu."
Mendengar ucapan Kay, dia menghentikan langkah dan menoleh kebelakang.
"Terimakasih, Pak Kay. Kamu adalah teman terbaik ku," ucap Siska disertai dengan senyuman.
Meski dia tersenyum. Namun, Kay melihat ada nya air mata keluar dari matanya dan itulah pertemuan terakhirnya dengan Siska.
Sejak kejadian itu, Kay pun menjadi bahan bully di kantor. Sebenarnya dia bisa saja meninggalkan kantor namun, hal itu sulit lantaran dia sudah berumur 45 tahun dan sudah dipastikan sulit untuk mencari pekerjaan lagi.
Maka dari itu, Kay hanya menerima dan pasrah dengan hidupnya.
Waktu pun berlalu sampai tengah malam, perutnya terus berbunyi lantaran Kay melewati istirahat nya dan hanya mengandalkan minuman suplemen dan air putih.
Mata nya pun sudah menghitam dan jari-jemari nya sudah hampir keram. Lalu, dia pun mengakhiri pekerjaan dengan tangan yang gementar saat menekan tombol [Enter].
Setelah itu, Kay melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
"Bekerja 48 jam non stop memang melelahkan kan," batin Kay.
Sesaat kemudian, pandangan Kay menjadi kabur dan sempoyongan.
"Apa yang terjadi kepad-"
Sebelum Kay menyelesaikan perkataannya, dia menutup mata dan pingsan sampai jantung nya henti berdetak.
Beberapa saat kemudian, Kay tersadar di dalam kegelapan dan dia merasakan tubuhnya melayang tidak terarah.
Dan, didalam kegelapan itu. Kay mendengar suara wanita.
"Hei, kamu! Apakah kamu ingin hidup kembali?" suara wanita.
"Tentu saja. Tapi, aku bosan menjadi manusia melihat sikap mereka," jawab Kay.
"Oh, menarik! Jika bukan manusia lalu, kamu ingin bereinkarnasi menjadi apa?"
"Goblin seperti nya menarik. Itulah julukan ku di kantor. Jika menjadi Goblin, aku akan membunuh para Manusia yang berhati lebih kotor dibandingkan Goblin dan prkosa wanita yang sombong dan selalu merendahkan yang lebih lemah dari nya baik pria atau wanita."
"Aku hanya ingin makan. Seharian ini aku belum makan," jawab Kay.
"Oke, sudah ku putuskan! Dan, selamat menempuh hidup baru!"
Seusai Kay mendengar perkataan itu, muncul cahaya terang yang menutupi pandangan nya.
"Siapapun kamu? Terimakasih sudah mau berbincang-bincang dengan ku," ucap batin Kay.
Dan, siapa sangka manusia yang diremehkan seperti Kay akan menjadi Raja para Goblin meski aku hanya memimpin 35 Goblin saja dan jika pemikiran manusia jumlah segitu bukanlah raja melainkan pemimpin kelompok.
Lepas dari itu semua, Kay telah menjadi Bos lantai ketiga yang memimpin lebih dari 3.000 Goblin.
Meski begitu, tidak masalah bagi nya lantaran bekerja untuk orang sehebat Shinji suatu kebanggaan bagi nya.
Setelah memberikan pidato singkat, Kay memerintahkan mereka untuk menguliti ketiga Orc itu dan ada beberapa bagian untuk ku dari ketiga Orc tersebut.
Mereka tanpa ada bantahan menuruti perintah Kay dan menguliti ketiga Orc tersebut.
Sedangkan, Kay sendiri menghampiri Orc merah dan menyantap nya. Meski Orc merah adalah raja nya terdahulu namun tidak ada satu pun yang keberatan dengan apa yang Kay lakukan.
"Selamat makan!"
Setelah itu, Kay pun menyantap nya dengan lahap meski tidak begitu lezat namun, aku harus lebih kuat dan kuat lagi.
Ditengah makan, pemberitahuan pun datang.
Ding!
[Anda telah mendapatkan Skill Boost.]
Ding!
[Anda telah mendapatkan Skill Roar.]
Ding!
[Ras anda telah meningkat dari Green Goblin menjadi Rare Red Goblin.]
Setelah pesan itu muncul, tiba-tiba Kay merasa sangat kesakitan di seluruh tubuh. Kulit nya menjadi retak dan berjatuhan serta satu persatu retakan itu terjatuh, tinggi badan nya meningkat disertai otot yang membesar dan berbentuk meski dia tidak pernah berolahraga dan Kay pun menjadi Goblin merah.
Namun, berbeda dari Raja Goblin. Kay memiliki tinggi manusia Dewasa dan tidak memiliki taring bawah yang besar.
Dan, saat itu Kay baru merasakan apa yang disebut Evolusi.
Melihat penampilan nya yang berubah, para Goblin lebih terkagum dan menghormati Kay.
Sebagai Raja tentu, Kay banyak meninggalkan pekerjaan untuk berburu dan mencari mangsa lantaran Kay sudah menyerahkan pekerjaan itu kepada para bawahan nya.
Meski begitu, Kay juga tidak bisa terlena dan hidup santai. Salah satu yang dia lakukan ialah mengikis karat dan beberapa senjata dan armor dengan mengunakan Unique Skill Transmutasi nya.
Sehingga para anak buah Kay bisa lebih mudah menangkap mangsa.
Beberapa saat kemudian, Kay teringat akan film yang pernah dia tonton maka dari itu, Kay pun mencoba bertanya kepada salah satu Goblin yang penjaga Kay atau lebih tepatnya dia ajudan.
Ajudan juga merupakan Goblin dari Nexus Dungeon yang sangat lihai mencari informasi dan dia memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang dunia Goblin.
Lalu, Kay pun mencoba bertanya kepada nya.
"Kamu!"
Mendengar panggilan Kay, Ajudan itu sontak menghampiri dan berlutut satu kaki dihadapan Kay.
"Iya, Raja," jawab Ajudan.
"Apa di dunia Goblin ada raja lain selain aku?"
"Ada. Satu disana ... satu disana ... ada dua disana ..." jawab Ajudan Goblin seraya menunjuk ke segala arah.
Mendengar itu, Kay sontak menghela nafas.
"Benar dugaan, aku bukanlah raja dari semua Goblin melainkan Ketua Horde dan klan."
Setelah itu, Kay melanjutkan ke pertanyaan yang lain.
"Lalu, ras apa yang lebih lemah dari kita?"
"Binatang mangsa, kobold dan Slime," jawab Ajudan.
Selain itu, beberapa informasi yang dia dapatkan diantaranya 50 Goblin yang ada di bawah nya tidak ada satu Goblin betina disini.
Menurut penjelasan ajudan, para Goblin Betina dan Larva berada di desa Goblin.
Mendengar itu, Kay terheran dengan maksud dari Ajudan.
"Larva? apa itu?"
"Betina dari ras lain yang digunakan rahimnya untuk melahirkan Goblin yang baru dan ras itu tidak lain ialah ras manusia karena ras itu yang paling subur, "ucap Ajudan.
Mendengar itu, Kay menelan ludah dan tersenyum lebar.
"Dunia Goblin memang sungguh menarik dan aku bisa mewujudkan mimpi ku untuk memprkosa wanita sombong, Hehehe ..."