
...Dungeon 20. Informasi dunia luar dan Leanne....
Saat ini Dungeon sedang kedatangan seorang gadis berambut pirang yang mana dia sedang diantar Rose menuju ruang kerja dari Dungeon Master.
Setibanya diruang itu, gadis pirang gugup hingga keringat dingin lantaran dia melihat sisi pria yang sedang duduk di kursi besar dengan meja bundar dan terlihat sosok wanita tinggi dengan rambut putih pendek berdiri disamping pria. Yang mana mereka adalah Shinji dan Beta.
Lalu, Beta menatap dingin gadis pirang hingga membuat gadis itu semakin gugup.
Sesaat didalam, Rose pun sontak memberikan salam.
"Master, manusia sudah datang!" ucap Rose seraya membungkukkan badan.
"Kerja bagus! Kembali lah dan lakukan aktifitas seperti biasa!" jawab Shinji.
"Baik. Master."
Rose pun mengembalikan posisi badannya dan meninggalkan ruangan.
"Nona, silahkan duduk!" seru Shinji yang mengarahkan kursi disamping nya.
"Baik," jawab Gadis pirang yang sontak duduk didekat Shinji.
"Bagaimana keadaan mu?"
Gadis pirang itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Aku sudah jauh lebih baik. Terimakasih. Tuan telah menyelamatkan ku dan rekan-rekan ku," ucap gadis pirang dengan membungkukkan badannya.
“Tidak perlu sungkan sudah seharusnya kita saling tolong menolong,” jawab Shinji dengan senyuman.
“Anda pria yang rendah hati,” ucap gadis pirang yang menundukan kepala dan tersipu malu.
Melihat sikap gadis itu, Shinji pun tersenyum.
“Oiya, aku belum memperkenalkan diri. Aku Shinji Ikari, Dungeon Master dari Dungeon Nexus ini,” ucap Shinji yang memperkenalkan diri.
“Aku Leanne Harvart, seorang petualang dan Priest,” ucap Leanne yang memperkenalkan diri juga.
“Petualang?! Kelompok itu benar-benar ada?!” ucap senang Shinji.
“Tentu saja ada!” jawab Leanne yang menganggukan kepalanya.
“Nona Leanne, bisa ceritakan tentang para petualang itu?” seru Shinji.
“Iya, aku akan ceritakan …” jawab Leanne dan dia memulai ceritanya.
Para petualang adalah sekelompok orang yang dibayar untuk melakukan sesuatu dari para peminta pekerjaan atau misi. Para petualang sendiri merupakan salah satu Asosiasi yang sudah dibuat dari 1.000 tahun yang lalu oleh Raja dari kerajaan manusia bernama Lucis Noa.
Karena perang yang tidak pernah berhenti membuat Raja Lucis membuat kelompok Asosiasi untuk membangun kerajaannya dan Asosiasi sendiri terdiri dari 5 kelompok yaitu Asosiasi Petualang;
Asosiasi Pedagang;
Asosiasi Barang Pusaka dan Senjata;
Asosiasi Penjinak Monster;
Dan, Asosiasi Suci.
Leanne tidak mengetahui semua detail semua Asosiasi tapi dia mengetahui Asosiasi Suci dan Asosiasi Petualang.
Asosiasi Suci selalu berpusat pada gereja yang dipimpin oleh pemilik kekuatan suci tertinggi yaitu Oracle atau peramal setelah itu ada uskup, pendeta lalu para anak suci.
Asosiasi petualang dalam pengetahuan dari Leanne, memiliki beberapa peringkat berdasarkan kekuatan dan pengalaman menjadi petualang.
Peringkat itu diawali dengan plakat besi; Peringkat tembaga;
Peringkat Perak;
Peringkat emas;
Peringkat platinum;
Peringkat Mystril;
Dan, peringkat tertinggi adamanite dengan ukiran pedang dan pistol.
Setelah menjelaskan tentang Asosiasi di dunia Eorza, Leanne juga menjelaskan tentang mata uang yang di gunakan oleh dunia yang mereka tinggali.
Pada dasarnya, nilai mata uang sama diseluruh dunia namun setiap Kerajaan atau Negara memiliki nama mata uang yang berbeda-beda dan lokasi dungeon berada di kerajaan Alexandria yang mengunakan mata uang Libra.
Nilai mata uang itu terdiri dari;
Satu koin tembaga senilai 10 Libra;
Satu koin tembaga besar senilai 100 Libra; Satu koin perak senilai 1.000 Libra;
Satu koin emas senilai 10.000 Libra;
Satu koin emas putih senilai 100.000 Libra Dan, nilai tertinggi satu koin platinum senilai satu juta Libra.
Beberapa jam pun berlalu dan Leanne menceritakan berbagai hal kepada Shinji dengan tawa dan canda.
Setelah Leanne menceritakan semua kisah dan pengetahuannya tentang dunia.
Leanne pun terdiam.
“Ada apa, Leanne?” tanya Shinji.
“Master, Apakah rekan-rekan ku akan pulih dan sadarkan diri?” tanya Leanne.
Shinji menghela nafas panjang saat mendengarkan pertanyaan Leanne.
“Kamu tahu, Leanne? Sebenarnya mereka sudah mati dan aku telah mengunakan sihir pembangkit. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dan bersabarlah. Yang jelas, Leanne. Kita hanya bisa menunggu sadarnya mereka,” ucap Shinji.
“Benarkah, terima kasih. Master! Sebagai tanda terima kasih."
"Tapi, kamu harus membayar nya," ucap Shinji.
Leanne pun mengangguk kepalanya, "Tentu saja. Aku akan melakukan apapun untuk bisa membayar hutang budi Master kepada kami,” jawab Leanne.
“Tenang saja, Leanne. Aku hanya ingin kamu bekerja disini,” ucap Shinji.
“Eh? Benarkah,” kaget Leanne.
“Tentu saja,” ucap Shinji dengan senyuman lebar.
Leanne berdiri dan membungkukan badannya.
“Baik, Master. Aku akan menuruti anda,” jawab Leanne.
Waktu pun tanpa terasa sudah malam dan Lucy menghampiri Shinji.
“Master, makan malam sudah siap,” ucap Lucy.
“Bagus, mari kita makan!” seru Shinji yang berdiri dan mengajak Leanne.
Lalu, Shinji dan Leanne pun pergi ke ruang makan lantai Istana untuk menyantap makan malam bersama.
“Wuaah … bagusnya!” gumam kagum Leanne yang melihat ruang makan yang mewah bergaya abad pertengahan.
Selain itu, Leanne pun terpesona saat melihat masakan yang begitu mewah dan terlihat lezat dan mereka pun makan malam bersama.
“Hmm … enaknya!” ucap Leanne yang menyantap makanan di meja dengan lahapnya.
Di tengah makan, Shinji berhenti menyantap makanannya dan melihat gambaran kenangan lagi yang merupakan diri Leanne yang masih kecil.
“Leanne, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Shinji
“Apa, Tuan?” balas tanya Leanne.
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Shinji.
“Hmm …” gumam Leanne yang menghentikan makan dan mencoba mengingat.
“Sepertinya tidak Tuan, Aku baru kali ini bertemu dengan anda,” jawab Leanne setelah mengingat kenangan.
“Begitu ya, maaf telah bertanya yang tidak-tidak,” ucap Shinji
“Hehe …” tawa kecil Leanne dan dia melanjutkan santapannya.
Seusai makan malam, Leanne pun kembali ke kamarnya yang diantarkan oleh Lucy.
Sedangkan, Shinji pun kembali ke Penthouse dan merebahkan dirinya.
Diatas kasur, Shinji membantalkan tangannya dan melihat ke atas.
“Sepertinya aku harus mencari sendiri gambaran yang aku lihat,” gumam Shinji.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...