Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 19. Penyusup manusia dan Goblin



...Dungeon 19. Penyusup manusia dan Goblin....


Saat ini Shinji masih berada di lantai Kolosium yang mana dia dikejutkan dengan pemberitahuan ada nya manusia yang datang ke Dungeon nya.


Lalu, saat Navigator memberitahu nya. Shinji pun melihat seorang gadis pirang yang jatuh pingsan sesaat membuka pintu Dungeon nya.


"Sebenarnya, apa yang terjadi?" gumam Shinji.


Tidak lama kemudian, datang lah segerombolan Goblin yang berlari masuk kedalam Dungeon Nexus.


Gigigi!


Suara tawa senang para Goblin yang masuk kedalam dungeon.


Melihat situasi itu, Shinji memahami bahwa para Goblin mengincar wanita yang baru saja masuk kedalam Dungeon.


"Cihh ... sudah lama tidak ada penyusup manusia! Kalian ingin merebutnya! Tidak akan aku biarkan!" seru kesal Shinji.


Shinji yang sedang kesal, dia sontak melihat Alpha dan Beta.


"Alpha! Beta!"


"Iya, Master!" jawab serempak Alpha dan Beta.


"Bunuh para Goblin itu!" seru Shinji.


"Baik, Master!" jawab serempak Alpha dan Beta yang mana mereka sontak Teleport ke lantai dasar.


Lalu, Shinji memberikan perintah kedua nya.


"Rose!"


Sesaat kemudian, Rose datang dalam sekejap dalam kondisi berlutut satu kaki.


"Bawa Manusia itu ke lantai istana! Dan, Sembuh kan dia!"


"Baik, Master!" jawab Rose dan dia pun sontak menghilang.


Melihat Shinji yang kesal, Shanks pun memberikan saran. "Tuan, tenanglah! Mereka pasti bisa melaksanakan tugasnya."


Mendengar itu, Shinji menghela nafas dalam-dalam dan dia pun tenang kembali.


"Terimakasih, Shanks."


Shinji yang sudah tenang. Dia pun duduk kembali dan melihat layar.


Lalu, dilayar terlihat lah Rose yang sudah tiba di dekat wanita dan dia pun sontak Teleport ke kamar rawat yang ada di lantai Istana. Setibanya disana, Rose merebahkan nya dan mengunakan sihir penyembuhan tingkat tinggi.


"Great Heal."


"Recovery."


Dengan rapalan itu, wanita itu pun sembuh dalam sekejap dan tertidur pulas.


Melihat itu, Shinji bernafas lega.


Dilayar yang lain terlihat Alpha dan Beta sedang membantai semua Goblin yang ada disana. Perbedaan kekuatan pun sangat terlihat yang mana para Goblin hanya seperti kertas bagi Alpha dan Beta.


Dan tidak butuh waktu lama, semua Goblin terbunuh ditangan Alpha dan Beta. Disaat yang bersamaan, Shinji juga melihat ada tiga manusia lagi yang mana satu sudah mati dan dua lagi dalam kondisi mengenaskan meski dalam kondisi masih hidup.


Goblin memiliki kebiasaan menjadi manusia wanita menjadi inang mereka dan itulah yang terjadi saat ini.


Shinji yang melihat ketiga manusia itu, dia pun merasa iba kepada mereka.


"Kerja Bagus, Alpha, Beta! Sekarang, bawa ketiga manusia itu kedalam lantai istana agar Rose bisa merawat nya!"


Setelah itu, mereka pun membawa ketiga manusia dan kembali kedalam Dungeon.


Dan, pertarungan pun berakhir.


Beberapa saat kemudian, di ruang rawat lantai Istana , wanita berambut pirang itu berlahan membuka matanya dan pandangan pertama yang dilihatnya cahaya terang dari atap batu dan dia menoleh kesamping yang mana terlihat ada banyak perabot mewah disekitar nya.


Sesaat kemudian, Rose datang menghampiri wanita pirang itu.


"Manusia, kamu sudah sadar? Bagaimana keadaan mu?"


"Iya. Sudah lebih baik," jawab wanita berambut pirang seraya bangun dari rebahan nya.


Lalu, gadis itu teringat akan ketiga rekan nya yang mana dia sontak berubah panik.


"Nona, aku mohon selamatkan rekan-rekan ku! Mereka masih terjebak di Goa! Aku Mohon!" seru pinta gadis pirang seraya memegang tangan Rose.


Melihat itu, Rose tidak merubah ekspresi nya dan menjawabnya dengan dingin.


"Tenang saja! Mereka sudah saya pulih kan baik luka fisik ataupun mental. Akan tetapi, mereka belum sadarkan diri di ruangan yang berbeda."


Mendengar itu, Gadis berambut pirang menitihkan air mata nya. "Terimakasih, Nona."


"Jangan berterimakasih kepada ku! Berterimakasih lah kepada Master!" jawab Rose.


"Master?" tanya bingung gadis berambut pirang. Lalu, dia pun mengabaikan nya untuk sejenak karena cemas akan rekan-rekan nya.


"Bolehkah aku menemui rekan-rekan ku?"


"Silahkan ikut dengan ku!"


Rose pun berbalik badan dan melangkah keluar. Gadis pirang juga beranjak dari kasurnya dan mengikuti Rose.


Dalam perjalanan nya, gadis pirang itu melihat karpet merah dan beberapa hiasan serta ornamen kerajaan yang membuatnya mengambil kesimpulan diri nya berada di istana.


"Permisi! Ini di istana mana ya?"


"Ini lantai Istana dari Dungeon Nexus," jawab Rose.


Mendengar itu, Gadis pirang sontak terkejut. "Apa Dungeon? Lalu, apakah yang nona maksud master itu, Dungeon Master?!"


"Iya. Tepat sekali!" jawab Rose.


Mendengar itu, gadis pirang sontak ketakutan lantaran dalam bayangan nya sosok Dungeon Master merupakan sosok yang sangat menyeramkan bahkan ada kemungkinan, dia sosok raja Iblis. Memahami itu, gadis pirang menelan ludah nya.


"Aku harap tidak akan dibunuh oleh nya."


Beberapa saat kemudian, gadis berambut pirang itu tiba diruang rawat yang mana dia melihat ketiga rekan nya sedang tidak sadarkan diri diatas kasur.


Melihat itu, gadis pirang sontak berlari kearah rekan nya itu.


"Andre! ... Hyna! ... Siska!" seru gadis pirang dengan menghampiri ketiga rekan nya satu persatu. Lalu, Gadis berambut pirang melihat Rose. "Nona, apakah ketiga rekan ku akan bisa sadar kembali?"


"Tunggu saja! Mereka pasti akan sadar kembali dan Nona, Master telah menunggu anda!"


Mendengar itu, Gadis pirang menarik nafas dalam-dalam dan menenangkan diri nya yang mana dia sudah siap akan konsekuensi yang akan ditanggung nya.


"Baik, aku sudah siap!"


Dan, Gadis pirang itu pun pergi ke ruang kerja Dungeon Master yang ada di lantai Istana.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...