
...Dungeon 31. Penandatanganan kontrak....
Beberapa hari kemudian, Iris dan kelompok nya datang kembali ke Dungeon.
Shinji yang mengetahui itu, dia pun terheran.
"Bukankah, waktu pelelangan akan diadakan 8 hari lagi. Kenapa mereka datang? Aku jadi penasaran."
Lalu, Shinji dengan stelan pakaian rapih, dia menemui Iris dan lainnya di ruang tamu Mansion dan sesaat Shinji datang Iris dan lainnya sontak berdiri dan memberikan hormat kepada nya.
"Tuan Shinji," sapa Iris.
"Iya dan selamat pagi, Nona Iris, Nona Keisha dan pak Gordo! Silahkan duduk!"
Mendengar itu, Iris dan lainnya duduk kembali. Begitu pun Shinji yang duduk di kursi tengah meja panjang.
"Lalu, ada urusan apa sehingga pagi-pagi datang ke Dungeon ku?"
"Aku ingin melaporkan hasil persetujuan kontrak dari Asosiasi," jawab Iris.
"Lalu, bagaimana hasilnya?"
"Semua persyaratan kontrak di setujui kecuali biaya bulanan," jawab Iris.
Shinji tersenyum kecil,
"Bukanlah hal asing. Baik dunia ini atau dunia sebelum nya jika membahas harta atau uang pasti sulit untuk membuat kesempatan harga."
"Jadi, berapa biaya yang mereka ajukan?"
"200.000 Libra," jawab Iris.
Shinji sedikit terkejut, penawaran mereka sangat jauh dari apa yang dia ajukan. Tapi, untung mereka menyetujui untuk mengadakan Pelelangan.
"Aku akan menguras harta mereka. Maka dari itu, aku bersandiwara bodoh dihadapan mereka," batin Shinji.
"Baiklah, aku menyetujui." jawab Shinji dengan senyuman kecil.
Mendengar itu, Iris dan lainnya tersenyum bangga lantaran mereka sukses bernegosiasi dengan Shinji.
Setelah Shinji menyetujui nya, Iris mengambil gulungan kulit dan tinta bulu. Lalu, dia membuka diatas meja setelah itu, memberikan nya kepada Shinji.
"Kalau tidak ada masalah lagi, silahkan Tuan Shinji menandatangani nya!"
"Baiklah, aku sudah tidak ada masalah lagi."
Seusai mengatakan itu, Shinji pun membaca isi kontrak dan setelah melihat isi kontrak baik-baik saja, dia sontak menandatangani kontrak tersebut. Lalu, diberikan kembali kepada Iris.
"Apakah ada urusan lain?"
Mendengar pertanyaan Shinji, Iris melihat kearah Keisha dan dia pun mengangguk kepalanya disertai senyuman.
Setelah itu, Iris kembali melihat Shinjim
"Karena Tuan Shinji sudah menyetujui kontrak maka kami akan mengirimkan satu perwakilan untuk menjadi penghubung perdagangan Tuan Shinji dan Asosiasi," ucap Iris.
Shinji yang mendengar itu tersenyum kecil,
"Asosiasi memang licik. Mereka bahkan mengirimkan mata-mata di Dungeon ku," batin Shinji.
"Oh, benarkah. Siapa?"
Saat Shinji bertanya itu, Keisha menyambung ucapan Shinji dengan berdiri serta memberikan hormat.
"Tuan Shinji, mulai saat ini Saya Keisha akan menjadi perwakilan dan pengantara anda dengan Asosiasi."
Shinji tersenyum seraya memandangi nya, "Oh, Begitu kah. Mohon kerja sama, Nona Keisha!"
"Baik, saya akan semaksimal mungkin membantu anda," ucap Keisha.
"Lalu, apakah ada yang harus dibahas lagi?"
"Sudah tidak ada. Terimakasih, Tuan Shinji atas diskusi nya."
Setelah itu, Shinji melihat kearah Rose. "Rose, bawakan makanan nya?"
"Baik," jawab Rose.
Lalu, dia telepati dengan Lucy series yang mengurus makanan dan sesaat kemudian, para Lucy datang dengan membawa makanan dan minuman pagi.
Iris dan lainnya sontak tersenyum senang dan mereka pun langsung menyantap nya.
Setelah sarapan usai, Iris dan Gordo pun pergi meninggalkan Dungeon sedangkan, Keisha menetap di Dungeon.
Memahami situasi itu, Shinji pun menempatkan Keisha di Mansion disertai dengan satu Lucy sebagai pelayan pribadi Keisha
# Let's Build Dungeon With Bug System #
Keisha.