
...Dungeon 08. Penyusup pertama dan Penthouse....
Sudah 100 tahun Dungeon dalam keadaan tertutup dan kini Shinji memutuskan untuk membuka Dungeon nya.
Yang mana, sesaat Shinji memerintahkan Navigator untuk membuka dungeon terjadi guncangan hebat dan Shinji pun tahu, guncangan itu bukanlah gempa melainkan pintu Dungeon yang terbuka.
Beberapa saat kemudian, guncangan pun berhenti yang menandakan bahwa pintu masuk sudah terbuka seutuhnya.
Mengetahui hal itu, Shinji sontak berlari kearah pintu masuk dan berhenti didepan pintu yang mana dia melihat ada goa yang menyatu dengan pintu masuk Dungeon.
Shinji yang masih diselimuti rasa penasaran, dia pun ingin segera mencoba keluar dari Dungeon. Meski ada resiko kematian, Shinji tidak mempermasalahkan.
Lalu, Shinji pun menarik nafas dalam-dalam, seusai menyakinkan diri. Setelah itu, dia pun melangkah keluar Dungeon. Namun, sesaat melewati pintu masuk muncul lingkaran sihir Teleportasi dibawah nya.
Sesaat itu juga cahaya terang menyelimuti nya dan berpindah tempat ke lantai Nol.
Mengetahui hasil itu, Shinji bernafas lega lantaran mengetahui cara menghentikan seorang master keluar Dungeon.
Selain mengetahui hal itu, pada hari ini Dungeon nya di buka.
"Aku ingin tahu, siapa kah penyusup pertama yang datang ke sini?" gumam Shinji dengan senyuman kecil.
Beberapa hari kemudian, Navigator memberitahu akan kedatangan penyusup.
Kling!
[Peringatan. Penyusup telah memasuki Dungeon.]
Shinji yang sedang berlatih dengan Man Doll satu mendengar itu dan dia sontak menghentikan latihannya.
"Baik, latihan sampai disini!"
Man Doll menjawab dengan menundukkan kepalanya.
Shinji pun mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk.
"Navigator, tunjukan kepadaku!"
Sesaat kemudian, layar udara sebesar 10 inci muncul dihadapan Shinji yang mana dalam layar itu terlihat seorang pria dan wanita sedang dikejar-kejar oleh beberapa serigala bertanduk.
Shinji pun memperhatikan kedua orang itu yang mana mereka mengenakan armor kulit dan pria memegang pedang sedang kan wanita memegang panah namun terlihat dari tas nya panah sudah habis.
Melihat nya, Shinji pun tersadar. Lalu, tersenyum senang.
"Mungkin kah mereka seorang petualang seperti yang anime - anime itu!"
Mengetahui hal itu, Shinji sontak memerintahkan golem satu dan Man Doll satu untuk menghabisi segerombolan serigala bertanduk tersebut.
Hal itu Shinji lakukan lantaran mengetahui level dari serigala bertanduk itu hanya memiliki level 5. Dia yang mengetahui hal itu lantaran menu tambahan yaitu sistem pengawasan Dungeon yang dibelinya seharga 1.000 Poin.
"Man Doll satu, Golem satu! Habisi para serigala itu!"
Tanpa membuang waktu lagi, Man Doll satu dan Golem satu berlari kearah gerombolan serigala bertanduk lalu, mereka dengan mudah membunuh semua serigala meski ada perlawanan dari serigala bertanduk namun, serangan nya tidak melukai Man Doll satu dan Golem satu.
Shinji yang melihat pertarungan itu tersenyum bangga melihat latihan mereka berhasil terutama Man Doll satu yang sudah memiliki level 21.
Melihat nya, Shinji pun memutuskan untuk menjadikan nya pemimpin para boneka.
"Semoga dia tidak menolaknya!" batin Shinji.
Seusai Man Doll dan Golem mengalahkan para serigala. Dua petualang itu sontak ketakutan dan pergi meninggalkan Dungeon.
Dan, Shinji pun gagal untuk berkomunikasi dengan manusia dunia lain.
Dengan penyusupan itu, Shinji mendapatkan 200 poin dari penyusupan mereka.
Setelah itu belum ada lagi petualang yang masuk lagi ke Dungeon nya. Shinji pun menghela nafas panjang dan merebahkan dirinya diatas kasur.
"Mereka tidak datang lagi... Sial!"
Beberapa saat kemudian, Shinji pun melihat sekitar nya dan terbayang tempat tinggal nya dahulu dan mimpi serta dia mengingat kenangan masa lalunya.
Di atap gedung kantor nya, Shinji berdiri ditepi gedung bersama rekan kantor nya.
"Begitu kah. Kalau begitu nanti aku menginap di tempat tinggal mu!" jawab pria bernama Rei.
"Oke!" jawab Shinji dengan mengacungkan jempol nya.
Lalu, mereka pun tertawa bersama dan ingatan pun menghilang. Karena ingatan itu, Shinji berpikir sesuatu.
"Baiklah, aku akan membuat tempat tinggal ku yang baru!" seru semangat Shinji.
Setelah itu, Shinji membuka [Dungeon Shop] dan mencari kategori tempat tinggal yang mana terpampang berbagai tempat tinggal dan Shinji mencari dengan jenis apartemen yang sama seperti di bumi dan terpampang lah berbagai jenis apartemen dengan beragam harga dan fasilitas.
“Aku memiliki DP banyak kenapa harus berhemat?!" gumam Shinji
Lalu, Shinji pun memilih tempat tinggal termahal disana yaitu ruangan penthouse dengan harga 50.000 DP.
Setelah itu, Shinji pun menempatkan Penthouse di lantai 6 setelah lantai Istana.
“Baiklah, sekarang kita lihat rumah baruku!”
Shinji pun masuk keruangan itu dan dia terkejut kagum melihat mewahnya dan elegan nya rumahnya tersebut.
Berbagai perabot modern juga sudah tersedia. Diawal masuk ruangan, Shinji melihat lemari sepatu yang begitu besar dan keset di sangat lembut.
Berjalan masuk di ruang tamu, sofa yang besar berjajar rapih dengan dua sofa dan satu sofa dengan meja kaca ditengahnya dengan hiasan bunga di atasnya.
Lanjut ke ruang makan, disana terdapat meja makan dan kursi kayu jati rapih disana dengan paket buah diatasnya juga ada bar disampingnya dengan peralatan dapur bersih seperti oven dan kulkas, disisinya terdapat dapur yang luas dengan peralatan masak yang lengkap.
Dalam ruangan itu juga terdapat 2 kamar yang luas dengan kamar mandi didalamnya juga 3 kamar yang tidak memiliki kamar mandi dan 2 kamar mandi diluar.
Yang membuat istimewa, ruangan itu memiliki fasilitas kolam berenang didalam ruangan, ruangan fitness, spa, bathup, minimarket, lapangan indoor dan menurut keterangan dari ikon [bangun] Shinji bisa membuat ruangan baru di penthouse.
Gurgggg!!
Suara perut Shinji yang berbunyi.
“Ahh, aku lapar. Baiklah, aku akan coba mengambil beberapa makanan dari minimarket,” ucap Shinji.
Setibanya disana, Shinji sangatlah senang karena kebutuhan sehari-sehari sudah ada dalam satu ruangan dan tidak perlu memikirkan makan lagi.
Disana Shinji mengambil mie, telor dan sekarung beras.
Lalu, dia kembali ke dapur. Langkah awal, Shinji menaruh sekarung beras di tempat besar dan membuat tempat beras itu penuh. Setelah itu, dia mengambil beberapa kg untuk dimasaknya di rice cooker.
Sambil menunggu nasi matang, Shinji memasak mie dengan telor. Setelah matang semua, Shinji pun menyantapnya.
Cruppp!!
Suara Shinji menyeruput makanannya.
“Ahhh, enaknya!” ucap Shinji yang sedang menyantapnya.
Setelah selesai makan, Shinji mencuci piring dan membuang sampah ditempat khusus di dapur.
Proses pembuangan sampah disana mengunakan system sihir sehingga sampah langsung menghilang. Begitu juga piring, saat ditaruh di laci pencuci secara otomatis piring itu dibersihkan.
Shinji pun melamun di ruangan santai karena tidak adanya televisi dalam ruangan itu, Shinji pun mengerti dengan hal itu karena dia menyadari bahwa dirinya hidup di dunia lain meski tidak bisa melihat dunia luar.
Sesaat kemudian, Rose pun datang ke lantai Penthouse yang mana dia sedikit bingung dengan lantai itu namun, saat melihat Shinji baru selesai makan. Dia pun sontak marah.
"Master, kenapa anda membuat makanan sendiri? Dan, tidak memerintahkan saya untuk ke sini? Agar saya bisa memasak makanan untuk Master!"
Shinji pun tertawa kecil, "Hehehe ... maaf! Aku hanya bernostalgia tempat tinggal ku dahulu dan aku ingin masak sendiri."
"Ahufuu ... Jika begitu, baiklah. Saya mengerti."
Mendengar itu, Shinji pun bernafas lega.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...