Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 65. Satoru Honda



...Dungeon 65. Satoru Honda....


Saat ini Shinji sedang berhadapan dengan seorang calon pahlawan yang mana kondisi saat ini, dia sama sekali belum memiliki kekuatan bahkan saat Shinji melihat statusnya skill nya masih dalam keadaan terkunci.


Setelah saling berkenalan, Shinji pun menyambung pembicaraan.


"Jadi, Satoru, dimana kamu tinggal?"


Satoru yang mendengar pertanyaan itu, dia tersenyum lebar dan menggarukan kepala belakang nya.


"Aku belum punya tempat tinggal," jawab Satoru.


"Apa maksudmu?"


Saat Shinji bertanya seperti itu, Satoru mendekatkan kepalanya kepada Shinji dan berbisik.


"Tuan Shinji, apakah anda percaya dengan manusia dunia lain?" tanya Satoru.


"Tentu saja, banyak pahlawan di dunia ini yang berasal dari dunia lain."


"Kalau begitu, aku katakan bahwa aku sebenarnya manusia dunia," ucap Satoru.


"Oh, begitu. Lalu, apa rencana mu?"


"Eh? Tuan, anda sama sekali tidak terkejut?" ucap heran Satoru.


Shinji pun menghela nafas panjang, "Aku sudah katakan, sosok seperti mu sudah biasa di dunia ini."


Satoru pun menundukkan kepalanya, "Begitu. Aku mengerti dan jujur, aku belum memiliki rencana apapun sejak aku berpindah dunia."


"Bagaimana dengan rencana ini ..."


Shinji menjelaskan kepadanya untuk menjadi budak dan akan melatihnya sampai dia menjadi pahlawan. Tempat tinggal, makan dan minum. Shinji yang menanggung nya.


"Bagaimana menurut mu? kamu tertarik? Jika tidak tertarik tidak masalah anggap saja pertemuan ini tidak pernah terjadi."


Satoru pun berpikir matang-matang dan mempertimbangkan ucapan Shinji. Lalu, tidak lama Satoru mengambil keputusan nya.


"Baiklah, Tuan Shinji. Aku akan menjadi budak mu tapi dengan satu syarat!" ucap Satoru dengan menunjukkan satu jari nya.


"Oh, apakah itu?"


"Aku tidak ingin selama nya terkurung di sini. Izinkan aku berkelana ke luar Dungeon!" sambung ucap Satoru.


"Tidak masalah. Asal kamu tidak melanggar peraturan Dungeon!"


"Peraturan seperti apa?" tanya Satoru.


"Satu, kalian tidak boleh bertengkar sesama penghuni Dungeon;


Dua, kalian tidak boleh mengkhianati ku dan Dungeon;


Ketiga, patuhi atasan kalian!;


Empat Jangan merendahkan ras lain!;


Dan, terakhir. Lakukan apapun yang kalian sukai lepas dari keempat peraturan diatas.


Mendengar itu, Satoru sontak melebarkan kedua matanya, "Benarkah peraturan seperti itu. Baiklah dengan senang hati aku akan menjadi budak mu!" ucap senang Satoru.


Shinji yang mendengar itu turut senang dan tersenyum.


"Iya, selamat datang di rumah baru mu, Satoru!"


Satoru sontak membungkukkan badannya, "Mohon bimbingan, Master!"


Seusai membuat kesepakatan itu, Shinji mengajak Satoru ke desa Homunculus dan memperkenalkan Albert sebagai kepala desa disana.


Setibanya disana, Satoru terkagum-kagum melihat ada desa didalam Dungeon lebih dari itu, dia melihat kebersamaan Manusia dengan ras lainnya.


"Wow ... luar biasa! ini seperti desa mimpi. Mengagumkan!" ucap kagum Satoru.


Shinji pun tersenyum bangga menjawab nya.


Sesaat kemudian, Laluna datang bersama Arina dan Albert.


Shinji pun mengelus-elus kepalanya, "Laluna, maaf ya beberapa hari ini aku sibuk."


Laluna menundukkan kepalanya lantaran malu dengan wajah yang memerah.


"Tidak masalah, aku mengerti."


Satoru yang ada disamping Shinji terpesona melihat Laluna. "Cantik nya!" gumam Satoru.


"Master!" sapa serempak Arina dan Albert.


Mendengar itu, Shinji menghentikan mengelus-elus Laluna dan bersikap biasa.


"Hmm .. Iya."


Lalu, Laluna melihat kearah Satoru.


"Master, siapa dia?" tanya Laluna.


Arina dan Albert juga menoleh kearah Satoru.


"Dia Satoru, Ras manusia. Unit dan budak baru ku."


Lalu, Laluna pun memberikan senyuman kepadanya. "Satoru, salam kenal! Aku Laluna."


"Iya, salam kenal juga!" ucap malu Satoru.


"Hmm ... Satoru, dia adalah atasan mu juga istri ku."


Saat Shinji mengatakan itu, Laluna sontak menundukkan kepalanya.


"Master, jangan berkata seperti itu. Aku malu," ucap Laluna yang memegang kedua pipinya.


Shinji pun tersenyum melihat sikap malu nya.


Sedangkan, Satoru langsung merubah ekspresi menjadi ekspresi kecewa dan terlihat juga dia jatuh hati di pandangan pertama nya melihat Laluna.


"Satoru!"


Mendengar panggilan Shinji, Satoru sontak mengangkat kepalanya dan melihat Shinji dengan sikap hormat.


"Di sinilah kamu akan tinggal!"


"Baik, Tuan-. Master!" jawab semangat Satoru.


Lalu, Shinji melihat kearah Albert. "Albert, siapkan rumah untuk nya!"


"Baik, Master. Serahkan kepada ku!"


Setelah melakukan perkenalan itu, aku menghampiri kloning Beta yang sedang melatih Homunculus.


Saat kehadiran Shinji disana, Beta dan para Homunculus menghentikan aktifitas dan memberikan hormat kepada Shinji.


"Master!" sapa Beta dan para Homunculus.


"Beta, dia Satoru, ras manusia. Mulai hari ini, dia salah satu murid mu!"


Beta yang mendengar Shinji, dia mengembalikan posisi badannya.


"Baik, Master!"


Lagi-lagi Satoru terpesona melihat Beta dan terperangah.


"Satoru, mulai hari ini! dia adalah guru mu. Jadi, berlatihlah dengan giat!"


Satoru mengembalikan lamunan dan menghadap Shinji. Lalu, membungkukkan badannya. "Baik, Master. Terimakasih."


Dan, sejak hari itu Satoru tinggal di Dungeon.


Lalu, Shinji yang lagi di lantai lima. dia memutuskan untuk menghabiskan hari bersama Laluna di desa Homunculus.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...