
...Dungeon 101. Kehamilan Flare dan Serangan Goblin....
Saat ini Shinji sedang berjalan-jalan bersama Laluna, Vera dan Flare di Taman Paviliun langit yang mana dirinya baru membuat nya pada lantai Penthouse rumah nya dan menjadi Sub lantai tiga.
Lalu, dalam pembicaraan nya. Flare menghentikan langkahnya dan memberitahu sesuatu.
"Master, saya sudah mengandung. Pasti Tuan tidak senang karena saya manusia jadi mudah untuk hamil," ucap Flare yang malu dan menundukkan kepalanya.
Shinji tersenyum kecil. Lalu, dia mengelus-elus kepala Flare. "Tidak, aku justru senang karena ingin mencoba rasa nya sebagai ayah dan berkeluarga."
Flare pun mengangguk kepalanya dan tersenyum, "Terimakasih, Master."
Mendengar itu, Laluna dan Vera sontak merangkul Flare.
"Selamat atas kehamilanmu, Flare!" ucap Laluna dengan senyuman kecil.
"Iya, aku senang mendengar nya," sambung Vera.
"Terimakasih, Kak Laluna. Kak Vera!" jawab Flare yang juga tersenyum.
Shinji pun juga tersenyum melihat kebersamaan mereka.
Karena kondisi itu, Flare pun meminta izin pulang ke Istana Kerajaan Bellanova dan Shinji pun mengizinkan nya.
Ditempat yang berbeda, Albert sedang berjalan-jalan keliling desa seraya menceritakan kisah nya di desa Homunculus dan Master nya.
"Ehh ... Master Nexus Dungeon memang kuat seperti yang di rumor kan," respon Selena.
"Begitu lah, aku beruntung bisa bekerja untuk nya," sambung Albert.
Mendengar itu, Selena menghentikan langkahnya yang mana Albert juga mengikuti nya.
"Aku bersyukur, kamu terlihat lebih bahagia dari saat kepergian mu di desa Elf," ucap Selena dengan senyuman lebar.
Albert pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian, suara lonceng berbunyi kembali.
Teng! Teng! Teng!
"Goblin! Goblin!" seru penjaga pengawas
Mendengar itu, Albert sontak melihat menara dan berlari. Selena yang melihat itu, dia pun mengikuti nya dari belakang.
Setibanya disana terlihatlah banyak penduduk desa sebelah yang dikejar-kejar oleh Goblin. Dalam perhitungan Albert, ada sekitar 30 warga.
Melihat itu, Albert mengerutkan keningnya dan mengambil busur serta Quiver nya kembali. Lalu, melesatkan anak panah kearah Goblin.
DBOM!
Sebuah ledakan pun terjadi di dekat Goblin yang mana itu berasal dari anak panah Albert.
Selena yang sedang ikut memanah, dia pun melihat itu dan terkagum.
"Albert, itu panah apa?"
Albert yang sambil melesatkan anak panah, dia pun menjawab nya.
"Ini Arrow Trickster. Senjata yang dibuat oleh Master Shinji sendiri dan dia memberikan kepada ku sebagai tanda keluarga."
"Ohh, Seperti nya Master Shinji orang yang baik hati."
"Iya, Master Shinji itu orang yang suka melipatkan gandakan.
"Maksud nya?"
"Jika ada orang yang baik kepada nya maka dia akan membalas kebaikan itu berkali lipat begitu pun sebaliknya jika ada orang yang berbuat jahat maka dia akan membalaskan nya itu berkali lipat."
Albert yang mendengar itu, dia pun tersenyum. Namun, senyuman itu tidak lama lantaran dia melihat Hobgoblin yang memiliki tinggi 3 meter.
"Itu Hobgoblin!" seru panik Selena.
Lalu, Albert pun merubah bidik busur ke Hobgoblin dan melesatkan anak panah.
"Bomb Arrow!"
Anak panah pun dilesatkan kearah Hobgoblin dan menusuk ke dada nya disertai dengan ledakan.
DBOM!
Melihat itu, Selana sontak tersenyum senang melihat anak panah itu dan dia yakin dari ledakan nya Hobgoblin itu sudah mati.
"Berhasil! Anak panah yang luar biasa!"
Melihat senangnya Selena membuat Albert tersenyum lebar.
Sesaat kemudian, asap itu pun menghilang dan Hobgoblin mampu memulihkan diri dengan cepat.
Hal itu membuat Albert dan Selena terdiam.
"Yang benar saja! Aku baru melihat ada Goblin yang mampu memulihkan diri!" gumam panik Albert.
Albert hanya terdiam lantaran dia sudah mengenal Kay yang mana sosok Goblin yang memiliki teknik senjata dan sihir jadi bukan lah hal yang asing bagi nya.
Meski begitu membuat Albert mengerutkan keningnya. "Kenapa ada Goblin unik di sini?"
Seusai luka nya sembuh total, Hobgoblin itu geram kesal.
"Gwuaaaaa!"
Karena suara itu membuat mata Goblin lain nya menjadi merah yang membuat gerakan mereka semakin cepat dan brutal sampai-sampai Albert, Selena dan penjaga lainnya kewalahan menghadapi nya bahkan ada warga yang menjadi korban nya.
"Ahh, Sial!" seru kesal Albert yang terus melesatkan anak panah.
"Rankyaku!"
Ditengah keputusan asa, tiba-tiba datang suara wanita dan sabetan pedang udara yang membunuh banyak Goblin di dekat para warga. Lalu, sabetan udara juga memotong lengan Hobgoblin.
Serangan itu pun membuat Hobgoblin dan ketakutan. Namun, terlambat suara wanita itu datang lagi.
"Soru."
Dalam sekejap mata, Hobgoblin itu melihat Senja yang sudah berada didepan mata nya.
Lalu, Senja yang tersenyum lebar. Dia melesatkan jari telunjuk nya.
"Shigan."
Jari telunjuk itu pun menusuk tepat di kristal ini Hobgoblin hingga dia pun langsung jatuh dan tidak bernyawa lagi.
Dan, penyerangan pun berakhir.
Melihat wanita itu, Albert terheran-heran. "Siapa dia?"
"Kuat nya!" kagum Selena.
Senja pun melihat kearah Albert dan Selena dengan tertawa kecil.
Setelah itu, para warga pun berhasil mengungsi ke kota Ryu dan korban yang masih hidup pun dirawat.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...