I WAS TRASH

I WAS TRASH
Part 75



Tanah di bawah garasi berupa beton itu sudah selesai digali. Jangan ditanya bagaimana cara Nero menggalinya. Semua orang yang ada disana pun dibuat terkejut dengannya.


"Tuan muda, sudah selesai digali," ucap Nero yang kemudian naik ke atas permukaan.


Semua orang melihat dengan saksama dan bau busuk pun mulai menyengat seiring ditemukannya jasad yang tertanam tersebut, masih utuh sempurna walau sudah dalam kondisi yang cukup buruk.


"Tega sekali..." Louis bergumam saat melihatnya. Alex melirik ke arahnya.


"Saya sudah memberikan petunjuk dari kasus ini. Jika tidak ada kepentingan lain, aku pergi dulu. Cari aku kapan saja jika diperlukan. Aku akan membuat laporan juga atas kejadian hari ini, permisi." Alex berlalu pergi setelah memberikan semua hal yang ingin pihak berwajib menangani. Mereka semua memberi hormat kepada Alex saat Alex berlalu pergi. Dia pun sesegera mungkin pulang ke rumah untuk membuat laporan dan hal lainnya yang dia dapatkan hari ini.


...*...*...


Keesokan harinya...


Alex meminta Luna dan kedua bocah kecilnya untuk tinggal di rumahnya. Dia berencana untuk pergi menangkap kelompok pria bertopeng lainnya. Tentu saja dengan petunjuk yang sudah ia dapatkan.


"Luna, jaga mereka baik-baik. Aku pergi kerja dulu. Kalian jangan sungkan mengatakan yang kalian butuhkan pada Paman Aron dan mama. Mereka akan membantumu," ucap Alex sebelum pergi.


"Ayah, mau cium." Luna mengajarkan sikap yang baik kepada kedua anaknya. Alex berlutut di depan malaikat-malaikat kecilnya dan memeluk mereka erat.


"Ayah pergi kerja dulu,ya. Jangan nakal, dengar kata ibu, Kakek Aron, Kakek buyut dan nenek,ya? Jika Ayah tau kalian berbuat nakal, Ayah akan memukul ****** kalian hingga memerah."


Axel dan Anna menggelengkan kepala mereka keras. Mereka mengecup tangan Alex bermaksud untuk salim/bersalaman. Entah darimana mereka belajar,namun jika dilihat dari tampang wajah Luna, sepertinya dia memiliki darah negara +62 atau sekitarnya itu. Tak lupa Alex memeluk mereka lagi sebelum berangkat. Tentu saja dengan kecupan di berbagai sisi wajah mereka yang begitu imut hingga wajah mereka terasa penuh dengan air liurnya.


"Ayah! Jangan basah semua!" Protes Anna.


"Kalian terlalu menggemaskan. Kalau begitu, aku pergi dulu."


Alex melambaikan tangannya kepada mereka. Luna memeluk mereka dari belakang sembari membalas lambaian tangan pria yang kini berjalan semakin menjauh menuju mobilnya.


Bip bip.


Klakson ia bunyikan diiringi dengan kepergiannya yang begitu pelan. Kini, pria itu mulai fokus pada jalan yang ada di depannya, menyetir dengan kecepatan lumayan cepat, namun masih mengerti aturan.


Hari ini Alex tidak langsung pergi ke kantornya,karena ada berkas penting yang harus dia berikan ke kementrian setempat tentang sebuah dokumen penting yang entah apa isinya.


Setibanya disana...


Kringg... kringg 📱


Suara dering ponsel Alex menyapanya lagi ini. Alex sesegera mungkin mengangkatnya,karena kebetulan sekali dia telah tiba di kantor kementrian yang menjadi tujuannya hari ini. Tertera disana nama "Verrel" yang sepertinya membawakan berita penting pada pagi hari ini.


Tumben Verrel telepon pagi-pagi. Apakah ada sesuatu di kantor?~Batin Alex.


Alex mengangkat teleponnya, "Halo, bro. Tumben nelepon pagi-pagi begini?"


"Lex, lu gimana sih? Kan jam delapan ada rapat. Ini udah jam berapa?" Protes Verrel.


"Oh god, bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting itu?" Alex menepuk dahinya lumayan keras.


"Gini aja deh, kamu yang mewakiliku. Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan kali ini. Mungkin juga akan ada rapat dadakan disini, perdana menteri dan presiden atau panglima tertinggi yang baru akan datang," ucap Alex mencoba memberikan solusi.


"Lu gila ya? Lu nyerahin proyek sebesar ini ke gue? Gimana kalau sampai orangnya kecewa? Lex, pihak yang akan bekerja sama dengan kita ini adalah perusahaan besar dan perusahaan kita masih belum ada apa-apanya."


Huh. Aku berharap bisa cloning atau menggandakan diriku sendiri,~Batin Alex.


Alex memijat-mijat kepalanya yang terasa sedikit pening itu. Tiba-tiba, sebuah notifikasi membuyarkan segalanya.


Tinggg!


Sebuah pengumuman masuk dari sistem. Tertera pula di depannya seperti sebuah proyektor yang dipantulkan melalui kaca mobil, begitu besar dan biru. Alex terdiam sejenak dan membuat Verrel bertanya-tanya.


"Selamat tuan, per hari ini, anda sudah mendapatkan keuntungan sebanyak 30% sesuai dengan perjanjian kita!" Osy sedikit mengejutkan Alex disana.


"Lalu, apa hadiahnya? Tunjukkan padaku."


...*****************♡****///*************...


Super system Geng Api Biru.


》Nama : Alexander Bryan Lachowicz


》Nama Samaran: Blue Shadow


》Kemampuan : Menembak, Memanah, Melompat


b. Memanah : 100% [Sangat Kuat]


c. Melompat : 100% [Sangat Kuat]


》Waktu di dunia : 37 tahun, 4 bulan, 10 hari, 7 menit, 5 detik.


》Daya Tempur : 70% [Kuat]


》Misi yang telah diselesaikan:


1.Misi pertama, menolong seorang wanita di gedung.


2. Misi Kedua, Membangun bisnis dan memperoleh keuntungan 30% dalam waktu beberapa bulan.


》Hadiah yang pernah di dapatkan:


a. Misi Pertama;


1. Perpanjangan waktu di dunia selama 10 tahun 10 hari 10 malam 10 jam 10 menit 10 detik.


2. Demon Eyes


b. Misi Kedua;


1. Cloning diri dan menyerupai.


2. Kemampuan menganalisis keadaan dan melihat persentase kegagalan.


3. Perpanjangan waktu dunia selama 3 tahun 3 hari 3 malam 3 jam 3 menit 3 detik.


》Kharisma : 50,5% [Cukup]


》Bela diri : Level 3 [Lemah]


》Kemampuan penting lain yang harus dimiliki. : Berlari, berjudi, menghipnotis, berbisnis, dan menyerang diam-diam.


a. Berlari : 30% [Lemah]


b. Berbisnis : 30%[Sangat Lemah]


c. Menghipnotis : 0% [Nihil]


d. Menyerang diam-diam : 0% [Nihil]


...*****************♡****///*************...


Alex mencermati semuanya dengan saksama. Benar saja, apa yang menjadi pemikirannya kini berubah menjadi nyata. Tapi, mengapa hadiah tentang perpanjangan umur kali ini begitu sedikit?


"Mengapa hadiah tentang perpanjangan usia begitu sedikit?" Tanya Alex dalam gumamannya.


"Karena cloning itu sudah begitu mahal, ketua."


"Humm. Aku mengerti, tapi apakah setelah pengorbanan yang aku lakukan, aku hanya dapat menambah 0,5% kharismaku? Benar-benar tidak masuk akal," ucap Alex.


"Maaf ketua. Osy hanya menjalankan tugas, tidak bisa membantu selain memberikan saran," timpal Osy.


"Lalu, kapan misi selanjutnya? Aku yakin seharusnya misi selanjutnya ada kaitannya dengan nilai nol dan kharismaku yang begitu buruk."


"Misi akan keluar dadakan. Saya juga tidak dapat memprediksinya."


"Huh baiklah."


"Lex! Alex! Lu dengerin ucapan gue gak sih daritadi?" Seru Verrel yang sanggup membawa Alex kembali dari gumamannya yang menurut Verrel tidak jelas itu.


"Ahh maaf. Aku lagi fokus berpikir tadi," sahut Alex.


Tapi, jika aku memakai alat itu, yang ada malah Verrel curiga. Jelas-jelas aku tadi sudah mengatakannya. Selain itu, Verrel juga tidak akan bisa maju dan selalu stuck dibawah kepemimpinanku. Aku tidak bisa terus disini. Aku harus sesekali megontrol bisnis racunku. Belum lagi, aku masih ingin mencari Steve dan beberapa misi negara maupun geng lainnya. Ya, ini mungkin saatnya untuk membuatnya bisa menguasai tugasku pula. Aku bisa merekrut karyawan lain untuk mengisi jabatan yang kosong,~Batin Alex.


...****************...


Memang ga guys, manusia itu tempatnya bingung. Minta alat cloning, saat sudah punya ehh malah ujung-ujungnya ga kepake🤣🤣🤣