I WAS TRASH

I WAS TRASH
Part 23



Selesai makan, Alex dan lainnya pergi dari tempat tersebut. Tentu saja, dia tidak benar-benar pergi dari sana. Alex mengamati kondisi sekitar dan mendapati pelayan yang memberikannya jus jeruk gratis itu telah berganti pakaian.


"Sepertinya, wanita itu." Alex berlari kecil di belakangnya. Dia mengumpat sesekali saat gadis itu menoleh ke belakang.


Aneh, sepertinya ada yang mengikutiku,~Batin gadis itu.


Alex tidak bodoh kali ini. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak ketahuan olehnya. Gadis itu malah berlari kencang saat dia merasakan bahaya mengancamnya. Entah kemana dia berlari kali ini, namun dia sama sekali tidak ingin ketahuan oleh Alex.


Tinggg...


"Tugas baru untuk tuan!" Tulisan berbentuk hologram di depan mata Alex tiba-tiba muncul dan mengganggu jarak pandangnya.


"Duhh, kenapa harus muncul di saat begini sih?" Gumam Alex geram.


"Maaf tuan, tapi sistem tidak dapat mengontrol misi. Misi akan datang pada jam jam tertentu dan itu sudah ditentukan," jawab pria dalam sistem.


"Tch. Coba katakan apa misinya. Cepatlah aku buru-buru. Layar monitor ini menutupi pandanganku," protes Alex yang dapat di dengar oleh orang dalam sistem dan Nero.


Ketua mendapatkan tugas dari ketua utama? Wow, menarik.~Batin Nero.


Aku ingin melihat orang seperti apa yang akan memimpin pasukan kami kali ini dan orang seperti apa yang ada dihadapanku ini. mengapa ketua utama memilihnya,~Batin Nero sambil menyeringai.


"Tugasnya adalah menolong seseorang dalam bahaya di gedung XX," ucap pria tersebut.


"Menolong orang? Hanya itu kan?" Tanya Alex.


"Orang ini bukan sekadar orang. Dia memiliki begitu banyak musuh. Tidak peduli pegawai pemerintahan atau pesaingnya di dunia gelap. Dia adalah incaran dari salah satu geng mafia terbesar di dunia. Anda harus berhati-hati," ucap pria itu memberi peringatan.


"Satu lagi," ucapnya.


"Dia ingin anda juga menyelidiki tentang suaminya," lanjutnya.


"Bagaimana jika aku menolak? Aku paling benci untuk melakukan tugas yang menyangkut privasi seseorang," ucap Alex.


"Pemotongan nyawa sekitar 10 tahun," jawab pria itu dengan entengnya.


"Hah? Sial! Baiklah, aku menerimanya."


*...*


Kini Alex ketinggalan jejak wanita itu akibat dirinya yang berlari begitu lambat. Bukan tanpa sebab dia melakukan, tapi layar monitor itu benar-benar mengganggunya. Sayangnya, Aron tak dapat melihatnya.


"Tch, wanita itu cukup gesit. Aku yakin dia salah satu orang yang disewa oleh Paman Steve," ucap Alex.


"Kita selamatkan seseorang. Menyelamatkan orang lebih penting dibandingkan dengan balas dendam kita." Alex menggiring Aron dan Nero pergi. Nero tahu dengan jelas mengapa Alex tiba-tiba merubah haluannya, sedangkan Aron terlihat kik kuk dan kebingungan. Sesekali dia menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Beberapa saat kemudian...


Seharusnya, wanita itu berada di sekitar sini. Katanya dia bukanlah wanita biasa. Bahkan salah satu geng mafia terkenal saja mengincarnya. Aku harus berhati-hati,~Batin Alex.


Alex dan Nero menaiki anak tangga mengendap-endap. Mereka melakukannya secara perlahan. Berbeda dengan Aron yang masih linglung tentang ucapan Alex yang begitu ambigu baginya. Namun, Aron cukup pintar untuk membaca situasi. Dia mengikuti langkah Alex walau tak tahu apa tujuan mereka mengendap-endap.


"Nero, seseorang terlihat di depan?" Tanya Alex.


Nero menggeleng. "Sejauh ini aman ketua."


Mereka mulai mencari keberadaan wanita itu dalam diam. Mereka mengempiskan badan mereka dan sesekali menahan nafas. Untung saja, Alex dan yang lainnya memiliki badan yang bagus dan ramping, sehingga menyebabkan mereka leluasa untuk bergerak.


Dengan mengangkat senjata, Alex berlari kecil diantara satu dinding ke dinding lainnya.


Seorang wanita nampak berdiri disana, berlawanan dengan Alex yang juga bersembunyi di balik dinding.


Dorrr...


Suara tembakan itu ditujukan kepada dinding di seberang Alex, tempat dimana wanita itu berada.


Apakah wanita itu yang dimaksudkan oleh sistem? Jika dilihat dari perawakannya, sepertinya iya. Aku harus membaca kondisi terlebih dahulu,~Batin Alex.


Saat Alex akan menghampirinya, seorang pria berbadan tinggi besar menghampirinya disana.


"Haha, mau kemana kamu?" Pria itu menangkap paksa dirinya.


Alex masih bergeming, membaca situasi.


"LEPASKAN!" Pekik wanita itu.


Pria berbadan besar pun dengan sengaja menendang kaki wanita itu hingga dia berlutut disana. Sebuah pistol ia todongkan ke kepala wanita itu. "Serahkan rahasianya atau aku akan membunuhmu!" Pria itu mengancamnya.


"Tidak! Aku tidak akan membocorkan harta paling berharga keluargaku, meskipun nyawaku adalah taruhannya," jawab wanita itu tegas.


Alex mengerti kini. Setidaknya, wanita itu berasal dari keluarga kaya ataupun salah satu keluarga misterius di dunia. Keluarga misterius yang konon katanya sangat kuat, memiliki banyak harta peninggalan, dan sebuah keluarga yang sama sekali tidak bisa disinggung oleh orang normal. Tapi, keluarga misterius ini selalu menjadi incaran berbagai pihak. Mereka sudah melakukan segala cara untuk melepaskan diri dari bahaya, namun hal itu semua gagal walau mereka menang pada akhirnya.


"Tuan muda, siapa wanita itu? Apa yang dimaksud tuan muda ingin menolong seseorang adalah dia?" Tanya Aron berbisik lirih.