
Saat Nero akan beranjak dari sana, tiba-tiba Athena datang dengan membawa ponsel serta buah-buahan di tangannya. Dia nampak tengah bersantai seraya mengenakan masker untuk perawatan.
"Humm. Bosan sekali. Alex juga pasti masih sibuk. Ngapain ya enaknya? Apa lihat utup aja?" Gumam Athena sambil mengunyah buah-buahan tersebut pada mulutnya.
Haduhh. Bagaimana ini? Nyonya Athena sudah masuk ke dalam. Sepertinya, aku hanya bisa pergi melalui sistem. Lagipula, aku tidak akan seperti ketua yang tubuhnya akan pingsan ketika dia berpindah dimensi,~Batin Nero.
Nero memencet pinggiran jam tangannya dan berhasil berpindah dimensi.
Swoshhh...
Angin berhembus samar di sekitar Athena, tempat dimana Nero berdiri sebelumnya. Athena merasakan perasaan tidak enak. Dia pun mulai merinding ketakutan.
"I-itu tadi... Apa? Mengapa tiba-tiba seperti seseorang lewat begitu cepat?" Gumam Athena.
"Ahh sudahlah. Paling cuman angin biasa," lanjutnya yang bergumam dengan mulut yang penuh dengan buah mangga kesukaannya.
Athena melanjutkan aktivitasnya. Dia baru saja membuka ponselnya dan melihat notifikasi berita hari ini. Judul berita yang awalnya tidak terlalu menarik baginya, namun tanpa sengaja dia memencetnya hingga mengharuskan dia masuk ke dalam web berita tersebut.
"Kasus abadi negara P. Desa barat kantor kemiliteran pusat. Para tentara mencoba memberantas para bandit yang tengah mendiami dan menyebabkan kerusuhan parah selama bertahun-tahun itu. Ini adalah percobaan yang ke dua puluh kali para tentara memberantasnya. Akankah para tentara yang diyakini dikomandoi oleh seorang pria muda nan tampan yang bernama komandan Alex itu akan berhasil? Atau nasibnya akan sama dengan tentara-tentara sebelumnya yang gugur di medan perang?" Tulis salah seorang reporter terkenal di negerinya.
Athena membelalakkan netranya dengan sempurna saat melihat wajah Alex yang sudah kelelahan. Dia pun tersedak dan terkejut. Dia dengan cepat bangkit dari posisinya dan berhasil menghebohkan orang seisi rumah.
"Ayah! Ayah!" Teriak Athena yang berhasil mengundang mereka semua untuk berkumpul disana. Kebetulan sekali adik iparnya, kakak dari Steve dan adik dari Russel baru saja pulang dari bertugas. Mereka adalah Ayah dari Jonas. Sedangkan Ayah dari Jim sudah lama tak nampak di kediaman. Mereka memilih untuk pindah rumah setelah ramalan Alex kala itu diucapkan di kediaman mereka.
"Aduuhh Athena. Ada apa sih? Berisik!" Seru Arnold.
"Hai Adik ipar. Aku tidak menyangka kau ternyata sangat cantik. Apalagi setelah kepergian kakak Russel," goda Ayah dari Jonas.
Ayah dari Jonas, Michael Johannes Lachowicz, memang terkenal mata keranjang dan tukang selingkuh. Dia sudah sejak lama mengincar Athena, sayangnya dia tidak pernah memiliki waktu yang lama di kediamannya. Entah sudah berapa banyak wanitanya di luaran sana. Namun, prinsip pria itu adalah dia bebas berpacaran dengan siapa saja, tapi istrinya hanya ibunda Jonas seorang.
"Tch, apa sih? Ingat ya. Aku adalah kakak iparmu. Jaga batasan!" Seru Athena.
"Sudah. Sudah. Tindakan apa itu, Michael? Benar kata Athena, jaga batasanmu. Jika kamu terus begini, aku akan memindahkanmu beserta anak istrimu keluar dari keluarga Lachowicz," ucap Arnold tegas.
"Ya. Ya."
"Katakan Athena, ada apa?" Tanya Arnold.
"Aku baca berita hari ini dan Alex pergi ke desa bagian barat kantor pusat," jawab Athena.
"Apa?"
Athena menunjukkan ponselnya yang berisikan berita tersebut. Memang nampak jelas wajah Alex disana. Arnold pun seketika ikut panik. Bagaimana pun, Alex adalah satu-satunya harapan keluarga mereka. Jika tidak, keluarga mereka akan turun dari tahtanya sebagai keluarga bangsawan yang terpandang dan dihormati.
"Hubungi Aron. Dia pasti tahu bagaimana caranya dan aku yakin pasti Russel pernah memiliki pasukan tersembunyi," ucap Arnold memberi pendapat.
Athena mencari kontak nama Aron di ponselnya. Setelah beberapa saat dia menggulir nama-nama kontak yang begitu banyak disana, akhirnya dia menemukan nama Aron yang tidak disimpannya secara jelas.
Tuuttt... tuuuttt... tuuttt..
Aron terkejut saat melihat namanya dalam riwayat telepon terakhir disana. Dia lupa dia sedang memasang mode getar pada ponselnya. Sesegera mungkin, dia menelepon kembali nomor milik Athena.
"Halo, nyonya muda. Ada apa?" Tanya Aron.
"Halo, tuan Aron. Anda ada dimana?" Tanya Athena dengan nada paniknya.
"Saya seperti biasa. Ada di markas keluarga. Kenapa nyonya panik?" Tanya Aron.
"Alex. Di berita mengatakan bila Alex sedang berada di desa bagian barat kantor pusat. Mereka bilang Alex berusaha menolong orang-orang sana. Aron, kumohon datanglah kesana. Aku benar-benar tidak tenang," jawab Athena.
Benar saja. Sekarang bulan november pertengahan. Jelas saja mereka bertindak,~Gumam Aron.
Bandit yang ada di desa bagian barat kantor pusat itu memang tidak bertindak setiap saat. Ada jadwal pasti saat mereka bertindak, yaitu salah satu hari di minggu pertengahan bulan dengan urutan ganjil, seperti Januari, Maret,dll. Itu sudahlah perjanjian antara mereka dan pemerintah terdahulu. Pemerintahan pada kala itu adalah masa pemerintahan terburuk sepanjang sejarah. Mereka bisa disebut sebagai pengkhianat negara. Ditambah lagi, begitu banyak genosida juga terjadinya perang dunia dua yang menyebabkan beberapa oknum melakukan hal merugikan tersebut.
Setelah mendapatkan telepon dari Athena, Aron bergegas menyimpan beberapa data yang telah dia peroleh. Lalu, dia mematikan komputernya dan berangkat menuju desa bagian barat kota pusat dengan membawa beberapa pasukan elite yang memang dilatih khusus untuk senantiasa menjaga Alex dan keluarganya kapanpun dan dimanapun mereka berada Tentu saja, Aron tak lupa untuk menghubungi Nero.
Benar juga. Nero dan rekan-rekannya memiliki daya tempur dan kemampuan bertarung yang tinggi. Dengan maupun tanpa sengaja. Aku bisa memintanya untuk ikut. Bagaimana pun kasus bandit itu bahkan menjadi kasus abadi akibat tingkat kesusahannya diatas rata-rata. Dengan hadirnya mereka, aku yakin pasti semua bisa terselesaikan dengan mudah. Ya setidaknya bisa menyelamatkan tuan muda,~Batin Aron
"Halo,Nero," ucap Aron memastikan Nero masih disana.
"Hum? Ada apa?" Tanya Nero.
"Ikut aku ke desa barat kantor pusat. Tuan muda dalam bahaya!" Seru Aron
Nero pun seketika ikut panik mendengarkan ucapan Aron walau dia tak mengerti bahaya apa yang dimaksudkan.
"Bahaya? Maksudnya?" Tanya Nero.
"Nanti saja aku jelaskan. Aku tahu kau bukan orang sini, namun aku tak tahu bagaimana kau bisa kenal dengan tuan muda. Tapi, bawalah Resca dan rekan-rekannya. Ehh mereka sudah pulang belum ya?" Tanya Aron.
"Sudah sudah. Mereka mengabarkan sudah tiba hari ini. Aku akan menghubungi mereka segera," ucap Nero sebelum mengakhiri percakapan mereka. Nero sengaja menjauhkan alat itu dari bibirnya, takut Aron mendengar percakapan diantara mereka.
"Resca, bawa pasukan menuju ke desa bagian barat kantor pusat. Aku akan membagikan lokasiku. Kau ikuti saja petunjuknya," ucap Nero.
"Baik tuan Nero."