I WAS TRASH

I WAS TRASH
Part 65



Alex mengikuti serangkaian permainan yang telah disusun pria itu, namun sekalipun dia tidak pernah kalah.


"Straigh flush. Aku menang," ucap Alex sambil meletakkan kartu di tangannya di atas meja.


"Haha. Kau memang hebat dalam bermain. Baiklah, aku akan membayarnya terlebih dahulu," ucap Michael.


"Paman, jujur saja aku bermain ini hanya demi kontrak kita. Aku ingin paman menjadi konsumen tetapku dan membantuku untuk maju. Tidak lebih," ucap Alex yang mulai kesal dipermainkan oleh Michael.


"Aku tahu itu, tapi aku tidak mengatakan bila mengalahkanku dalam satu permainan saja," ucap Michael.


"Lalu, apa mau anda?" Tanya Alex.


"Simple saja. Disini ada pula lapangan memanah. Kita lihat score memanah kita. Bagi siapa yang mengenai balon terbanyak, dia adalah pemenangnya. Bukan hanya itu. Ada 4 rangkaian permainan yang terdiri atas memanah, menembak, bergulat dan lari," Jawab Michael.


"Jika kamu bisa memenangkan setidaknya dua permainan itu dariku, aku bersedia menjadi konsumen tetapmu dan aku bahkan akan memasok kebutuhan keuangan pada perusahaan kecilmu itu," lanjutnya.


Begitu menggiurkan. Tapi, apa orang ini bisa dipercaya?~Batin Alex.


Alex melakukan kontak mata ke Aron yang berdiri di sebelahnya. Aron hanya mengangguk yang menandakan pria itu sangat dapat dipercaya. Alex menghela nafas sebelum dia memberikan keputusan.


"Huh, baiklah. Aku menyetujui tantanganmu. Tapi, jika kamu ingkar, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu," ancam Alex.


"Memang kamu bisa?" Bisik Michael di telinga Alex. Michael berlalu pergi begitu saja meninggalkan Alex yang masih bergeming disana. Alex mengelus dadanya pelan dan kemudian mengikuti langkah kaki pria yang menurutnya sangat brengjek tersebut.


*...*


Alex dan yang lainnya telah tiba di lapangan dengan luas sekitar 1000 hektar. Terdapat banyak pos disana. Mulai dari memanah, menembak, hingga permainan lainnya. Casino ini benar-benar memiliki segalanya.


"Baiklah, pertama kita lomba lari dulu, bagaimana?" Tanya Michael.


"Paman, apakah lari terlalu kencang tidak berbahaya untuk anda? Bagaimana pun, usia anda sudah lebih dari 50 tahun," ucap Alex bermaksud memperingatinya.


"Terimakasih sudah begitu perhatian padaku. Tapi, menurutmu apakah aku sang pembunuh bayaran ini memiliki pilihan selain berlari? Apakah aku memiliki pilihan selain menghindar. Jika aku tidak sanggup berlari, bukankah aku akan mati begitu saja?"


Ucapannya masuk akal. Dia benar,~Batin Alex.


"Baiklah. Jika Paman ingin mengganti orang, ganti saja."


"Hum. Kau tak perlu risau. Aku masih sangat kuat untuk berlari. Aku masih kuat untuk mengalahkanmu," ucap Michael sombong.


"Baiklah jika begitu."


Aron berdiri di depan mereka dengan sebuah bendera di tangannya. Tentu saja, terdapat peluit yang dia pegang. Semua orang tahu tentang bagaimana adilnya Aron. Alex pun tak pernah menyangka bila beberapa orang disana bahkan mengenal anak buah yang ditunjuk oleh Ayahnya itu.


"Bersedia! Siap! Mulai!" Teriak Aron sambil mengangkat bendera di tangannya.


Alex sengaja sedikit memelankan langkahnya, namun dia tak menyangka lawannya sungguh mengerikan.


Sial! Niatku untuk berlari pelan agar pria itu tidak tertinggal jauh dan aku tidak dituduh sebagai penindas yang tua. Ternyata, dia dapat berlari secepat itu? Tidak salah bila dia adalah seorang pembunuh bayaran profesional yang begitu terkenal. Baiklah, aku akan melayaninya,~ Batin Alex.


Alex menambah kecepatannya. Dia tak menyangka bahkan dengan kekuatannya yang hampir dia keluarkan sepenuhnya itu tidak mampu mengejar pria itu. Alex mulai kuwalahan. Dia terengah-engah, wajahnya pun sudah basah oleh keringat ,namun pria itu masih dapat berlari kencang.


Apa yang sebenarnya dia makan?~Batin Alex.


Garis finish sudah berada di depan mata, namun Alex ternyata masih tertinggal olehnya. Alex memiliki kemampuan melompat yang bagus. Saat pria itu hampir menyentuh pita garis finish tersebut, Alex menambah kecepatannya dan melompat setinggi yang dia bisa. Alex berhasil memasuki garis finish dengan jarak sepersekian detik saja dari pria itu. Dia pun terjatuh dan berguling di tanah, namun hal tersebut tentu saja tidak membuatnya terluka.


"Hosh hosh hosh. Anda benar-benar hebat. Saya yang masih muda saja, jika bukan karena melompat, mungkin akan kalah," ucap Alex memuji lawannya.


"Haha. Tiga lagi yang harus kita lakukan. Jika kamu benar-benar bisa menang tiga permainan saja dariku, aku bukan hanya akan menjadi partner dan konsumenmu, tapi aku juga akan mengajarimu beberapa ilmu yang tidak akan pernah kau dapat dimanapun," ucap Michael.


"Kedengarannya bagus."


"Baiklah, kita akan istirahat selama tiga puluh menit. Pukul 23.30, kita akan kembali kesini," ucap Michael.


"Sebenarnya, apa tujuan anda melakukan permainan ini di malam hari? Bukankah lebih baik di pagi hari?" Tanya Alex.


"Karena, mafia, gangster bahkan pembunuh bayaran, kebanyakan beraksi pada malam hari. Jika kemampuanmu tidak lebih hebat dariku, maka kamu sama sekali tidak layak menjadi partnerku. Menurutmu, untuk apa aku menerima partner yang hanya menjadi bebanku. Ku harap kau mengerti maksudku." Michael pergi dengan menenteng sebuah air mineral di tangannya dan berlalu begitu saja meninggalkan Alex yang masih terduduk di tanah. Aron yang menjadi saksi betapa kerasnya Alex berusaha, buru-buru membawakan sebotol air mineral pula untuknya.


"Tuan muda, ini." Aron melemparkan botol tersebut ke Alex. Alex dengan sisa tenaga yang dia punya, dia menggunakannya sekuat tenaga untuk membukanya.


*...*


"Selamat datang di ruang dimensi sistem geng api biru,ketua," sambut Osy yang terdengar sedikit berbeda.


"Btw, ketua untuk apa datang kemari?" Tanya Osy.


Alex duduk pada sebuah sofa di depan layar.


"Kau selalu mengatakan untuk mengurangi dan menambah umurku, tapi tidak memberitahuku spesifikasinya," ucap Alex sambil menyeruput kopi yang otomatis dapat ia keluarkan dengan memencet tombol yang ada di sebelahnya.


"Ketua tidak meminta, jadi saya tidak memberitahukan. Baiklah, saya akan menampilkannya sekarang."


Layar besar di depan Alex dihidupkan oleh Osy. Dimensi ruang yang awalnya begitu terang, tiba-tiba menjadi gelap hingga cahaya biru menerpa seisi ruangan.


...***********************♡*///********************...


Super system Geng Api Biru.


》Nama : Alexander Bryan Lachowicz


》Nama Samaran: Blue Shadow


》Kemampuan : Menembak, Memanah, Melompat


a. Menembak : 100% [Sangat kuat]


b. Memanah : 100% [Sangat Kuat]


c. Melompat : 100% [Sangat Kuat]


》Waktu di dunia : 37 tahun, 4 bulan, 10 hari, 7 menit, 5 detik.


》Daya Tempur : 70% [Kuat]


》Misi yang telah diselesaikan:


1.Misi pertama, menolong seorang wanita di gedung.


2. Misi Kedua, Membangun bisnis dan memperoleh keuntungan dalam waktu beberapa bulan.


》Hadiah yang pernah di dapatkan:


a. Misi Pertama;


1. Perpanjangan waktu di dunia selama 10 tahun 10 hari 10 malam 10 jam 10 menit 10 detik.


2. Demon Eyes


b. Misi Kedua;


Proses pengerjaan.


》Kharisma : 50% [Cukup]


》Bela diri : Level 3 [Lemah]


》Kemampuan penting lain yang harus dimiliki. : Berlari, berjudi, menghipnotis, berbisnis, dan menyerang diam-diam.


a. Berlari : 30% [Lemah]


b. Berbisnis : 0,1%[Sangat Lemah]


c. Menghipnotis : 0% [Nihil]


d. Menyerang diam-diam: 0% [Nihil]


***********************♡*///********************