
Semua orang sudah berdiri pada posisi mereka sesuai dengan arahan dan titah dari Alex siang hari ini. Mereka nampak bingung dengan apa yang akan Alex lakukan selanjutnya dan mengapa ketuanya itu mendadak marah besar juga menghilang begitu saja. Hingga tiba saatnya, Alex muncul ditengah mereka dengan kondisi yang lebih relaks daripada sebelumnya.
"Apakah semua sudah siap?!" Tanya Alex yang bahkan sanggup di dengar oleh orang satu kota.
"Siap, ketua!" Jawab mereka serentak.
"Saya akan menunjukkan kepada kalian teknik membidik sasaran dengan tepat. Sepuluh orang pertama yang saya tunjuk, silahkan maju ke depan," ucap Alex.
Sepuluh orang di hadapannya mengikuti ucapannya. Alex bersiap dengan memasang kuda-kuda,namun dengan tangan yang masih di belakang.
"Jika saya melihat kalian menghindar atau menundukkan kepala agar lebih rendah, atau jika saya melihat kalian ketakutan, saya akan mengeluarkan kalian dari kamp pelatihan ini. Saya tidak butuh seseorang mental tempe!" Seru Alex.
"Tapi tuan, setiap orang kan memiliki kepribadian dan bakat yang berbeda?" Ucap seseorang yang akhirnya memberanikan diri walau begitu lirih
"Siapa yang bicara begitu?" Tanya Alex dengan nada tegas.
Semua orang terdiam lagi.
"Apa kalian tuli?! Siapa yang sudah bicara begitu?!" Pekik Alex.
"Sa-saya ketua." Pria bertubuh keceng di barisan paling belakang mengacungkan tangannya.
Samar ia mendengar seseorang berbisik bila pria itu benar-benar tak tahu malu. Dia benar-benar cari mati, namun Alex hanya tersenyum mendengarnya.
"Saya apresiasi keberanian kamu. Saya sudah mempersiapkan beberapa hadiah untuk mereka yang berani mengungkapkan pendapat,karena bagaimanapun saya tetaplah manusia biasa," jawab Alex atas pernyataan-pernyataan mereka.
"Tapi, prajurit militer maupun prajurit dalam naungan geng api biru adalah prajurit terbaik yang dipilih oleh ketua sebelumnya. Saya yakin pasti beliau memiliki banyak pertimbangan untuk merekrut kalian. Seharusnya, kalian adalah orang terbaik yang terpilih diantara yang baik bukan seseorang yang hanya dapat menggerutu dan suka menggosip." Alex berjalan santai mengelilingi mereka.
"Jadi, saya tidak berharap untuk mendengarkan hal ini lagi. Jika ada keluhan atau kritikan, langsung sampaikan. Saya menerima semuanya karena pada dasarnya saya sama seperti kalian, seorang manusia bukan dewa maupun tuhan," ucapnya.
Alex kini mulai bersiap kembali. Semua orang semakin yakin akan ucapan pria yang baru saja menjabat menjadi ketua mereka. Entah apa yang membuat mereka begitu penurut dan bahkan tidak membangkang maupun protes. Namun, Alex tidak peduli.
"Nero, kamu hitung berapa detik saya melakukan semua ini!" Titah Alex.
"Semuanya, saksikanlah!" Serunya.
Alex memerintahkan agar Nero menutup matanya dengan sempurna, berjaga-jaga saat dirinya harus menyerang dalam kondisi pemcahayaan minim atau tertutup asap lebat. Kini, Alex mulai berlari kencang mendekati pria nomor satu di hadapannya. Dia berhenti tepat di depannya. Alex melakukan tendangan memutar dengan kaki melebihi tinggi pria dengan tujuan untuk memecahkan balon diatasnya dengan satu kali serangan.
Dapat dilihat ekspresi pria itu sangat ketakutan,karena bagaimanapun dia adalah salah satu yang paling tinggi disana,walau dirinya lebih pendek dibandingkan dengan Alex yang sekarang. Pria itu sedikit memejamkan matanya dengan hati yang berdebar layaknya melihat cinta pada pandangan pertama.
Selanjutnya, Alex melakukan hal yang sangat tidak biasa, yaitu meroda. Yap, seperti yang kita ketahui jika meroda adalah suatu hal yang mudah dan hampir semua orang dapat melakukannya, namun apakah ada orang yang dapat meroda hingga setinggi tubuh pria dewasa? Jawabannya tentu tidak. Bahkan ahli profesional pun tidak. Inilah salah atu keunggulan dari Alex yang tak diketahui banyak orang, tertutup dengan ramalan bodoh yang dipercayai oleh semua kaum di dunia.
Beberapa saat kemudian...
Alex telah merampungkan aksinya tepat pada detik ke dua puluhnya. Aksi tercepat yang pernah ada, membuat semua orang bahkan terpaku melihatnya.
"Simple kan?" Tanya Alex.
Semua orang masih saja bergeming pada tempat mereka, entah bagaimana mereka akan berkata. Satu kata yang ada dalam diri mereka adalah kagum. Mereka begitu mengagumi ketua baru mereka yang bahkan seribu kali lebih kuat dibandingkan dengan ketua sebelumnya, bahkan mungkin ketua utama.
Seseorang menamati Alex dalam diam di singgasananya. Dia pun ikut terperangah melihatnya. Hingga beberapa saat kemudian, dia pun tersadar dari lamunannya.
"Wow! Itu benar-benar menakjubkan! Aku benar-benar tidak salah memilih kandidat yang baru setelah menghilangkan yang sebelumnya hahaha," gumam pria itu sendirian.
Seseorang lainnya nampak sedang mengawasi mereka. Seseorang yang diduga merupakan mata-mata yang entah darimana asalnya.
"Seumur hidupku, bahkan saat aku harus berlatih di sisa sisa akhir kehidupanku, ku pikir aku pun tidak akan mampu melakukannya. Bocah yang dulunya adalah seorang sampah ini, aku yakin dia akan terkenal dalam sekejap," ucap Pria itu memuji Alex.
Siapa bocah dalam monitor pria brengjek itu? Mengapa dia nampak begitu arogan dan berwibawa? Seingatku, tidak ada seseorang yang memiliki penampilan sepertinya. Dia masih begitu muda dan bahkan sudah dapat melakukan serangan tanpa senjata dengan secepat kilat. Dia jelas-jelas bukan manusia! Dia adalah ancaman terbesar bagi geng kami,~Batin pria di belakang seseorang yang sedang mengawasi Alex. Pria itu pergi berlalu dan bersiap untuk melaporkan apapun yang dilihatnya hari ini.
Glodakkk...
Tanpa sengaja, pria itu menjatuhkan sesuatu yang ada di hadapannya dan menyebabkan sebuah suara yang menarik perhatian pria yang diduga adalah ketua besar dalam geng Api biru milik Alex saat ini.
"Kamu? Untuk apa kamu kemari?" Pekik pria itu emosi. Pria itu mendekati seorang mata-mata yang menyamar menjadi seorang pekerja kasar disana.
"Ma-maaf ketua, saya hanya tidak sengaja lewat dan ingin membersihkan ruangan anda. Saya tidak menyangka ternyata anda sedang asyik dengan sesuatu yang anda lihat. Jadi, saya ingin menutup pintu lagi dan tanpa sengaja menyenggolnya," ucap cleaning service itu dengan lancar.
Semoga pria besar yang sedikit bodoh ini tidak menyadarinya,~Batin pria itu.
"Baiklah. Bikinkan segelas coklat hangat untuk saya. Antarkan segera, saya ingin menikmati pemandangan sambil meminumnya," ucap ketua besar.
"Baik ketua."
Sudah kuduga pria ini begitu bodoh. Dia begitu mudah percaya dengan orang lain,~Batin pria itu.
Tapi, nasibnya begitu beruntung. Dia selalu mendapatkan orang yang tepat hingga hari ini. Dia juga begitu kejam. Setelah selesai memakai satu, dia akan membuangnya dan menemukan yang baru yang jauh lebih hebat dibandingkan yang lama. Dan ketua ku adalah salah satu korbannya,~Lanjut cleaning service itu dalam hati.