
Mobil Eric tampak berbelok ke sebuah wilayah estate yang bukan merupakan arah menuju rumah, villa, atau kantornya. Kemudian mobil berbelok di sebuah salah satu cluster dan berhenti di depan rumah berlantai tiga yang berkonsep klasik minimalis dengan dominasi warna putih dan abu-abu.
Saat mobil Eric masuk ke carport yang tak berpagar itu, dokter Chen tampak melambaikan tangannya dari teras rooftop yang telah ia desain seperti sebuah livingroom outdoor.
Sesaat kemudian Eric keluar mobil dan membalas sapaan dokter Chen lalu masuk ke rumah dokter Chen.
***
***
"Jadi perjodohan itu dibatalkan?" Dokter Chen tampak terkejut.
Eric mengangguk ringan sambil mengambil sebuah minuman.
"Regal dan Yuri sudah sepakat untuk tidak melanjutkan hubungan mereka. Bahkan keputusan itu sampai membuat Regal dan Yuri melibatkan Caesar dalam skandal mereka." Ucap Eric.
"Skandal melibatkan Caesar?" Dokter Chen semakin tercengang.
"Ya... Yuri sengaja membuat Caesar tidur dengannya, agar dia bisa hamil dan membatalkan pernikahannya dengan Regal, lalu menikah dengan Caesar. Dan apa anda tahu, siapa pemilik otak dari rencana itu...???"
Dokter Chen terbelalak mendengar cerita Eric hingga ia terduduk lemas.
"Regal...?! Dia sampai sanggup melakukan hingga sejauh itu? Kepada saudaranya kandungnya sendiri...." gumam dokter Chen hingga bibirnya terus gemetar.
"Sebenarnya selama satu tahun sebelumnya Regal sudah mulai hidup normal seperti seharusnya. Tapi.... ini bermula saat saya tiba-tiba mempercepat rencana pernikahan mereka berdua. Saya pikir karena Regal dan Yuri selama ini sudah saling dekat... jadi saya terpikir jika mereka semakin dipercepat, itu akan lebih bagus. Tapi kenyataannya... Regal dan Yuri menganggap status mereka hanyalah partner..." jelas Eric sambil menunjukkan kedua jarinya membentuk isyarat tanda kutip.
"Partner...?!" Dokter Chen tampak semakin bingung.
"Saya sangat mengenal Yuri. Saya mengenalnya sejak dia SMA karena kasus bulliying. Meski dia diterpa situasi yang sangat berat saat itu, dia bukan tipe gadis yang dengan mudah melampiaskan pada hal-hal negatif. Dia anak yang manis. Dan dilihat dari latar belakang keluarganya, sangat hampir tidak pernah ada berita buruk dari kalangan sosialita keluarganya. Maka dari itulah kenapa saya menyarankan anda untuk menjodohkan Regal dengannya. Karena saya yakin dia gadis baik-baik. Tapi jika Yuri sampai bisa bertindak demikian... Itu artinya... Regal memiliki kemampuan untuk memanipulasi dan mempengaruhi karakter seseorang agar bisa bertindak sesuai keinginannya..." Dokter Chen bicara dengan tatapan mata yang kosong.
"Ya... saya sudah menyadari itu... Dia memang mampu melakukannya..." Ucap Eric lirih.
Tiba-tiba Eric melirik tajam ke arah dokter Chen.
"Kenapa anda tiba-tiba mengundang saya kemari? Apa ada sesuatu yang terkait Regal?" Tanya Eric dengan tatapan curiga.
Dokter Chen dengan tenang meletakkan gelasnya, lalu duduk di sofa di dekat Eric.
"Justru saya yang ingin bertanya pada anda... Sebenarnya cukup lama saya menyimpan pertanyaan ini untuk anda, tapi saya masih belum ada keberanian. Tapi mengingat ini demi keselamatn putra anda juga, maka setidaknya saya ingin memastikan...." Dokter Chen terlihat sangat serius.
Eric agak merasa terintimidasi dengan ekspresi Dokter Chen.
"Apa itu?" Tanya Eric.
"Apa gadis itu memang sudah meninggal?"
Pertanyaan singkat dokter Chen seolah menyambar seluruh tubuh Eric hingga tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Eric. Ia bimbang apakah dokter Chen adalah orang yang perlu mengetahui kebenarannya. Terlebih dokter Chen adalah psikiatri Regal.
Pikiran Eric langsung kacau.
"Kenapa anda bicara seperti itu, tentu saja dia su--" Belum selesai Eric bicara.
"Saya sudah mengkonfirmasi rekam medik gadis itu. Saat itu dia memang dalam kondisi collapse, tapi kemudian ayah gadis itu meminta agar bisa membawa gadis itu pulang ke Indonesia. Tentu saja saat itu rumah sakit menolak. Tapi ternyata pada dini hari gadis itu dinyatakan meninggal. Dan setelah itu saya tidak menemukan rekam medik gadis itu di rumah sakit manapun." ucap dokter Chen sambil memperhatikan ekspresi Eric yang tampak tenang namun menyimpan kecemasan yang sedang berusaha disembunyikan.
Dokter Chen sangat bisa membaca ekspresi yang sedang tampak pada wajah Eric.
"Jadi benar.... gadis itu memang masih hidup?" Dokter Chen kali ini semakin memberi penekanan pada Eric dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Eric juga dengan tatapan mata yang sama sekali tak ia luputkan tepat ke mata Eric.
Cukup lama Eric terdiam. Namun pada akhirnya dia mengalah dengan memalingkan wajahnya dari tatapan dokter Chen.
"Kenapa anda melakukan itu...?!" Tanya dokter Chen dengan suara yang agak meninggi.
"Saya tidak punya pilihan lain selain menyembunyikan gadis itu. Awalnya saya ingin melindunginya dan memberi kompensasi kepadanya dengan memberikan treatment hingga pulih.... Dan tentu saja saya akan memberi tahunya nanti. Namun melihat kondisi Regal pada saat itu hingga ia divonis Skizofrenia. Jadi saya pikir mungkin akan lebih baik jika dia tidak akan bertemu gadis itu lagi selamanya... Dan bahkan tidak pernah mengenalnya sama sekali...." ucap Eric dengan nada datar.
"Hah...haha." Dokter Chen seketika tertawa mendengar penjelasan Eric.
"Jadi selama ini anda lebih memilih putra anda sendiri tersiksa dengan halusinasinya. Sementara anda tahu yang seharusnya anda lakukan. Tapi anda memilih menahannya... Apa pikiran anda masih waras?" Dokter Chen bicara sambil menunjuk kepalanya sendiri seolah ia seperti menunjukkan kepada Eric bahwa ia tidak habis pikir dengan cara pemikiran Eric.
Eric melirik Dokter Chen dengan mata sayu.
"Tolong jangan katakan dulu pada Regal." ucap Eric lirih.
"Sampai kapan? Regal adalah pasien saya. Bukan saya ingin membela dia, tapi kesehatan dan keselamatan dia adalah tanggung jawab saya. Seharusnya anda sebagai orang tuanya lebih paham itu. Apa anda tahu minggu lalu dia datang lagi ke klinik. Sepertinya halusinasinya kambuh. Apa anda tahu itu?" Ucap dokter Chen.
Eric seketika bagai tersambar petir mendengar kalimat terakhir dokter Chen.
"Apa?!" Eric membelalakkan matanya.
"Sudah kuduga. Anda bahkan tidak tahu itu. Apakah anda pikir semua baik-baik saja meskipun Regal menampakkan fisik yang wajar? Apa anda pikir tindakan abnormalnya seperti yang anda ceritakan pada saya tadi, hanya sebatas rasa dengki terhadap saudaranya? Apa anda tidak terpikir bahwa dia sebenarnya jiwanya selama ini terkungkung dalam ilusi yang sesat? Karena halusinasinya...." gertak Dokter Chen.
Dokter Chen terus membombardir dengan kalimat-kalimat yang terasa ngilu terdengar oleh Eric. Dia pikir selama ini baginya membela Regal dan tidak pernah menyalahkan Regal adalah tindakan yang cukup baginya. Namun ternyata itu hanya sesuatu yang bisa memulihkan keadaan yang tampak luarnya saja.
"Penderita Skizofrenia yang pernah sembuh, dia tidak akan sepenuhnya sembuh. Akan masih ada potongan-potongan trauma yang sesekali membelenggunya. Hanya ada dua pilihan, berusaha melupakan karena dia sadar bahwa kondisi yang ia harapkan tak akan mungkin terjadi. Atau yang kedua adalah... dia justru akan merangkai sendiri memori yang belum selesai itu sesuai dengan harapannya, yang pada akhirnya itu menjadi sebuah halusinasi. Dan Regal mengalami keduanya. Saat dia memaksa dirinya untuk melupakan segalanya dengan berbagai cara, namun dia pada akhirnya tidak mampu melakukannya, dan menyerah... membiarkan jiwanya hanyut dalam ilusi yang dia rangkai untuk mengobati rasa sakitnya.... Dia akan terus seperti itu, sampai dia mendapatkan sesuatu yang bisa membuat pikirannya teralihkan..." dokter Chen menjelaskan dengan tegas kepada Eric.
"Sesuatu yang membuatnya teralihkan... mungkinkah itu..." bisik Eric.
Eric kembali mengingat Regal yang menunjukkan ekspresi kecewa dan kesal beberapa waktu lalu pada saat mendengar Caesar telah pergi ke Afrika untuk menjadi volunteer di Negara konflik.
_______________________________