
"Glenn, berikan ini pada Rosie..."
Caesar memberikan amplop transparan berwarna bening yang di dalamnya berisi sertifikat pernikahan.
"Kenapa kamu tidak memberikannya langsung?"
"Aku masih belum berani bertemu dengannya."
"Hah? Apa maksudnya? Kenapa kamu menjadi pengecut begini?"
"Ya... aku tidak pernah menjadi orang pengecut dan pengingkar sebelumnya. Tapi kepadanya, aku telah melakukan semua itu. Aku terlalu malu pada diriku sendiri yang merasa semena-mena dan seolah memanfaatkan kelemahannya demi kepentinganku."
"Aku pun juga tadinya merasa kasihan dengan situasinya yang tak punya pilihan lain selain menerima tawaran pernikahan itu. Tapi mau bagaimana lagi, jika kamu tidak bisa lepas dari Regal dan jadi menikah dengan Yuri, maka kamu juga tidak akan bisa melindungi Rosie. Ya... bisa dibilang hubungan kalian saling terkait, dan saling menguntungkan. Jadi anggap saja dia saat ini juga turut ambil andil dalam mempertahankan statusmu sebagai pelindungnya."
"Tapi aku tidak merasa begitu. Karena kejadian itu tidak akan terjadi jika aku tidak ceroboh. Jika saja aku tidak terlalu naif menghadapi Regal yang tak disangka dia berubah menjadi seperti itu."
"Regal tidak pantas disebut adik, dia sudah berubah menjadi monster. Bahkan aku yang bukan saudaramu, tidak memiliki hubungan darah denganmu, masih memiliki rasa sedih dan bersalah jika kamu mendapatkan kesulitan. Sedangkan Regal malah mengantarkanmu dalam kehancuran dengan cara yang tak masuk akal."
Caesar hanya tersenyum menanggapi umpatan Glenn terhadap Regal.
"Regal menjadi seperti itu, karena aku. Aku lah orang yang patut disalahkan. Sikapku padanya di masa lalu telah membuatnya berkali-kali harus merasakan sakit hati. Lalu setelah bencana itu terjadi, tiba-tiba aku muncul sebagai sosok yang seolah berkorban untuknya. Dan orang-orang terus berpikir bahwa aku yang berjasa atas apa yang dimiliki Regal saat ini. Padahal.... aku lah orang yang merubah dia sebagai monster."
Nada suara Caesar terdengar sedang merenungi sesuatu, pandangan matanyapun juga kosong.
Rasa bersalah Caesar yang telah dia bayar selama ini mungkin bagi Regal tidak cukup untuk membuatnya merasa impas dan melupakan segala tindakan Caesar pada Regal di masa lalu.
***
***
Tung!
Sebuah pemberitahuan pesan online masuk di ponsel Eric.
Letak ponsel Eric pada saat itu berada di meja rias Nana yang saat itu sedang berada di depan cermin bersiap memakai make up.
Tadinya Nana mengabaikan pesan tersebut, namun pop up pesan masih ditampilkan di layar ponsel Eric. Tampak foto Caesar yang sedang mengirim pesan kepada Eric.
"Caesar....."
Naluri Nana mendorong dirinya untuk memiliki keinginan membuka pesan online dari Caesar tersebut.
Nana yang sudah hafal dengan password ponsel Eric langsung segera membuka pesan dari putra sulungnya itu. Seketika mata Nana langsung memfokuskan dengan serius pada pesan tersebut. Bibir Nana tampak seperti sedang membaca sesuatu dengan seksama.
Pada saat Eric keluar dari kamar mandi, dia melihat Nana berdiri di depan pintu kamar mandi dengan mata dan hidung yang memerah seperti akan runtuh air mata yang berusaha ditahan oleh Nana.
"Ada apa sayang?" Eric kebingungan dengan ekspresi Nana.
Nana langsung menunjukkan ponsel Eric tepat di hadapan mata Eric hingga Eric tak punya ruang pandang selain melihat foto yang ditunjukkan Nana.
"Apa yang kamu dan Caesar sembunyikan dariku? Apa ini? Caesar mengatakan dia sudah memutuskan pilihannya. Apa maksudnya? Siapa maksudnya yang dipilih Caesar? Kenapa kamu tidak mengatakan padaku sebelumnya tentang rencana Caesar yang memutuskan akan menikah!"
Eric bahkan tak bisa menjawab pertanyaan Nana yang terus menyerang dirinya. Melihat wajah Eric yang seolah kebingungan tak bisa menjawab pertanyaan darinya, Nana semakin sakit hati.
"Aku ibunya. Mengapa aku tidak tahu apapun tentang dia?! Sedangkan kamu yang tahu segalanya juga tidak menceritakan padaku. Apa aku tidak sebecus itu menjadi seorang ibu bagi Caesar?!"
"Sayang... Aku juga tidak tahu. Sungguh aku baru mengetahuinya sekarang..." Eric berusaha meyakinkan istrinya.
"Lalu mana mungkin Caesar tiba-tiba mengirimkan bukti sertifikat pernikahan padamu jika memang dia tidak bicara apa-apa terkait rencana pernikahan atau paling tidak kamu mengenal siapa gadis yang akan dinikahinya."
Eric melihat kembali foto yang dikirimkan Caesar, pada foto tersebut tertulis nama "Rayne Swan".
"Siapa Rayne? Bukankah seharusnya Shaila?"
"Jadi kamu juga tidak tahu?"
Eric menggeleng.
"Terakhir kali Caesar menghubungiku tiga hari yang lalu pada saat dia menolak untuk datang ke Singapore saat kita akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Weishi."
"Apakah mungkin Regal dan Yuri juga tidak tahu bahwa Caesar sudah menikah?"
Eric kembali memeriksa dengan seksama tanggal dibuat sertifikat pernikahan tersebut. Tertera baru tiga hari yang lalu.
Eric sudah tidak bisa menahan lagi keinginannya untuk menghubungi Caesar.
"Aku akan menghubungi Caesar..."
Regal kembali ke rumah Eric dengan langkah yang tergesa-gesa seolah ada sesuatu yang urgen dan harus segera ia selesaikan.
"Di mana daddy?" Tanya Regal pada Xing yang sedang merapikan beberapa buku di ruang studi Eric.
"Tuan Eric masih belum turun ke ruang studi sama sekali pagi ini..."
Regal langsung berbalik badan segera mempercepat langkahnya menuju ke lantai tiga, ke kamar utama Eric dan Nana.
"Daddy... ini aku!"
Suara Regal sudah terdengar dari luar pintu kamar Eric dan Nana. Eric yang pada saat itu sedang berusaha menghubungi Caesar sempat mengabaikan ketukan pintu Regal. Dan saat Nana hendak membuka pintu, Regal yang sudah tidak sabar dengan emosi yang siap meledak akhirnya menerobos masuk ke kamar kedua orang tuanya tersebut.
"Regal... Ada apa?"
Regal sempat melihat wajah Nana yang memerah tampak seperti orang yang hendak atau habis menangis. Tapi Regal mengabaikannya.
Fokus Regal saat ini hanya satu,
"Daddy sudah tahu Caesar sudah menikah, tiga hari yang lalu."
Eric dan Nana seketika membisu.
"Jadi itu alasan daddy tidak menikahkan Caesar dengan Yuri? Sejak kemarin daddy terus membela Caesar karena daddy sudah tahu dia sudah menikah?"
"Regal... kami juga baru tahu semuanya... Daddy baru mau menghubungi kakakmu, tapi dia tidak bisa dihubungi sejak tadi...."
"Kalian bohong kan?"
"Untuk apa kami berbohong?"
"Tentu saja untuk melindungi Caesar! Jadi daddy bicara di depanku seolah daddy membelaku, padahal di belakangku daddy merencanakan hal lain bersekongkol dengan Caesar!"
Plakkkk!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Regal.
"Cukup Regal!!!" Kali ini Nana sudah tidak tahan lagi dengan sikap arogan Regal yang terus memojokkan Eric.
Regal sangat terkejut dengan tindakan ibunya yang untuk pertama kalinya menampar dirinya.
Regal mematung dengan posisi yang masih dengan wajah yang menunduk karena tamparan Nana.
"Mommy..."
***
***
-----------------------------------
**Halo kawan-kawan,
Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.
Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.
Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.
Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.
Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...
"GENTLEMAN WITH LOVE"
Selalu dukung karya author,
LIKE & FAVORITE
GABUNG GROUP CHAT AUTHOR
FOLLOW IG @raghfa.jie
Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻**