I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] BERUSAHA MENCARI TAHU



"Apa yang aku katakan padamu memang tidak salah. Namun aku tetap tidak sepenuhnya jujur kepadamu... Maafkan aku Rosie... Aku belum bisa mengatakan tentang Regal kepadamu, bahkan menyebut namanya di hadapanmu saja aku masih sangsi...."


Caesar tak bisa menjelaskan lebih banyak lagi tentang alasan mengapa ia harus mendaftarkan Rayne untuk mendapatkan sertifikat pernikahan.


Caesar berharap semoga jawaban implisit yang ia jelaskan kepada Rosie sudah bisa memuaskan rasa penasaran dan pertanyaan yang ada di dalam isi kepala Rosie.


"Baiklah... jika kamu tidak bisa mengatakan sepenuhnya padaku sekarang, mungkin aku akan mendapatkan penjelasan itu lain waktu.... Sekarang makanlah sup kacang hijau ini karena sudah mulai dingin...."


Caesar terperangah dengan pernyataan Rosie yang seolah mengetahui bahwa dirinya tak sepenuhnya jujur menjelaskan.


***



***


"Jadi Caesar langsung memberi tahu bukti sertifikat pernikahan itu kepada ayahmu?"


Yuri terduduk lemas di atas sofa di dalam ruang kantor Regal saat mendengar semua yang dikatakan Regal padanya tentang bukti pernikahan Regal.


"Pergerakan dia sedikit lebih cepat dari kita. Aku tidak menyalahkanmu karena ini adalah kegagalan kita bersama. Fokus kita hanya kepada Shaila, tak disangka rupanya dia memiliki cadangan wanita lain yang bisa dimanfaatkan menjadi bonekanya."


"Apa kamu tahu siapa gadis yang menikah dengan Caesar?"


Regal hanya bisa menggeleng karena ia memang sama sekali belum menyelidiki siapa gadis bernama Rayne yang namanya tertulis di sertifikat pernikahan milik Caesar yang kemarin dikirimkan kepada Eric. Regal masih syok dengan kejutan pernikahan Caesar dengan seorang gadis asing yang bahkan ia tak pernah sekalipun mendengar namanya sebelumnya di circle kehidupan Caesar.


"Jadi kamu masih belum tahu seluk beluk gadis asing bernama Rayne? Apa aku perlu mengirim orang untuk menyelidiki Caesar di Massachusetts?"


"Aku justru malah berpikir mungkin saja itu fiktif."


"Maksudmu gadis bernama Rayne itu tidak ada?" Yuri mencoba menegaskan pertanyaannya dengan jelas.


"Bukan, maksudku Caesar hanya membayar seseorang agar bersedia namanya digunakan untuk disematkan di sertifikat pernikahan miliknya. Artinya dia tidak benar-benar memiliki hubungan dengan gadis bernama Rayne...."


"Jadi dia hanya ingin mendapatkan sertifikat pernikahan itu hanya agar menghindari menikah denganku?"


"Ya... itu yang aku pikirkan. Dia itu licik. Jauh sebelum aku menjadi sekarang ini, justru dia lah orang licik yang sesungguhnya."


"Tapi dia tidak sepertimu!" Yuri meninggikan suaranya.


"Apa kamu pikir aku akan senang disamakan dengannya!" Regal membalas Yuri dengan tatapan yang menjelaskan bahwa ia sangat tidak suka dibanding-bandingkan dengan Caesar.


"Aku akan tetap menyuruh orang untuk menyelidikinya. Meskipun Rayne itu menurutmu fiktif, tapi tentu orang yang bernama Rayne pastilah orang yang memiliki pengaruh atau setidaknya memiliki koneksi yang penting dengan Caesar. Tidak mungkin dia mau mengambil risiko bersedia menjadi istri virtual Caesar jika dia tidak memiliki apa-apa yang berhubungan dengan Caesar." Tegas Yuri dengan bersemangat.


Regal hanya diam, dia bukannya tidak mengerti atau tidak setuju dengan ucapan Yuri. Hanya saja dia memilih untuk tidak meresponnya.


Pikiran Regal masih mengingat sepintas data wanita yang menjadi pasangan Caesar di sertifikat pernikahan.


"Rayne... 19 tahun... Memangnya hubungan apa yang dimiliki gadis semuda itu dengan Caesar. Dan mengapa Caesar memilih wanita belia seperti itu jika dia memiliki kekasih yang jauh lebih matang seperti Shaila. Aku sangat mengenal Caesar yang tak akan mungkin mengenal g**adis yang mempertaruhkan nasib hanya demi uang, apalagi sampai bersedia dinikahi Caesar."


"Kamu memang selalu sulit ditebak, Kakakku..."


------------------------------------


Keesokan harinya,


Pagi itu Shaila baru saja keluar dari mobilnya yang sudah terparkir di halaman parkir depan kliniknya. Dia akan membuka praktik seperti biasanya. Tapi baru saja dia menutup pintu mobilnya, lalu dia berbalik.


Deg!


Seseorang sudah berdiri tepat di depan Shaila entah sejak kapan, yang seketika membuat Shaila terkejut setengah mati.


"Hah!!!"


Seorang laki-laki yang sudah tidak asing itu mendekati Shaila dengan tenang.


"Halo kak Shaila, lama kita tidak bertemu..."


"R-re-regal..."


Shaila tidak percaya Regal pagi-pagi sudah berada di kliniknya. Sejak kapan ia ada di sini dan mengapa ia menemui dirinya pagi-pagi seperti ini. Shaila sudah memiliki firasat yang tidak enak dengan kedatangan Regal.


Shaila melangkah mundur sedikit untuk menghindari wajah Regal yang tadinya hanya berjarak lima puluh sentimeter dengan wajahnya.


"Ada apa Regal ke sini pagi-pagi sekali?" Shaila berusaha menyembunyikan gugupnya karena firasat negatif yang mengganggunya.


"Aku ke sini hanya kebetulan lewat kok..." ucap Regal ramah.


"Anak ini dari mana tahu klinikku di sini?" Shaila membatin.


"Apa kak Shaila tidak mengajakku masuk?" Regal sambil tersenyum lugu.


"Ya... Ayo kita ke cafe di dekat rukan ini... Jangan di klinik, aku tidak enak jika dilihat para perawat." Shaila berjalan dulu di depan Regal menuju cafe yang dimaksud.


Beberapa menit kemudian,


"Hmm... Kota ini memang sedikit lebih tenang daripada di Singapore... Tadinya aku terkejut saat Kak Caesar mengatakan kalau kak Shaila kembali pindah ke Malaysia karena orang tua kak Shaila..."


"Ya... itu salah satunya, tapi aku kembali ke Malaysia karena memang kakakku ingin buka praktik bersama denganku. Jadi aku tidak bisa menolaknya." Ucap Shaila dengan tenang.


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan kakakku? Apakah baik-baik saja? Tentu sangat berat menjalani hubungan jarak jauh seperti ini... Apalagi kalian sudah pernah tinggal bersama...."


"Caesar sungguh mengatakan bahwa kami tinggal bersama? Atau apakah itu hanya tebakan Regal?" Shaila kembali bergeming dalam diamnya sambil terus mencerna dan menilai setiap ucapan Regal.


"Kami baik-baik saja, aku juga selalu menghubungi dia melalui telepon, video call, dan ya... sesekali aku menemuinya kalau aku ke Amerika."


"Oh ya? sampai sekarang?" Regal pura-pura memasang wajah lugu.


"Hmm... Sekarang ini kami agak kurang komunikasi. Tapi bukan berarti kami ada masalah..."


"Kurang komunikasi? Begitu ya.... Semoga masalah kalian cepat terselesaikan... Setidaknya aku berhasil kak Shaila tetap bisa bersama kak Caesar..."


"Apakah anak ini sedang berpura-pura tidak tahu atau apa? Jadi dia masih bersikap seolah aku tidak tahu apa-apa tentang dia terkait masalah gadis yang bernama Yuri yang menyeret Caesar..."


Shaila semakin geram dengan sikap kamuflase Regal yang seolah masih tidak tahu malu bersikap lugu di depan Shaila.


"Regal... Kamu sendiri bagaimana? Bukankah kamu akan menikah tahun ini?"


"Dari mana kakak tahu?" Regal memasang wajah sedikit terkejut.


"Tentu saja Caesar yang mengatakannya..."


"Ya... apa dia tidak cerita padamu juga kalau pertunanganku dibatalkan? Jadi aku ya... tentu saja tidak jadi menikah..."


"Bukankah kamu sudah tiga tahun bertunangan. Kenapa baru putus sekarang?"


Klak!


Regal meletakkan cangkir tehnya dengan wajah yang sudah nampak aslinya dari yang ia rasakan saat ini.


"Hmmh..." Regal memicingkan sebelah bibirnya.


"Harus aku jelaskan dari mana ya..."


Shaila mengerutkan dahinya melihat ekspresi Regal yang berubah dibandingkan dengan ekspresi yang sejak awal dia memasang wajah ramah dan tenang.


"Ada apa dengan ekspresinya? Apa dia akan mengungkapkan sikap aslinya?" Shaila terus membatin.


"Bukankah sebelumnya kak Shaila sudah bertemu dengan seseorang bernama Yuri?"


"Akhirnya.... dia memulainya..." Shaila mulai menggemeretakkan giginya untuk meredam kegugupannya menghadapi Regal. Jika saja dia tidak pernah tahu ternyata Regal adalah orang yang mampu membius Caesar kakaknya sendiri dan membuatnya tidur dengan tunangannya. Maka Shaila mungkin saat ini akan tertipu dengan wajah manisnya yang ramah.


Shaila baru ingat!


Ponsel Shaila masih terhubung dengan earphone-nya. Shaila berpikir mungkin sebaiknya dia menelpon Caesar dan membiarkannya mendengar semua percakapan Regal.


***



***


----------------------------------


Halo kawan-kawan,


Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.


Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.


Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.


Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.


Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...


- Klik profil Author


- Lalu klik Karya


- Pilih judul novel


Selalu dukung karya author,


LIKE & FAVORITE


GABUNG GROUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻