I'M Sorry, Wife

I'M Sorry, Wife
[SEASON 2] BERITA DARI JONI



"Kamu akan pergi ke Massachusetts?" Mimi dengan suara agak meninggi karena ia seperti tidak percaya Regal baru saja mengatakan ia akan pergi ke Massachusetts menemui Caesar.


"Tadinya hari ini aku akan berangkat, tapi ayahku malah mengadakan meeting dengan para komisaris perusahaan..." Regal merebahkan punggungnya ke sandaran sofa dengan mendongakkan kepalanya ke atas.


"Memangnya kamu mau ada rencana apalagi? Bukankah kamu sudah menyuruh orang untuk menyelidiki hubungan Rayne dan Caesar? Juga kamu sudah memastikannya pada Shaila, bukan?" Tanya Yuri sambil menuangkan wine ke gelas yang telah kosong di depan tempat duduk Regal.


"Tentu saja aku akan membuat alibi pada Caesar agar seolah-olah aku baru bergerak mencari informasi tentang wanita itu." Ucap Regal dengan tetap dalam posisi yang sama tanpa melihat Yuri.


"Hah? Untuk apa kamu sampai repot-repot begitu? Kamu ingin memancing Caesar? Untuk apa?" Yuri sedikit heran dengan alasan Regal.


"Itu bukan urusanmu lagi..." Jawab Regal sambil mengambil wine yang baru saja dituangkan Yuri ke gelas yang ada di depannya.


"Kamu pikir aku sudah menyerah? Aku masih akan terus berusaha mendapatkan Caesar." Yuri mencibir Regal.


"Terserah... Kali ini aku akan melakukan bagianku saja..."


"Tapi kapan kamu akan me-reschedule pergi ke Massachusetts?" Yuri masih penasaran.


"Secepatnya setelah urusanku selesai. Tapi aku tidak akan mengajakmu. Aku sudah mengajak orang lain yang lebih berguna."


"Siapa??" Yuri semakin penasaran.


"Bukan urusanmu." Regal langsung melengang pergi setelah selesai meneguk tegukan terakhir wine yang di dalam gelas yang dipegangnya.


***



***


Joni berjalan menuju ke ruang kantor Eric, saat dia hendak mengetuk pintu ruang kantor Eric, Regal menghampirinya.


"Bicara denganku sebentar." Regal datang dengan wajah datar dan tubuh tegak seolah memberi ketegasan kepada Joni yang berdiri di hadapannya.


"Tapi saya harus menghadap dulu kepada Tuan Eric, Tuan muda..." Jawab Joni dengan suara lebih rendah dari suara Regal.


"Baiklah, setelah itu, datang ke ruanganku." Jawab Regal dengan dingin.


Joni masuk ke ruangan Eric, sedangkan Regal kembali ke ruangannya.


Regal duduk di depan monitor komputernya yang di menampilkan kurva performa kinerja departemennya. Regal tampak suntuk dengan kurva yang terlihat melandai, tidak terjadi kenaikan yang signifikan.


Regal tahu akhir-akhir ini dia memang terlalu sibuk dan fokus pada permasalahan Caesar hingga ia hampir tak punya waktu untuk meningkatkan performa departemennya.


"Hufh... Siapa yang harus aku salahkan dalam masalah ini?" Regal sambil menarik laci mejanya dan mengeluarkan sebuah botol obat yang berisi beberapa kaplet pil yang bertuliskan diazepam.


Regal mengeluarkan sebuah kaplet dan langsung meminumnya dengan sekali tegukan air putih yang tersedia di mejanya.


"Tuttt"


Regal menghubungi nomor telepon meja sekretaris Eric untuk memastikan jika Joni sudah keluar dari ruangan Eric.


"Halo... apakah paman Joni sudah keluar dari ruangan CEO?" Tanya Regal sesaat setelah seseorang mengangkat panggilan teleponnya.


"Belum Tuan..." Jawab Jessica, ketua tim sekretaris Eric.


"Kalau paman Joni sudah keluar dari ruangan CEO, minta dia untuk menuju ke ruanganku." ucap Regal kepada Jessica.


"Baik..." Jawab Jessica dengan suara ramah.


Sesaat setelah Joni keluar dari ruangan CEO, Jessica langsung menyampaikan permintaan Regal untuk meminta Joni datang ke ruangan Regal.


Joni terlihat sangat gugup mendengarnya, seolah ia sudah bisa menebak dan membayangkan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian saat dia masuk ke dalam ruangan Regal.


Joni akan beranjak membalikkan badannya, namun Regal sudah menepuk bahunya.


"Aku tahu paman akan menghindariku."


Regal menggenggam tangan Joni dan setengah menyeret tangan Joni untuk masuk menuju ruangannya yang satu koridor dengan ruangan Eric.


Joni tak melakukan perlawanan apapun bahkan sekedar menahan langkah kakinya. Ia pasrah begitu saja.


"Blakk!" Regal menutup pintu ruangannya.


Joni hanya berdiri sambil melingkupkan kedua telapak tangannya dengan kepala menunduk.


Tanpa diduga, Regal malah berubah bersikap lembut padanya. Regal perlahan mengusap kedua bahu Joni dengan sangat lembut.


"Aku minta maaf pada paman dengan apa yang baru saja aku lakukan..." Regal sambil tersenyum ramah.


Joni memberanikan diri menatap mata Regal yang sedang berdiri di hadapannya.


"Paman, aku tahu paman masih terhubung dengan kakakku..."


"Ya... aku tahu, tapi pagi ini sepertinya paman mendapat kabar tentang dirinya. Bisa paman katakan padaku?" Regal masih dengan nada suara yang sopan dan ramah pada Joni.


Joni menghindari tatapan Regal yang penuh dengan intimidasi.


"Aku tahu paman sedang menghindariku karena suatu alasan. Jika tidak, mengapa paman tidak menyampaikan di rumah? Mengapa harus di kantor? Apa takut mommy atau aku mendengar sesuatu? Apakah ada sesuatu yang gawat terjadi pada Caesar? Biasanya daddy akan meminta Xing mengantar ke kantor. Mengapa tiba-tiba daddy meminta paman menjadi sopirnya? Paman yang sudah bertahun-tahun tidak pernah menangani masalah kantor, mengapa tiba-tiba diminta datang ke kantor. Apakah paman pikir aku tidak akan curiga?"


Regal terus memojokkan Joni dengan menggempur banyak pertanyaan yang membuat Joni tak bisa berkata apa-apa. Namun Joni tidak ingin menyerah, dia akan tetap mulut selama bukan Eric ataupun Caesar sendiri yang akan memberi tahu Regal.


"Jadi paman masih bersikeras ya?" Regal semakin menunjukkan ketidak sabarannya kepada Joni.


"Sebaiknya... tanyakan saja kepada Tuan Eric..." Joni menjawab dengan nada suara yang gugup.


Regal menajamkan matanya menatap Joni seolah dia ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak main-main terhadap Joni. Caesar menahan bibirnya seperti ingin mengumpat. Tapi akhirnya dia memilih pergi dari ruangannya.


Joni sejenak bisa bernafas lega melihat Regal melengang meninggalkannya. Mungkin Regal benar-benar akan datang ke ruangan Eric.


Regal berjalan dengan nafas yang tertahan seperti ingin meledak. Dia berjalan menuju ruangan CEO. Regal bahkan membuka pintu menerobos masuk tanpa mengetuk.


Eric yang saat itu sedang berada di mejanya menandatangani beberapa berkas, terkejut dengan kedatangan Regal yang tiba-tiba.


Eric seperti sudah tahu situasinya. Dia hanya menatap sejenak kepada Regal lalu meneruskan aktivitasnya.


"Katakan jika ada yang mau kamu tanyakan..." ucap Eric sambil menandatangani berkas yang tertumpuk di mejanya.


"Seperti biasa, aku hanya ingin daddy menjelaskan apa yang daddy sembunyikan. Hingga paman Jonj sampai harus repot-repot datang kemari."


"Hmm... kenapa kamu tidak tanyakan pada Joni saja..." jawab Eric santai.


"Jangan lucu, dia tidak akan membuka mulutnya meskipun aku telah mengintimidasinya. Dia itu hanya setia padamu dan Caesar." suara Regal terdengar sedikit lebih tinggi dari suara Eric.


"Baiklah... aku akan beritahu. Tapi daddy mohon jangan lagi kamu mengusik Caesar dan istrinya... Dia hanya ingin hidup tenang."


"Sepertinya daddy takut aku akan menyusahkan hidupnya."


"Regal, daddy hanya ingin kamu dan kakakmu bisa akur, itu saja..."


"Bukankah terbalik, dia yang selalu menghindariku. Jadi anggap saja sekarang ini aku sedang memainkan posisi yang dulu ia perankan. Sudah katakan saja, kali ini ada apa lagi dengannya?"


"Kakakmu minggu depan akan ke Afrika."


"Apa??!! Afrika?"


Regal luar biasa terkejut mendengar kabar dari ayahnya tentang Caesar.


"Apa-apaan ini, kenapa Caesar selalu lebih dulu merencanakan hal yang tak terduga..." Regal menggerutu dalam hatinya.


***



***


Halo kawan-kawan,


Terima kasih banyak atas kesetiaan kalian membaca novel ini.


Tidak lupa saya mengajak kalian untuk bergabung dengan "GROUP CHAT AUTHOR" agar kita semakin dekat dan menjalin komunikasi.


Segala informasi dan pemberitahuan novel, update, dan revisi akan saya bahas di Group Chat.


Oh iya, tentu saja SETIAP HARI ADA REWARD berupa KOIN atau POIN dari author atas apresiasi kalian membaca novel ini.


Juga jangan lupa baca karya novel author yang lain ya...


- Klik profil Author


- Lalu klik Karya


- Pilih judul novel


Selalu dukung karya author,


LIKE & FAVORITE


GABUNG GROUP CHAT AUTHOR


FOLLOW IG @raghfa.jie


Dukungan kalian sangat Luar Biasa 👍🏻